3 Museum Terbaik di Banten untuk Memperkaya Pengetahuan Sejarahmu

3 Museum Terbaik di Banten untuk Memperkaya Pengetahuan Sejarahmu 1

Tidak hanya pemandangan alam yang menakjubkan, Indonesia juga memiliki tempat-tempat dengan sejarah luar biasa yang dapat memperluas pengetahuanmu. Selain mengunjungi Istana Sultan Yogyakarta atau tujuan sejarah di Aceh untuk para wisatawan, mengunjungi Banten juga merupakan pilihan yang bagus karena memiliki latar belakang sejarah yang megah.

Banten adalah provinsi yang memutuskan untuk memisahkan diri dari provinsi Jawa Barat pada tahun 2000 karena latar belakang sejarahnya yang megah. Sejarah yang mulia berlangsung dari periode kesultanan dan masa kolonialisme hingga saat ini.

Secara historis, Kesultanan Banten memiliki puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1631-1692) dan menjadi pusat Islam dengan pelabuhannya yang digunakan sebagai pusat perdagangan internasional. Selama kolonialisme Belanda, Banten juga ditandai sebagai daerah penting dengan pangkalan armada laut di Anyer dan Ujung Kulon serta pembangunan jalan raya Trans Jawa ke Panarukan, Jawa Timur.

 

Sejarah kemegahan Banten dapat dilihat saat ini di beberapa museum di Banten sendiri. Mengunjungi museum akan memperkaya pengetahuan budayamu tentang Banten dan Indonesia. Berikut ini adalah daftar 3 museum terbaik di Banten yang dapat membantu memperkaya pengetahuan sejarahmu.

1. Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama

3 Museum Terbaik di Banten untuk Memperkaya Pengetahuan Sejarahmu 3

Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama terletak di Kecamatan Kasemen, Kabupaten Serang. Museum ini dibangun untuk melestarikan berbagai jenis artefak yang berasal dari masa pemerintahan Kesultanan Banten. Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama memiliki sekitar 1000 koleksi yang dipamerkan baik indoor maupun outdoor.

Meskipun alasan utama membangun museum ini adalah untuk melestarikan artefak dari Kesultanan Banten, museum ini juga memiliki koleksi yang berasal dari zaman prasejarah, periode Hindu dan Budha, periode Islam, serta periode kolonial.

Koleksinya bervariasi mulai dari patung kuno, dekorasi atap, mata uang, keramik, dan tembikar. Ada juga keramik asing yang berasal dari Cina, Jepang, Timur Tengah, dan Eropa, yang membuktikan bahwa Banten benar-benar pusat perdagangan internasional.

Mengunjungi museum ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa untuk mempelajari bagaimana nenek moyang bangsa Indonesia hidup pada masa itu dan bagaimana perdagangan internasional dilakukan bahkan dengan batasan-batasan bahasa. Museum ini buka Senin-Jumat mulai jam 8 pagi – 4 sore. Kamu hanya perlu membayar Rp. 20.000 untuk biaya masuknya.

2. Museum Multatuli

3 Museum Terbaik di Banten untuk Memperkaya Pengetahuan Sejarahmu 4

Museum Multatuli terletak di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Musem ini dibangun sehubungan dengan Multatuli, nama pena Eduard Douwes Dekker, asisten penduduk Lebak yang tinggal di Rangkasbitung pada tahun 1856.

Multatuli menulis pengalamannya tinggal di Rangkasbitung dalam sebuah novel berjudul Max Havelaar yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1860. Melalui novel itu, ia memprotes kolonialisme Belanda di wilayah Indonesia terdahulu, dan mengungkap kebusukan kolonialisme.

Mempertimbangkan peran vitalnya, tidak heran museum ini didirikan untuk menghormati semua karyanya. Museum Multatuli lainnya pertama kali didirikan di Amsterdam. Namun, kepemilikan museum Multatuli di Rangkasbitung tidak ada hubungannya dengan yang ada di Amsterdam.

Ada 7 kamar dengan 4 segmen di museum ini. Di segmen pertama, kamu dapat belajar tentang bagaimana kolonialisme memasuki Indonesia, sedangkan di segmen kedua kamu dapat mempelajari lebih lanjut tentang Multatuli dan karya besarnya; Max Havelaar.

Segmen ketiga menceritakan tentang sejarah Banten dan Lebak sedangkan segmen terakhir menunjukkan sejarah Rangkasbitung. Mengunjungi museum ini tentu akan memperluas dan memperkaya pengetahuan sejarahmu sekaligus membangun humanisme dalam dirimu.

Pergi ke sini juga merupakan pilihan tepat untuk perjalanan keluarga bersama anak-anak, karena mereka dapat mempelajari banyak hal di sini. Kamu tidak perlu membayar untuk masuk ke museum ini karena gratis dan kamu hanya perlu mengisi buku tamu. Buka pada hari Selasa-Kamis mulai jam 8 pagi – 16 sore, Jumat jam 8 pagi – 11.30 pagi dan 2 siang – 4 sore, serta Sabtu-Minggu jam 9 pagi – 4 sore.

3. Museum Benteng Heritage

3 Museum Terbaik di Banten untuk Memperkaya Pengetahuan Sejarahmu 5

Museum Benteng Heritage terletak di kota Tangerang, Banten. Dibuka pada 11 November 2011 dan dimiliki oleh penduduk asli Cina-Tangerang. Museum ini dibangun untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Tionghoa-Tangerang yang leluhurnya diperkirakan datang ke Tangerang pada 1407. Para leluhur tersebut diduga adalah kelompok Cheng Ho, seorang laksamana Tionghoa yang beragama Islam.

Nama “benteng” itu sendiri merujuk pada bagaimana orang biasanya menyebut orang Tionghoa-Tangerang sebagai “Benteng Cina”. Itu karena kembali ke era kolonial, ada benteng Belanda dan di sekitar benteng tinggal orang Cina-Tangerang.

Koleksi museum di sini antara lain pecahan keramik, peralatan perjudian Cina, patung dewa, peralatan pernikahan, dan banyak lagi. Namun, kamu tidak diperbolehkan mengambil foto atau video koleksi saat berada di dalam museum.

Mengunjungi museum ini akan memberimu wawasan lebih lanjut tentang bagaimana Indonesia menjadi begitu beragam dalam hal etnis, bahasa, dan kepercayaan yang sangat penting dalam membangun toleransi. Museum Benteng Heritage dibuka mulai jam 1 siang – 6 sore. Jumlah biaya masuk untuk setiap pengunjung berbeda. Masyarakat umum dikenai biaya Rp 20.000, pelajar Rp 10.000, dan turis asing Rp 50.000.

Itulah 3 museum teratas di Banten yang dapat memperkaya pengetahuan sejarahmu. Mengunjungi museum-museum ini akan menyenangkan bagi anak-anak karena mereka dapat belajar banyak hal dengan cara yang menyenangkan.

 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rado