10 Fakta Unik tentang Virus

10 Fakta Unik tentang Virus

Pandemi COVID 19 membuat kita lebih sadar mengenai keberadaan virus dan bahayanya.

Virus memiliki ukuran yang lebih kecil dari bakteri dan merupakan penyebab dari berbagai penyakit menular.   

Untuk lebih mengenal mengenai virus, mari simak fakta-fakta unik berikut:

1. Kata virus berarti racun

Kata virus berasal dari bahasa Latin yang berarti racun. Pada awal tahun 1800-an kata virus digunakan untuk menyebut substansi yang menyebabkan penyakit toksik.

2. Virus tidak benar-benar hidup

Para ahli menyebut virus sebagai organism at the edge of life (makhluk pada batas kehidupan).

Hal ini dikarenakan virus memiliki ciri sebagai makhluk hidup sekaligus benda mati.

Kemampuan virus untuk memperbanyak diri (setelah menginfeksi sel inang) merupakan salah satu ciri makhluk hidup, yaitu reproduksi.

Baca juga  Peduli di Tengah Pandemi

Namun virus tidak dapat melakukannya jika tidak menggunakan sel inang. Virus juga tidak memiliki sel sendiri dan tidak dapat melakukan metabolisme seperti mengubah makanan menjadi energi.

Sehingga saat tidak menginfeksi, virus bisa dibilang sebagai partikel yang tidak hidup.

3. Virus merupakan entitas biologis terbanyak di bumi

Terlepas dari hidup atau tidaknya, virus dikatakan sebagai entitas biologis dengan jumlah paling banyak di bumi.

Diperkirakan terdapat sekitar 10,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000 (10 quintillion) virus di muka bumi.

Angka ini melebihi jumlah dari semua makhluk hidup lain ditambahkan.

4. Sebagian besar virus tidak berbahaya

Meski virus identik dengan penyebab penyakit, sebenarnya sebagian besar dari virus yang ada di bumi tidak berbahaya bagi manusia.

Sebagaimana halnya dengan semua bakteri yang pada 50 tahun lalu digolongkan sebagai kuman yang merugikan, studi mengungkapkan bahwa meski sebagian bakteri berbahaya, ada bakteri yang menguntungkan.

Baca juga  5 Sisi Positif dibalik Larangan Mudik Lebaran 2021

5. Virus bisa bermutasi dan berevolusi dengan sangat cepat

Materi genetik dalam virus dapat bermutasi dan berevolusi jauh lebih cepat daripada bakteri, tumbuhan, atau pun manusia.

Gen virus terus menerus mengalami perubahan dan sering kali mengalami mutasi saat terjadi kesalahan dalam proses transkipsi.

6. Virus dapat menginfeksi tumbuhan, binatang, dan bakteri

Bergantung jenisnya, virus dapat menginfeksi sel pada tumbuhan, binatang, dan bakteri.

Sel yang diinfeksi virus disebut sebagai sel inang. Virus harus menginfeksi sel inang untuk memperbanyak diri.

7. Virus dapat dorman selama bertahun-tahun

Dalam siklus hidupnya, virus dapat memasuki fase dorman untuk waktu yang lama. Dorman ialah fase ketika virus berada di dalam sel inang tanpa menyebabkan perubahan.

Baca juga  Waspada, Dua Ribu Aplikasi Berbahaya Yang Ada di Google Play Store

Setelah mengalami aktivasi kembali, virus akan segera memulai replikasi dan memperbanyak diri.

8. Beberapa virus bisa menggunakan protein manusia

Virus tertentu, seperti virus HIV dan Ebola, dapat menggunakan protein manusia untuk menginfeksi sel.

Pada kapsid (selubung luar) virus ini terdapat protein milik virus dan protein dari membran sel manusia.

Protein dari manusia membantu untuk ‘menyamarkan’ virus dari sistem imun.

9. Virus digunakan dalam rekayasa genetika

Virus jenis retrovirus memiliki kemampuan untuk menginsersi gen ke dalam kromosom manusia.

Virus ini digunakan dalam berbagai teknik genetika, seperti kloning, sequencing, dan terapi gen.

10. Virus dapat menyebabkan kanker

Jenis kanker tertentu berkaitan dengan infeksi virus. Infeksi oleh beberapa jenis virus yang berbeda dapat menyebabkan kanker, seperti kanker serviks, kanker hati, sarkoma Kaposi, dan leukemia sel T.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Laila NF