10 Bisnis yang Terancam Punah


10 Bisnis yang Terancam Punah 1

Perubahan akan selalu ada, begitu juga sebuah bisnis. Ada banyak bisnis yang mulai terancam punah. Penyebabnya bervariasi, mulai dari lesunya kondisi pasar, terkena imbas pandemi, atau karena yaa memang sudah “umurnya” aja. 

Ibarat wartel yang dulu pernah jaya, namun karena tuntutan zaman, akhirnya wartel kini sudah nggak ada lagi. 

Kalau kamu sedang ingin mencoba bisnis baru, atau baru mau memulai usaha, sebaiknya pelajari dulu apa saja bisnis yang sedang berada di ambang kepunahan. 

Ilustrasi bisnis yang tutup.   Photo by the blowup on Unsplash
Ilustrasi bisnis yang tutup.   Photo by the blowup on Unsplash

1. Agen Perjalanan

Sejak pandemi melanda, agen perjalanan adalah salah satu yang paling parah terkena dampaknya. 

Tetapi coba telaah lagi. Apakah hanya itu satu-satunya penyebab? 

Sepertinya pandemi hanya mempercepat saja. 

Karena sebelum pandemi sekalipun banyak orang yang ingin travelling sudah tidak menggunakan jasa agen perjalanan lagi. 

Mereka lebih memilih melakukan booking tiket perjalanan dan kamar hotel menggunakan aplikasi di smartphone. 

2. Surat Kabar Cetak

Kalau dulu ada kebiasaan menikmati kopi dan gorengan sambil membaca surat kabar di teras rumah. Tetapi apakah kebiasaan itu masih ada sampai saat ini? 

Sepertinya sudah jarang kita lihat ya? Karena sekarang orang mencari sumber berita lebih memilih menggunakan gadget. 

Berita yang disajikan pun lebih update dan cepat. Namun sayangnya kabar yang beredar di internet banyak yang misleading. 

Semoga industri surat kabar terutama media-media kredibel bisa segera beralih dan menancapkan kukunya di dunia online. 

Pastikan jika kamu adalah penggila berita, kamu mencari sumber bacaan dari sumber yang kredibel. Contohnya ya situs Digstraksi ini yang menyaring konten-kontennya. 

Sehingga bacaan kamu memiliki sumber dan penulis yang dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya. 

3. Agen Surat Kabar dan Loper

Ini adalah efek domino dari mulai lesunya industri surat kabar cetak. Suka tidak suka kini banyak agen surat kabar yang bertumbangan. 

Bahkan kini hampir tidak pernah terdengar lagi profesi loper koran. 

Loper koran adalah mereka yang setiap pagi mengantarkan surat kabar ke rumah-rumah pelanggan. 

Mereka biasanya sejak subuh mengambil surat kabar ke agen, menyortir, lalu mengirim ke alamat-alamat yang dituju. 

Namun jika agen surat kabarnya saja sudah banyak berkurang, otomatis loper koran juga terkena dampak. 

4. Televisi Berlangganan

Ingatkah kamu ketika kamu berkunjung ke rumah seseorang lalu melihat tuan rumahnya berlangganan tv kabel? 

Yang terlintas di benak adalah, “Wah, orang kaya nih.”

Televisi berlangganan pernah mengalami masa jayanya. Selain memberikan alternatif tayangan, televisi berlangganan juga meningkatkan gengsi pemakainya.

Namun sejak maraknya layanan tayangan streaming, kini TV berlangganan mulai ditinggalkan. 

Karena kemudahan yang ditawarkan oleh layanan streaming dapat menjangkau hampir semua orang. Biaya yang ditawarkan pun juga lebih murah. 

Menonton tayangan favorit juga tidak perlu menggunakan televisi. Cukup menggunakan gadget juga sudah bisa. 

5. Toko Buku

Siapa diantara kamu yang masih suka berkunjung ke toko buku? Toko buku adalah bisnis yang mulai terancam punah. 

Di Amerika Serikat saja jumlah toko buku berkurang sampai dengan 4000 toko. Terhitung sejak tahun 2007 sampai dengan 2016. 

Industri ini menurun sampai dengan 32.7% dengan penurunan karyawan sebesar 42.9%. 

Hal ini tidak lepas dari hantaman kemudahan mendapatkan buku yang ditawarkan oleh Amazon. 

Kamu hanya perlu di rumah saja, klik sana sini maka buku langsung kamu dapatkan. 

Walaupun data ini dari Amerika Serikat namun perlahan tapi pasti, penjualan buku di Indonesia pun akan mengalami hal yang sama. 

6. Jasa Cuci Cetak Foto

Dengan adanya smartphone, kini semua orang bisa mengedit fotonya sendiri. Kebiasaan masyarakat pun berubah. 

Jika tadinya banyak yang senang memajang foto di dinding, kini semakin sedikit orang yang melakukan hal seperti itu. 

Sebab untuk menyimpan foto kini sangat mudah. Tidak memerlukan kertas dan mudah disimpan di mana saja. 

Karena kamu bisa menyimpan foto mulai di gadget, atau bisa kamu unggah ke cloud. 

Namun bagaimana jika kamu ingin mencetaknya? Kamu cukup unduh kemudian bisa kamu print sendiri di rumah. 

Apakah kamu belakangan ini pernah berkunjung ke jasa cuci cetak foto? Bagaimana kondisinya? Semoga bisnis ini bisa segera beradaptasi ya!

7. Studio Rekaman

Pada awalnya musisi atau mereka yang hobi musik harus ke studio untuk membuat rekaman. 

Namun kini dengan perkembangan teknologi, hampir semua orang bisa membuat rekamannya sendiri. 

Bahkan tahun lalu ada remaja berusia 19 tahun dari Kazakhstan yang membuat remix lagu kemudian viral di TikTok. 

Lalu darimana ia mendapatkan skill merekam lagu? 

Dari YouTube!

8. Label Musik

Dampak dari banyaknya rekaman mandiri atau home studio, berimbas pula ke label musik. 

Karena saat ini semua orang bisa merekam dan mendistribusikan karyanya sendiri. Tanpa label pun bisa. 

Kamu cukup mendaftarkan lagu kamu ke publisher yang banyak tersedia. 

Jika lagu atau karya kamu sudah terdaftar, kamu bisa mempublikasikannya di berbagai platform pemutar musik. 

Mulai dari Spotify, YouTube Music, Apple Music dan sebagainya. 

9. Toko Retail

Salah satu bisnis yang berada di ambang punah adalah toko retail. Di Amerika sendiri salah satu yang paling heboh adalah matinya toko retail mainan terbesar Toys’ R Us. 

Jika di Indonesia, maka salah satu berita paling mengejutkan adalah berhenti beroperasinya raksasa ritel Indonesia bernama Giant

Terhitung mulai Juli 2021, retail besar ini akan menutup operasinya. Kabar ini cukup mengejutkan dan membuat kita kaget. 

Saat ini manajemen Hero yang membawahi Giant lebih fokus untuk mengembangkan lini bisnis lain. 

Dimana mereka fokus pada brand IKEA yang bergerak pada pasar furniture. 

10. Penyewaan Busana Formal

Bisnis penyewaan busana sempat mengalami masa keemasannya. Karena dulu setiap kali akan diadakan wisuda, pesta pernikahan, pesta adat, atau karnaval, banyak yang lebih memilih untuk menyewa.

Selain praktis, penyewa juga hanya perlu mengembalikannya saja kepada pemiliknya setelah selesai dipakai. 

Namun dengan semakin murahnya busana formal, dan berubahnya tren pesta menjadi lebih sederhana menyebabkan penyewaan busana semakin sepi peminat. 

Bahkan di toko online pun kamu dapat dengan mudah menemukan jas atau gaun pesta dengan harga miring. 

***

Itulah beberapa bisnis yang terancam punah beberapa waktu kedepan. Tetapi ingat, ini hanyalah prediksi atau gambaran saja. 

Namun jika kamu ingin membuka usaha, ada baiknya untuk mempelajari lebih dahulu bisnis apa yang akan kamu jalankan. 

Apa ide bisnis kamu? Jika kamu ada ide bisnis atau usaha, boleh banget untuk sharing di kolom komentar. Selamat berbisnis!


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ario Seno

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap