3 Rahasia Langgeng LDR (Long Distance Relationship) selama 13 Tahun

3 Rahasia Langgeng LDR (Long Distance Relationship) selama 13 Tahun 1

Tidak mudah bagi dua insan yang saling mencintai harus terpisah jarak. Perasaan rindu yang selalu hadir membuat suasana hati tersiksa, bahkan curiga atau kadang mempertanyakan tentang hubungan. Apalagi melihat teman dengan pasangannya bisa makan bersama, olah raga bersama atau pun sekedar bertemu, merupakan tantangan bagi pasangan LDR. Namun rasa cinta dapat tetap terjaga walaupun terpisah jarak adalah dengan menjagadan merawat hubungan itu sendiri.

1. Memiliki Tujuan yang sama

Setiap pasangan yang berjauhan harus memiliki tujuan yang sama dalam menjalani suatu hubungan. Istilah “banyak jalan ke Roma” bisa diaplikasikan sebagai salah satu cara membuat hubungan punya tujuan. Apa “Roma” anda dengan pasangan anda. Apa tujuan hubungan anda? Jika itu adalah pernikahan, maka itu adalah tujuan hubungan yang akan dicapai antara anda dan pasangan. Tidak peduli bagaimana kondisinya, jauhnya jarak, tantangan yang anda hadapi selama tujuan anda dan pasangan anda sama, maka anda patut bersyukur.

Karena anda sedang belajar banyak hal sebelum tiba pada tujuan itu. Tetaplah rawat cinta anda pada pasangan anda, seolah-olah dia berada di balik pintu anda, dia tidak jauh. Apabila ada masalah dalam perjalanan hubungan, setiap orang harus kembali pada tujuan yang sudah dibina dari awal.

2. Komunikasi Terbuka

Macetnya komunikasi cenderung menyebabkan risiko pertengkaran dalam suatu hubungan. Bahkan ada yang sampai mengakhiri hubungan akibat terjadinya miscommunication. Perdebatan yang kadang tidak penting tetapi berdampak pada emosi, keraguan akan hubungan, dan keraguan akan pasangan terjadi sebagai akibat kuragnya komunikasi. Oleh karena itu bentuk komunikasi perlu disepakati untuk kebaikan bersama. Misalkan melakukan telepon pada saat pagi hari sebelum bekerja atau kuliah, atau malam hari, menjadikan memberi pesan lewat aplikasi menjadi satu kewajiban yang dinikmati, saling memberi khabar, dan terbukalah pada setiap komunikasi. Misalnya dengan siapa rencana anda pergi, dan sekembalinya dari bepergian, ceritakan pada pasangan anda apa yang terjadi selama perjalanan tadi.

Sering sekali orang menyepelekan untuk memberitahu pasangan tentang aktifitas hariannya. Padahal jika kita terbuka pada pasangan tentang rencana dan kegiatan kita, maka dia akan memberikan masukan bahkan dia tidak akan kuatir.  Dan kita pun tahu apa yang disukai dan tidak disukai oleh pasangan kita dan sebaliknya.

3. Komitmen

Perlakukan pasangan anda sebagaimana anda ingin diperlakukan. Menjalani LDR memerlukan kesabaran besar dan rasa percaya yang besar pula. Saling memberikan dukungan pada kondisi-kondisi yang tidak menyenangkan. Jagalah setiap kesepakatan dan komunikasi yang sudah dibangun supaya anda dan pasangan anda mencapai tujuan yang manis pada hubungan anda berdua. Hindari menaruh curiga, dan apabila anda curiga atau tidak merasa nyaman, maka bicarakan pada pasangan anda.

Jangan membuat LDR sebagai satu beban, tetapi nikmatilah proses itu. Tidak ada hubungan yang berjalan mulus tanpa ada tantangan, baik itu LDR ataupun bukan LDR. Semua hubungan harus dijaga dan dipertahankan oleh anda dan pasangan anda. Yang membedakan adalah apakah kita sama-sama menjaga dan merawat hubungan tersebut atau tidak. Hubungan bukanlah nilai matematika dimana satu tambah satu sama dengan dua. Tetapi satu proses belajar untuk mencapai satu tujuan bersama dimasa depan dan saling menikmati dan melengkapi.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Bawang Merah

   

Seorang yang menumpahkan kekesalan, sedih, amarah, bahagia dan rasa syukur dengan menulis. Menulis adalah teman suka duka. Juga seorang Konselor Menyusui, Pegiat Anak, dan peduli dengan seputar anak.