4 Ciri Cinta Era Modern Menurut Erich Fromm

4 Ciri Cinta Era Modern Menurut Erich Fromm 1

Kehidupan cinta di era modern merupakan salah satu hal yang sulit untuk dipahami, semua tampak  palsu dan semu. Semua tampak  saling  menggigit dan memangsa. Menurut banyak orang yang mencoba memahami cinta, saat ini sudah tidak ada lagi yang namanya cinta. Semua tampak seperti bisnis atau jual beli, seorang akan mencintai kamu ketika kamu memiliki kelebihan. Setiap orang akan mencintai kamu ketika dalam dirimu ada keuntungan yang ingin diraih dan setiap orang akan mencintaimu ketika kamu dapat menampilkan gaya glamor yang seolah jika kamu denganya kamu akan kecukupan.

Jadi, cinta pada realitas hari ini tak lebih hanyalah proses jual beli. Seseorang hanya akan mencintai orang yang menurutnya pantas untuk di cintai, ia tidak membiarkan hati dan kepalanya memilih secara  naluriah dan alami. Ia memasang pada jeruji otak dan hatinya bahwa orang yang akan ia cintai harus memiliki indikator-indikator tertentu. 

Sedikit analis yang lumayan kejam dari penulis dan beberapa orang diluar, cinta telah mati dan di bumihaguskan oleh propaganda kapital. Orientasi cinta hanyalah ekonomi, setiap orang sibuk membranding dirinya sesuai target pasar.

Sebagian orang berpaikan ketat dengan dandanan dan beppenampilan menarik, menurut pemahaman penulis itu bukan buat kepuasan dirinya sendiri. Melainkan untuk menarik si target, sementara target itu sudah dipasang indikator penentu di kepala aktor. Penulis melihat kasus-kasus ini seperti proses prostitusi, dimana seseorang bertransaksi hati dan dan ekonomi.

Cinta menurut penulis sudah tidak ada lagi, bahkan manusia pun jumlahya sangat sedikit. Yang biasa penulis lihat hanyalah robot-robot yang tertanam program tentang ekonomi. Bagaimana bisa cinta ada sementara setiap pertimbangan yang akan muncul di benak beberapa orang  dalam mencari cinta adalah, siapa kamu? bagaimana ekonomimu? setelah menikah bisakah kamu membiayai kebutuhanku? dan masih bayak pertanyaan lagi pertanyaan lain. Apakah cinta seperti itu? semacam negosiasi untung rugi.

Merurut Fromm karakteristik cinta diera modern ada empat bentuk dan semuanya adalah cinta yang buruk.

Yang pertama cinta Reseptif: Memiliki karakter cinta yang pasif, hanya melihat apa  yang layak di  cintai atau fokusnya pada obyek yang layak di cintai. Selain itu karakter ini  tidak melihat keluar dirinya, karakter ini tidak menyibukkan dalam  perbaikan diri.

Yang kedua karakter ekploitatif: Memiliki karakteristik memanfaatkan yang di cintai sesuai kebutuhanya. Karakteristik ini mementingkan dirisendiri dan ego terlalu tinggi.

Yang  ketiga karakteristik penimbun: Karakter ini selalu menghambat perkembangan yang dicintai, tidak akan membiarkan perubahan sedikitpun dan adanya kekangan seperti  barang yang sudah dimiliki seutuhnya.

Yang keempat karakteristik pasar: Karakteristik ini seperti suatu perdagangan, membunuh identitas diri dengan menyesuaikan pasar demi mendapat sesuatu  yang yang diinginkan. Karakter ini bisa di contohkan kamu pergi kesalon dengan penampilan yang kelas tinggi, maka ia akan mencari ya orang yang banyak uang, karena sasaranya disitu. Orientasinya pasar atau Jual diri meskipun kamu suka pada orang biasa, maka kamu akan memaksa dirimu untuk tidak dan menetapkan pilihanmu pada yang banyak uang. Disini cirinya untung rugi atau menjual diri!!!


Setelah memahami kamu berada di posisi yang  mana?

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

pengendara bajai