4 Kuliner Nusantara Yang Mempunyai Filosofi Unik

4 Kuliner Nusantara Yang Mempunyai Filosofi Unik 1

Indonesia merupakan  salah satu Negara yang terkenal akan kulinernya yang bercita rasa khas dan beraneka ragam. Kuliner yang kaya akan rempah-rempah asli dari Indonesia ini mampu menarik wisatawan dunia ataupun wisatawan lokal untuk berkunjung dan menikmatinya.

Namun, dibalik nikmatnya kuliner khas Nusantara ada filosofi atau makna yang unik di dalamnya. Berikut 4 kuliner Nusantara yang menurut penulis mempunyai Filosofi unik dan dapat dijadikan sebagai nilai-nilai kehidupan.

1. NASI TUMPENG

inews.id
inews.id

Nasi tumpeng sering kita jumpai ketika ada acara tasyakuran. Dalam penyajiannya, tumpeng berupa nasi yang berbentuk kerucut dan dikelilingi oleh lauk pauk. Bentuknya yang kerucut seperti gunung mempunyai makna yaitu sebuah harapan agar kehidupan yang dijalani di dunia semakin sejahtera dan selalu berada di puncak. Hal ini sejalan dengan arti Kata tumpeng itu sendiri yaitu singkatan dari yen metu kudu mempeng yang artinya jika hidup harus bersungguh sungguh dan penuh semangat.

Sedangkan dalam sajiannya, tumpeng selalu dihidangkan dengan 7 lauk pauk yang dalam orang jawa angka 7 sama dengan pitu/pitulangan yang artinya pertolongan

2. RENDANG

travistory.com
travistory.com

Siapa yang tidak kenal dengan kuliner khas dari Minang ini. Ya, apalagi namanya kalau bukan rendang. Olahan daging, santan dan bumbu rempah-rempah yang khas ini bisa menghasilkan cita rasa yang luar bisa bagi penikmatnya, tidaklah salah jika rendang ini terkenal hingga Internasional

Bagi masyarakat Minang, Rendang mempunyai tiga makna yang berkaitan dengan sikap, yaitu kesabaran, kebijaksanaan dan ketekunan. Ketiga makna tersebut dibutuhkan dalam proses memasak rendang, termasuk pada saat memilih bahan-bahan yang cita rasa tinggi.

Adapun bahan –bahan tersebut terdiri dari 4 yang masing-masing bahan mempunyai makna tersendiri, yaitu: daging sapi melambangkan para pemimpin suku adat, kelapa melambangkan kaum Intelektual, lombok/cabai melambangkan alim ulama yang mengajarkan agama dengan tegas, pemasak bumbu melambangkan keseluruhan masyarakat Minangkabau.

3. SATE LILIT

resepkekinian.com
resepkekinian.com

Kalau jalan-jalan ke Bali, pasti tidak asing lagi dengan kuliner yang satu ini. Selain ayam bututu, sate lilit ini juga sering dicari oleh wisatawan sebagai destinasi kuliner ketika berada di pulau dewata ini.

Sesuai dengan namanya, kata “lilit” diambil dari Bahasa Bali yang berarti membungkus. Jadi, sate lilit merupakan sate yang terbuat dari daging babi atau ikan yang dicincang, yang kemudian dicampur dengan bumbu-bumbunya, setelah itu lilitkan pada tusuk sate yang terbuat dari batang serai, bambu, atau tebu.

Bumbu yang digunakan dalam sate lilit adalah bumbu yang terdiri dari bawang merah dan bawang putih, serai, dan daun jeruk. Sedangkan untuk bumbu sate pada umumnya menggunakan bumbu kacang. Karena proses pembuatan dan bumbu yang digunakan berbeda, rasa dari sate ini pun memiliki keunikan tersediri dengan cita rasa pedas, manis dan gurih dengan aromanya yang khas.

Kuliner ini merupakan salah satu makanan yang digunakan sebagai sesaji dalam upacara adat di Bali. Hal ini dikarenakan kuliner ini mengandung filosofi tersembunyi. Dari daging lilitnya yang melambangkan masyarakat Bali dan tusuk satenya sebagai pemersatunya. Maksud dari filosofi ini adalah kuliner ini menggambarkan masyarakat Bali yang selalu Bersatu dan tidak akan bercerai-berai.

Selain itu kuliner ini juga melambangkan kejantanan pria. Karena dalam upacara adat Bali, sate lilit selalu disajikan dalam jumlah yang banyak dan membutuhkan  banyak tenaga laki-laki untuk membuatnya. Dari proses yang menguras tenaga pria inilah yang membuat kuliner ini memiliki makna yang kuat dalam kehidupan dan kejantanan pria.

4. GUDEG

kulinermantap.com
kulinermantap.com

Jalan-jalan ke Jogjakarta tidak lengkap kalau tidak makan gudeg. Kuliner khas ini selalu mencuri perhatian baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Tapi taukah dibalik nikmatnya kuliner ini ada filosofinya yang unik.

Gudeg merupakan makanan yang berbahan dasar nangka muda atau orang jawa menyebutnya sayur Gori. Dalam prosesnya, daging nangka muda ini direbus dengan gula merah dan santan menggunakan api kecil dan periuk tanah liat di atas tungku. Dalam penyajiannya, gudeg ini disajikan dengan lauk telur, ayam, krecek dengan rasa yang gurih dan manis

Ada filosofi unik dari gudeg ini, yaitu orang jawa menyakini terdapat cerminan nilai kesabaran, ketenangan dan ketelitian. hal ini tercemin dari proses pembuatan gudeg yang begitu lama dan berjam-jam.

Nah, itulah kuliner khas Nusantara yang selain citarasanya enak tapi juga memiliki filosofi tersendiri bagi yang mempercayainya berdasarkan daerahnya masing-masing.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Angga Nila Riswandari