3 Komunitas Bisnis di Jakarta yang Bisa Dijadikan Tempat Belajar Berwirausaha

3 Komunitas Bisnis di Jakarta yang Bisa Dijadikan Tempat Belajar Berwirausaha

Sebagai pusat bisnis terbesar di Indonesia, menjadi tempat berkumpulnya para pebisnis sukses dari seluruh penjuru Nusantara yang menggerakkan mesin bisnisnya dari ibukota. Selain itu, banyak pula para pebisnis pemula yang mencoba peruntungannya di , sehingga tidak aneh jika banyak yang mewadahi para pegiat bisnis dengan segala aktifitasnya.

Bergabung ke dalam akan memberikan keuntungan tersendiri, tidak hanya bagi mereka yang ingin menekuni dunia bisnis atau para pebisnis pemula, tapi juga bagi para pelaku bisnis yang sudah mapan dengan usaha yang dijalankannya.

Keuntungan bagi mereka yang ingin terjun ke dunia bisnis atau bagi para pebisnis pemula adalah sebagai tempat untuk belajar sekaligus menggali wawasan dan pengetahuan seputar bisnis yang dapat dijadikan modal dalam membangun usaha. Sedang keuntungan bagi para pebisnis mapan adalah untuk membangun network, koneksi dan relasi yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan usaha yang mereka geluti.

Baca juga  Pro dan Kontra Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur

Tertarik untuk bergabung ke dalam salah satu atau lebih ? Berikut beberapa yang bisa Anda pilih.

 

Richvolution Community

ini awalnya bernama KIMI ( Investor Muda Indonesia) yang digagas Andika Sutoro Putra, sebelum akhirnya bertransformasi menjadi Richvolution Community. Tujuan dari ini adalah membangun kesadaran generasi millenial agar terbebas dari kondisi Financial Trap.

Dalam menjalankan aktifitasnya, Richvolution berada di bawah holding company milik Andika yang bernama RCM (Richvolution Capital Market), sedang aktifitasnya adalah memberikan pendidikan dan pembelajaran kepada generasi muda tentang finansial dengan titik fokus pada bidang investasi dan bisnis. Melalui aktifitas yang dijalankan, yang satu ini berharap dapat melahirkan generasi muda yang mandiri utamanya dalam masalah keuangan.

 

TDA (Tangan Di Atas)

yang bermarkas di Legalo, 18 Office Park #10th Floor Lot A, JL. TB Simatupang, Kav. 18, Selatan ini didirikan oleh Badroni Yuzirman bersama 6 pengusaha yang lain pada bulan Januari 2006. Visi dari TDA adalah menjadi pengusaha terkemuka yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban.

Baca juga  6 Tempat Liburan di Jakarta yang Menarik untuk Dijelajahi

Meski salah satu misi dari TDA adalah menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan dengan menciptakan pusat sumber daya bisnis berbasis teknologi, namun yang dikedepankan ini bukan hanya profit dan berorientasi pada materi semata, melainkan juga mengembangkan karakter dan spiritualitas para pelaku bisnis.

Dengan visi yang diusung dan berbagai aktifitas yang dilakukan, TDA mampu menarik perhatian publik sehingga telah lebih dari 15.000 member yang bergabung di yang satu ini. Member TDA tersebut tersebar di 61 kota di seluruh Indonesia dan di 4 negara, yaitu Singapura, Australia, Hongkong serta Mesir.

 

Startup

Jakarta ini adalah resmi yang dibackup Pemprov dengan situs yang beralamat di startupjakarta.id. Terhitung sejak 29 Maret 2017, Startup Jakarta menjalin kerjasama dengan Ev Hive, sebuah coworking space yang dibangun oleh East Ventures.

Baca juga  Sinyal Waspada Demokrasi di Balik Cover Buku Anies

East Ventures sendiri adalah perusahaan modal ventura yang membantu pendanaan tahap awal perusahaan-perusahaan startup. Sehingga tepat kiranya jika Startup Jakarta bergandeng tangan dengan EV Hive guna menumbuhkembangkan startup di ibukota.

Untuk menjembatani para startup digital dengan Pemprov , berbagai kegiatan telah dilakukan oleh Startup Jakarta seperti meetup, knowledge sharing, online comunity serta kegiatan-kegiatan yang lain.

Itulah 3 Jakarta yang bisa dijadikan sebagai tempat belajar dan mengembangkan diri bagi mereka yang tertarik dengan dunia bisnis dan juga bagi para pelaku bisnis. Selain ketiga komunitas tersebut, masih banyak di Jakarta yang lainnya. (*)

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

aguskurniawan