3 Tahap Untuk Menghilangkan Trauma

3 Tahap Untuk Menghilangkan Trauma 1

Sampai hari ini, tak terhitung banyaknya kejadian yang sudah kita lewati. Mulai dari kejadian yang paling kita benci, sampai kejadian yang paling kita senangi. Atas dasar itulah respon tubuh kita menunjukkan hal-hal yang berbeda.

Ada yang menimbulkan trauma mendalam sampai bertahun-tahun. Ada yang dengan cepat terselesaikan. Hal itu terjadi karena satu orang dengan orang lain memiliki latar belakang cerita yang berbeda.

Untuk menyelesaikan sebuah trauma yang terjadi dalam kehidupan kita, entah itu ringan, berat, ataupun sedang, perlu diselesaikan secepatnya agar hidup kita kembali normal tanpa bayang-bayang trauma yang sudah terjadi di belakang.

Dikutip dari sharing session bersama Nadhira Arini yang merupakan seorang penulis dan motivator, ia menjelaskan 3 tahap untuk menghilangkan trauma.

1. Aware

Sebelum kita mengobati trauma tersebut, kita perlu melakukan self talk terlebih dahulu. Menanyakan kepada diri sendiri apa yang sedang kita rasakan. Kita dengar semua keluh kesah diri sendiri dan kita belajar untuk peduli bahwa kita sedang merasakan sedih, hancur, sakit dan lainnya. Tidak apa-apa jika pada saat self talk kamu menangis, ataupun berteriak karena luapan emosi yang selama ini ditahan. Itu wajar dan manusiawi.

Tujuan dari tahap ini adalah untuk menumbuhkan rasa peduli pada diri sendiri, bahwa yang seharusnya kita pedulikan pada prioritas nomor satu adalah diri kita sendiri sebelum kita peduli dengan perasaan orang lain.

2. Accept

Kita menerima semua yang telah terjadi pada diri kita apapun itu. Tahap penerimaan memang berat, karena biasanya masih ada sumpah serapah yang ditunjukkan untuk mereka yang menyakiti kita, yang membuat kita trauma.

Jika memang dirasa masih ada rasa marah dengan orang yang menyakiti kita entah menyakiti fisik atau psikis, Nadhira Arini menyarankan untuk bersedekah atas nama orang yang sudah menyikiti kita.

Dengan cara begitu, seiring waktu berjalan kita akan menerima bahwa kita memang sedang sakit, marah, trauma, dan lainnya. Dan berakhir memaafkan kesalah orang tersebut.

Selain cara di atas, jangan sungkan untuk meminta bantuan psikolog kalau masalah yang terjadi menyangkut psikis kita yang menjadikan kita sampai terganggu kesehatannya seperti sesak nafas, gemetar pada saat bicara, keringat yang keluar secara berlebihan jika menceritakan kembali kejadian yang dialami.

3. Hikmah

Tahap ketiga ini tahap paling tinggi dalam hal mengobati trauma. Mengambil hikmah atas kejadian menyakitkan yang menimpa juga perlu waktu yang panjang. Tapi harus kita ingat, bahwa kita masih punya senjata untuk berdo’a.

Kita masih punya respon untuk membalikkan respon negatif menjadi respon positif. Boleh jadi setelah kejadian menyakitkan tersebut kita menjadi manusia yang lebih bermanfaat lagi untuk menyebarluaskan kebaikan, boleh jadi setelah kejadian menyakitkan tersebut kita lebih menjadi manusia yang pandai bersyukur, boleh jadi setelah kejadian menyakitkan tersebut kita lebih dibukakan pintu untuk mengambil kesempatan yang sudah disiapkan pencipta.

Maka dalam tahap hikmah, biasanya endingnya akan mendoakan kembali orang yang menyakiti kita dengan doa yang baik.

Itu dia 3 tahap untuk menghilangkan trauma, jangan lupa untuk selalu peduli dengan keadaan fisik maupun psikis kita. Karena hal itu sangat penting bagi ketenangan hidup kita.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nurul Hidayah