4 Media Sosial Yang Sering Digunakan Dalam Pembelajaran Sastra di Masa Pandemi

4 Media Sosial Yang Sering Digunakan Dalam Pembelajaran Sastra di Masa Pandemi

Media sosial adalah sebuah media daring atau online yang digunakan untuk berkomunikasi antar satu sama lain yang tanpa dibatasi oleh ruang ataupun waktu. Media sosial ini biasanya banyak memfasilitasi para pengguna untuk berkomunikasi, salah satu caranya adalah berkomunikasi secara langsung seperti tatap muka tetapi dari jauh walau hanya memandang layar ponsel ataupun PC. Seiring berkembangnya teknologi, semua orang dapat menikmatinya dan lebih efisien dalam penggunaan waktu.

Media sosial yang mudah diakses oleh siapa saja, penggunaan media sosial bagi kaum milenial kini berdampak pada tingkat literasi mereka. Untuk mendapatkan berita terbaru, materi terbaru, berita tentang pendidikan terbaru, bahkan sampai untuk mencari karya sastra terbaru saja sudah dapat kita akses di media sosial.

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa pemanfaatan teknologi khususnya internet pada saat ini adalah salah satu hal yang positif untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia yang sering kali menuntut sumber daya manusia khususnya bagi generasi milenial.

Baca juga  Menerobos Konvensi Karya Sastra

Pada pembelajaran bahasa Indonesia ini perlunya pemahaman materi yang mesti dilakukan secara langsung, tetapi akibat pandemi Covid-19 ini mengharuskan para siswa ataupun tenaga pendidik untuk melakukan pembelajaran secara daring atau online.

Sebelum adanya pandemi, pembelajaran daring juga sangat sering digunakan apalagi dengan para siswa yang sering disebut “anak milenial” yang dirasa menikmati karena pembelajaran daring yang dianggap kekinian.

Terdapat beberapa jenis Media Sosial yang sering digunakan oleh tenaga pengajar, yaitu:

1. Media Sosial Facebook.

Siapa yang tidak kenal dengan media sosial ini? Tentunya pasti semua orang sudah banyak mengetahui media ini. Media sosial ini marak digunakan mulai dari tahun 2000an. Seiring berkembangnya zaman, media sosial ini sering digunakan pada pembelajaran karena dianggap semua siswa pasti memiliki sebuah akun pada media sosial ini.

Terkhusus dalam pembelajaran sastra ini, banyaknya para pengajar juga menyediakan grup ataupun blog yang didalamnya beranggotakan siswa untuk mengirimi hasil karyanya. Bukan hanya itu, para siswa ataupun siswi juga dapat menikmati pembelajaran dari materi berupa gambar ataupun video animasi yang dikirim dikolom blog atau grup.

Baca juga  Selamat Hari Kasih Sayang

Dengan hal ini, membuat para siswa lebih menikmati pembelajaran sastra terlebih tidak bosan. Jika diperlukan tugas kelompok, para siswa dengan mudahnya membuat grup Facebook.

2. Media Sosial WhatsApp

Media sosial WhatsApp ini sering dikenal dengan media sosial yang bersifat privasi, media sosial ini hanya digunakan untuk berkomunikasi lanjut dengan orang-orang yang memiliki nomor ponselnya.

Dengan kata lain, media ini adalah slah satu media yang bersifat personal. Dalam pembelajaran, terkadang diperlukannya akses saling berkomunikasi langsung anatar tenaga pengajar dengan siswanya tersebut.

Para pengajar juga membuat grup (seperti Facebook) tetapi dengan akses privat dan hanya bisa diakses oleh para siswa yang hanya diinvite masuk ke dalam grup tersebut.

Para tenaga pengajar biasanya melakukan pembelajaran dengan menggunakan fitur WhatsaApp pesan suara yang sering digunakan pada contoh belajar membaca puisi.

Baca juga  5 Platform Media Sosial Ini Dapat Bantu Kamu dalam Mengembangkan Bisnis

3. Media Sosial Wattpad

Wattpad adalah salah satu aplikasi asal Kanada yang fungsi atau penggunaan aplikasinya untuk membaca ataupun mengirimkan karya dalam bentuk-bentuk bacaan artikel, puisi, pantun, cerita pendek, bahkan hingga novel yang biasanya di publis selama seminggu sekali.

Mengapa media sosial ini sering sekali digunakan dalam pembelajaran sastra? Karena dilihat dari fitur aplikasi ini sangat membantu sang siswa untuk percaya diri pada karya-karya sastra yang sudah mereka buat untuk di publis.

Hal ini pula yang memacu para siswa untuk sering membuat karya sastra lainnya dan mempunyai rasa semangat untuk terus mengolah dirinya.

4. Media Sosial Youtube

Siapa yang tidak mengenal aplikasi Youtube, sudah pasti aplikasi ini sangat amat banyak orang yang mengaksesnya. Aplikasi Youtube ini adalah aplikasi yang berbagi ataupun mengunggah video milik kita sendiri. Aplikasi ini salah satu aplikasi yang menunjang pembelajaran sastra.

Pada salah satu contohnya jika seorang pengajar memberi tugas untuk mengapresiasi suatu karya sastra, biasnaya para siswa diminta untuk mengunggah videonya tersebut dilaman youtube pribadi masing-masing.

Jadi menurut saya 4 media sosial yang sudah saya jelaskan diatas memiliki nilai penting dan memiliki manfaat-manfaat yang berguna untuk salah satu media dalam pembelajaran sastra.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rizka Maharani