5 Alasan Kamu Harus Membeli Baju Preloved


5 Alasan Kamu Harus Membeli Baju Preloved 1

Istilah preloved semakin naik pamor belakangan ini. Preloved merupakan barang yang sebelumnya sudah pernah digunakan orang lain kemudian berpindah tangan. Nah, preloved ini bisa barang yang dibeli atau pemberian orang lain sudah dipakai beberapa kali atau belum sempat digunakan.

Preloved merupakan sebutan lain untuk barang bekas. Konotasi bekas sepertinya kurang sedap untuk didengar. Dengan istilah preloved sepertinya memberikan kesan nilai lebih. Umumnya barang preloved yang diperjual belikan adalah baju bekas.

Di sini akan diuraikan beberapa alasan kenapa kamu harus membeli baju preloved. Berikut penjelannya.  

1. Tampil Stylish Dengan Sedikit Dana

Setiap orang tentu ingin tampil stylish. Terutama dari kaum wanita. Akan ada kepuasaan tersendiri jika menampilkan penampilan yang stylish di sehari-hari atau ditampilakan di media sosial. Apalagi di saat sekarang ini, orang-orang sangat melek untuk bermedia sosial.

Untuk tampil stylish tentu memerlukan biaya. Nah, baju preloved hadir menjadi solusi bagi yang dananya tidak mumpuni untuk berusaha tampil stylish. Baju preloved umumnya dibanderol dengan harga yang sangat murah. Kualitasnya juga tidak kalah jauh dengan kondisi baru.  

2. Barang Unik dan Branded

Selain dikenal dengan harga murah, tidak jarang kita akan menemukan baju dengan brand ternama. Bayangkan salah satu brand baju yang seharga ratusan ribu dapat diperoleh dengan hanya mengeluarkan uang puluhan ribu. Tentu saja harga yang ditawarkan tidak membuat kantong bolong.

Selain mendapat barang branded dengan harga sangat terjangkau, kita juga mendapatkan banyak pilihan baju-baju yang unik. Baju unik ini akan sangat cocok untuk di padu padankan sehingga mendapatkan tampilan yang diharapkan.

3. Banyak Menawarkan Pilihan Untuk OOTD

Jargon outfit of the day (OOTD) menjadi trend bagi kawula muda sekarang. Semua berlomba-lomba untuk menampilkan OOTD yang menarik. OOTD ini akan menghiasi feed Instagram dan media sosial lainnya.

Baju preloved tentu saja akan menawarkan banyak sekali pilihan. Sampai kamu sendiri akan kebingungan untuk menentukan pilihan yang tepat. Tawaran pilihan dari baju preloved sangat banyak pilihannya.

Tawaran pilihannya juga banyak beredar secara online di platform marketplace. Kita tentu akan sangat mudah untuk memilihnya. Tenang saja, banyak kok penjual baju preloved yang terpercaya walaupun dijual secara online.

4. Membantu Barang Tidak Terbuang Sia-Sia

Secara tidak sadar dengan membeli baju preloved, kita secara tidak langsung membantu dalam melestarikan lingkungan. Apa hubungannya dengan lingkungan ya?

Tidak terhitung banyaknya baju yang diproduksi terus menerus untuk mengikuti trend pasar yang berkembang. Baju bekas yang tidak ingin dipakai lagi tentu akan membuat gunungan sampah. Dengan memanfaatkan baju bekas ini dan menjualkannya kembali akan mengurangi jumlah sampah.

5. Membantu Pelaku Usaha Kecil

Satu hal lain yang cukup mulia dilakukan oleh pembeli adalah dapat membantu pelaku usaha kecil untuk terus hidup. Penjualan baju preloved ini kebanyakan dijalankan oleh para pelaku usaha kecil. Mengingat dengan harganya yang murah sehingga bisa dimulai dengan modal yang terjangkau.

Dari sini akan terjadi simbiosis mutualisme. Bagi penjual dan pembeli baju preloved ini akan sama-sama menadapat keuntungan. Penjual mendapat tambahan penghasilan dan pembeli mendapatkan barang yang diharapkan dengan harga murah.

Pasar baju preloved ini pasarnya sudah cukup banyak dan tidak menutup kemungkinan akan berkembang terus.  Kualitas baju yang ditawarkan juga semakin membaik dan beragam pilihan dan mode mengikuti trend terkini.

Semua memang dikembalikan pilihan ke masing-masing. Dari uraian yang  dijelaskan diatas menyatakan, bahwa tidak ada salahnya jika mencoba untuk membeli baju preloved.  

 


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ian Bangun

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap