4 Fakta kekayaan alam Indonesia

4 Fakta kekayaan alam Indonesia 1

Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

Sepenggal lirik lagu Koes Ploes berjudul Kolam Susu memang bukan bohong semata. Indonesia merupakan negara mega biodiversity. Artinya, negara kita memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa. Bila dibandingkan dengan negara-negara lain di Dunia, Indonesia masuk kedalam 3 besar negara paling kaya keanekaragaman hayatinya bersandingan dengan Brazil dan Zaire. 

Source: wwf.id
Source: wwf.id

Terang saja Indonesia masuk jajaran juara, dari Sabang sampai Merauke terbentang luas berbagai tipe habitat mulai dari Pegunungan, Hutan dataran rendah, sabana, mangrove hingga laut. Setiap tipe habitat memiliki Flora dan Fauna khasnya masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya.

Letak negara kita yang berada tepat digaris khatulistiwa menjadikan kita sebagai negara tropis dan memberikan keuntungan lebih dibanding negara dengan 4 musim. Hutan yang selalu diguyur hujan sepanjang tahun turut serta merawat ekosistem di dalamnya. Laut yang berbatasan langsung dengan dua samudera dan daratan yang terletak diantara dua benua menjadikan Indonesia sebagai jalur perlintasan migrasi satwa. 

Sebenarnya seberapa kaya potensi alam kita? berdasarkan dokumen dari berbagai publikasi ilmiah, berikut adalah beberapa fakta kekayaan alam Indonesia.

1. Indonesia Negara dengan Kekayaan jenis ikan terbesar ke-2 di Dunia

Nenek moyang kita adalah seorang pelaut, begitu kata Ibu Sud dalam lagunya yang diciptakan tahun 1940. Bukan hal yang mengherankan karena potensi laut kita sungguh luar biasa. 

Potensi dasar laut Indonesia. Source: lipi.go.id
Potensi dasar laut Indonesia. Source: lipi.go.id

Luas negara Indonesia hanyalah 1,3% dari seluruh permukaan bumi, namun menjadi tempat tinggal bagi 17% spesies makhluk hidup di dunia. Berdasarkan buku yang diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2017, setidaknya Indonesia menjadi rumah bagi 20%-25% jenis ikan di Dunia. Angka ini sangat besar dan menjadikan Indonesia berada di posisi runner up di bawah Brazil. 

Angka yang disebutkan di atas merupakan hasil pengumpulan data hingga tahun 2017 dan masih akan terus bertambah karena belum seluruh wilayah lautan Indonesia tereksplor oleh peneliti. 

Bahkan, apabila potensi laut kita dikonversi ke dalam uang, berdasarkan data LIPI pada Maret 2019 kekayaan kasar laut Indonesia adalah sebesar 1.772 Triliun Rupiah. Namun hal ini dapat terus berkurang nilainya akibat proses eksploitasi laut yang berlebihan. Penggunaan jenis pukat tarik, pukat hela, hingga bahan peledak jelas akan berpengaruh pada potensi laut di masa depan.

2. Indonesia negara dengan kekayaan jenis burung terbesar ke-4 di dunia dan posisi pertama jenis burung endemik terbanyak di dunia.

Burung adalah jenis satwa yang cukup disukai di Indonesia. Bahkan lambang negara kita adalah Burung Garuda yang merupakan penjelmaan dari burung Elang Jawa. Burung menjadi faktor penting keseimbangan ekosistem karena perannya dalam menyeberkan biji (Seed Dispersal). Burung juga menjadi satwa favorit untuk dipelihara (bukan burung liar dilindungi tentunya). 

Status Burung di Indonesia Tahun 2021 berdasarkan Burung Indonesia
Status Burung di Indonesia Tahun 2021 berdasarkan Burung Indonesia

Jumlah jenis burung di Indonesia hingga tahun 2021 yaitu sebanyak 1.812 jenis dengan 557 jenis dilindungi termasuk di dalamnya. Menurut hasil publikasi oleh lembaga Burung Indonesia, setidaknya 17% dari keseluruhan jenis burung di dunia tinggal di Indonesia.  Meskipun Indonesia tertinggal di posisi ke-4 dalam klasemen negara dengan kekayaan jenis burung di dunia (dibawah Kolombia, Peru dan Brazil), namun dalam klasemen negara dengan endemisitas tertinggi di dunia Indonesia adalah pemuncaknya.

Indonesia memiliki 532 spesies endemik yang tersebar di seluruh gugusan kepulauan. Bagi yang belum paham, satwa endemik artinya adalah satwa yang hanya dapat ditemui di suatu wilayah tertentu dan tidak ditemukan di wilayah lain. Misal, burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah satwa endemik Bali, artinya burung ini tidak akan ditemukan secara liar di tempat lain selain di Bali. Dengan demikian, Indonesia memiliki 510 jenis burung yang hanya bisa ditemukan secara liar dan alami di Indonesia dan tidak dapat ditemukan di negara lain. 

Luar biasa bukan.

3. Hutan Hujan Tropis terbesar ke-3 di Dunia

Hutan hujan tropika atau sering juga ditulis sebagai hutan hujan tropis adalah bioma berupa hutan yang selalu basah atau lembap, yang dapat ditemui di wilayah sekitar khatulistiwa; yakni kurang lebih pada lintang 0°–10° ke utara dan ke selatan garis khatulistiwa. Hutan hujan tropis bisa juga diartikan sebagai hutan yang terletak di daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi. Maka dari itu, disebut Hutan Hujan Tropis. 

Hutan Hujan Tropis di Indonesia
Hutan Hujan Tropis di Indonesia

Hutan hujan tropis memiliki peranan penting dalam menjaga keberadaan makhluk hidup di dunia. Tercatat setidaknya lebih dari setengah spesies darat Flora dan Fauna di dunia tinggal dalam hutan ini. Selain itu, hutan hujan tropis juga berkontribusi atas perputaran oksigen di muka bumi sebanyak 25%-30%. 

Indonesia memiliki luas hutan hujan tropis sebesar 39 juta hektar dan merupakan yang terbesar ke-3 di dunia, lagi-lagi di bawah Brazil dan kali ini Republik Demokratik Kongo. Dengan luasan hutan hujan tropis yang begitu besarnya dan potensi keanekaragaman hayati di dalamnya, ancaman bagi hutan hujan tropis juga tidak kalah besar. Deforestasi hutan untuk eksploitasi kayu, perambahan hutan untuk lahan pertanian dan kebakaran hutan adalah beberapa faktor yang disebabkan oleh manusia. 

4. Indonesia sebagai tempat transit burung migran

Seperti dijelaskan pada poin sebelumnya, Indonesia yang berada di garis khatulistiwa memiliki kondisi iklim yang cukup stabil bila dibandingkan dengan negara 4 musim. Pada saat musim dingin datang, burung-burung dari belahan bumi bagian utara harus berpindah atau melakukan migrasi menuju ke selatan untuk mencari suhu yang lebih hangat. Selain itu, ketersediaan pakan burung di bagian utara akan menipis ketika memasuki musim dingin dan mengharuskan burung ini berpindah untuk bertahan hidup. 

Ketika melakukan migrasi, burung akan cenderung memilih jalur pegunungan agar mudah mencari tempat bertengger dan mencari makan. Salah satu titik pengamatan burung migran paling favorit adalah di Bukit Paralayang, Puncak Bogor, Jawa Barat. Waktu paling tepat untuk memantau hadirnya burung migran ini adalah di awal September hingga akhir November. Berdasarkan pengamatan, dalam waktu dua hari pengamatan terhitung 1.500 individu burung melintas di langit Bogor. 

Sebaran jalur migrasi burung di Indonesia
Sebaran jalur migrasi burung di Indonesia

Titik lain yang menjadi lokasi pengamatan burung migran di Indonesia yaitu di Pantai Trisik, Kulon Progo, DIY. Menurut Khaleb Yordan dari Indonesia Wildlife Photography sudah ada 44 jenis yang hadir di Pantai Trisik saat ini. Kepulauan Indonesia dengan panjang garis pantai +81.000 km merupakan garis pantai yang cukup panjang dan memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup burung air, terutama burung air migran (Kusmana, 1996). Alikondra (1993) juga menambahkan bahwa beberapa jenis burung airmigran tiap tahunnya secara periodik memanfaatkan sebagian wilayah pesisir Indonesia sebagai habitat sementara.


Melihat data yang sudah disampaikan di atas seharusnya tidak ada lagi alasan kita tidak mensyukuri kekayaan alam Indonesia. Dari dasar lautan hingga puncak pegunungan, Indonesia memiliki semuanya. Sayangnya, kehadiran manusia yang seharusnya menjaga kekayaan tersebut justru sebaliknya. Manusia terus-menerus mengeksploitasi potensi alam tanpa memperhitungkan aspek keberlanjutannya. Kini, manusia adalah predator paling buas, berada di puncak rantai makanan.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.