3 Kesenian Tradisional Jepang yang Unik

3 Kesenian Tradisional Jepang yang Unik 1

Mendengar negara Jepang, kita langsung menvisualisasikan berbagai hal berkaitan dengan negara ini. Dimulai dari teknologi yang canggih, perkembangan industri anime, hingga godaan street food yang membuat kita ngiler.

Kita semua tahu bahwa Jepang adalah negara yang cukup maju di Asia. Mengingat banyak sekali teknologi yang mereka buat untuk mensejahterakan warga bumi.

Selain itu, negara Jepang adalah negara yang cukup sopan dalam bertata krama. Itulah sebabnya mengapa banyak orang yang tertarik dengan negara ini.

Meskipun Jepang termasuk ke dalam negara maju dan modern, nyatanya Jepang masih mempertahankan seni tradisional mereka. Hmm … menarik. Kira-kira, seni tradisonal apa ya? Mari kita simak!

1. Origami

(sumber : Unsplash.com photo by Rajesh Rajput)
(sumber : Unsplash.com photo by Rajesh Rajput)

Kosakata ini sebenarnya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seni melipat kertas hingga terbentuk macam-macam. Nama origami berasal dari kata Oru yang artinya melipat, dan kami yang artinya kertas.

Seni origami sudah ada sejak dulu dan masih berkembang hingga sekarang. Menurut berbagaia sumber sejarah, seni origami diperkirakan telah ada sejak tahun 105 Masehi di China oleh Ts’ai Lun.

Saat kecil, kita suka sekali diajarkan bagaimana melipat origami hingga terbentuk sesuatu. Sangat menyenangkan bukan?

Origami modern dipelopori oleh Yoshizawa Akira pada tahun 1950-an. Akira menciptakan teknik lipatan basah dan diagram “Yoshizawa Randlett”. Teknik ini diciptakan dengan tujuan untuk mempermudah pelipatan origami.

Di Jepang sendiri, terdapat kertas khusus untuk membuat origami, namanya washi. Kertas ini memiliki serat panjang, tahan lama, tidak mudah lecek, dan tidak mudah sobek.

2. Ikebana

(sumber gambar : Unsplash.com photo by Linh Le)
(sumber gambar : Unsplash.com photo by Linh Le)

Cantik dan anggun, itulah tujuan dibuat Ikebana. Seni yang berasal dari Jepang ini memiliki daya tarik yang memikat. Seperti merangkai bunga pada umumnya. Selain aesthetic, Ikebana bertujuan untuk dinikmati keindahannya.

Nama Ikebana berasal dari kata Ike yang artinya hidup atau tumbuhan, sedangkan Bana yang artinya bunga.

Untuk merangkai Ikebana, kita diberi kebebasan tersendiri berdasarkan kreativitas masing-masing. Dengan menentukan letak, fungsi, dan ukuran dahan-dahan yang digunakan dalam rangkaian, hal tersebut bermakna bahwa setiap dahan itu akan saling mendukung untuk menghasilkan rangkaian yang terbaik.

Selain dinikmati visualnnya, Ikebana mempunyai makna bagi masyarakat Jepang. Ikebana disimbolkan sebagai kerharmonisan alam estetika.

Ternyata Ikebana mempunyai 3 jenis aliran lho … diantaranya,

  1. Aliran Rikka atau biasa disebut dengan Standing Flower, gaya Ini adalah gaya tradisional.
  2. Aliran Shoka, rangkaian Ikebana yang tidak terlalu formal.
  3. Alira Jiyuka, rangkaian Ikebana yang ditentukan oleh imajinasimu sendiri.

3. Oshibana

(sumber gambar : pinterest.com)
(sumber gambar : pinterest.com)

Sekilas mirip Ikebana ya, akan tetapi yang membedakan Ikebana dan Oshibana adalah bunga nya. Jika Ikebana langsung merangkai bunga yang sudah dipetik, Oshibana perlu mengeringkannya terlebih dahulu.

Teknik yang digunakan Oshibana adalah dengan cara ditekan atau diselip pada sebuah buku.

Oshibana berasal dari kata Oshi yang artinya Menekan, dan Bana yang artinya bunga.

Kesenian Oshibana bertujuan untuk mengabadikan keindahan bunga dan dedaunan dalam keadaan kering. Karena hal itulah tidak sembarang jenis bunga bisa dijadikan Oshibana. Bunga yang tidak bisa dijadikan Oshibana adalah bunga yang memiliki kadar air yang tinggi, seperti bunga kamboja.

Membuat Oshibana tidak semudah membuat origami atau Ikebana, dibutuhkan keterampilan dan ketelitian, serta kesabaran tingkat tinggi. Oh iya, Oshibana ini biasanya bisa awet hingga berbulan-bulan lho.


Itulah tiga kesenian tradisional ala Jepang yang cukup unik. Kira-kira kamu suka yang mana nih? Semua kesenian memang memiliki nilai tersendiri di hati seseorang. Duh, jadi pengen ke Jepang deh!

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rakes samansor