4 Pantangan saat Hari Nyepi. Apa saja?

4 Pantangan saat Hari Nyepi. Apa saja?

Biasanya umat melaksanakan upacara Melasti di mana pada dua hari sebelum hari Nyepi mereka akan melakukan sembayang di laut dengan sarana persembahyangan yang diarak dari pura ke pantai.

Menjelang hari Nyepi atau satu hari sebelum hari H dimulai atau disebut Tawur Kesanga, berlangsung Ngerupuk yang identik dengan pawai ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh adalah boneka besar terbuat dari rangka bambu dan bubur kertas.

dilaksanakan selama 24 jam. Biasanya dimulai pukul 06.00 pagi – 06.00 pagi keesokan harinya.

Baca juga  Ayam Betutu dan Arti Kata Betutu, Khasnya Kuliner Bali

Saat melakuakan Nyepi ada larangan yang harus dipatuhi oleh umat yang disebut dengan Catur Brata Penyepian,  Lalu apa saja larangan yang tidak boleh atau pantang dilakukan saat hari Nyepi? Berikut ulasannya!

1. Amati karya

4 Pantangan saat Hari Nyepi. Apa saja?

Amati karya adalah larangan melakukan kegiatan dalam bentuk apapun saat Nyepi berlangsung, dengan maksud umat agar merenung dan mengevaluasi diri atas tindakan kurang baik yang pernah dilakukan.

Baca juga  Tradisi Mapeed, Tradisi Iring-Iringan dari Bali

2. Amati Geni

4 Pantangan saat Hari Nyepi. Apa saja?

Amati Geni adalah pantangan untuk menyalakan lampu, api dan benda elektronik di mana selama 24 jam tidak ada kegiatan yang memakai listri atau api termasuk juga internet. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk  simbolis melawan hawa nafsu dunia.

3. Amati Lelangun

4 Pantangan saat Hari Nyepi. Apa saja?

Amati lelangun adalah pantangan untuk bersenang-senang saat hari Nyepi. Umat diajak untuk sejenak berhenti dari segala bentuk kesenangan duniawi dan lebih fokus sembahyang.

Baca juga  Pengaruh Hindu - Buddha di Nusantara

Selama Nyepi tidak ada , toko dan tempat hiburan lainnya yang buka. Bahkan mereka juga berpuasa, tidak makan dan minum selama hari Nyepi.

4. Amati Lelungan

Demikian larangan yang harus dilakukan umat saat hari Nyepi. Walaupun larangan atau pantangan tersebut hanya berlaku untuk umat namun wisatawan atau masyarakat umum masih dapat beraktivitas seperti biasa asal tidak mengganggu kekhusyukan ibadah umat selama hari Nyepi.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

ofieTanpaKumis