5 Cara Memulai Langkah Menjadi Freelancer


5 Cara Memulai Langkah Menjadi Freelancer

Menjadi pekerja lepas atau freelancer semakin digemari saat ini. Bagaimana cara memulai langkah menjadi freelancer? Apa saja yang harus disiapkan? 

Untungnya, saat ini semakin mudah bagi siapa saja untuk menjadi seorang freelancer.

Karena semenjak pandemi, kini banyak orang yang menyadari jika mereka bisa mencari pekerjaan dari mana saja. Tanpa harus terikat kontrak yang njlimet dan aturan kantor lainnya. 

Dengan menjadi freelancer kamu juga akan terbebas dari gosip kantor yang kadang tidak berperikemanusiaan itu!

Tapi, bagaimana cara memulai langkah menjadi freelancer? Simak terus ya! 

1. Kamu Harus Tahu Kemana Tujuan Kamu

Jika kamu ditanya akan pergi kemana, kamu pasti sudah tahu tujuan kamu bukan? Misalnya saja ke kantor, ke tempat tidur, ke rumah mantan, dan sebagainya. Atau ke lokasi tertentu seperti ke Bali, Bandung, Jakarta, atau tempat lainnya. 

Semakin jelas kamu tahu tujuan kamu, akan semakin mudah kamu mencari rute. Begitu juga jika kamu ingin menjadi freelancer.

Cara memulai langkah pertama sebagai freelancer adalah kamu harus tahu apa tujuan kamu. 

Apakah kamu ingin mendapatkan pekerjaan tanpa terbentur waktu? Apakah kamu ingin bekerja dari mana saja? Apakah kamu ingin merasakan pengalaman bekerja bersama orang asing? 

Apa kira-kira tujuan kamu?

2. Cari Alasan “Mengapa.” 

  Foto oleh Kelly L dari Pexels

Seorang pembicara Ted terkenal bernama Simon Sinek pernah menulis tentang “Mulailah dari pertanyaan ‘mengapa.’ 

Semakin kamu menemukan jawaban ‘mengapa’ dari perjalanan kamu menjadi freelancer, maka akan semakin mudah langkahmu ke depan.

Tanyakan kepada diri sendiri mengapa kamu ingin menjadi seorang freelancer. 

Apakah kamu:

  • Mencari penghasilan tambahan
  • Ingin mencari pengganti sumber penghasilan utama?
  • Berapa banyak penghasilan yang ingin kamu dapatkan dari dunia pekerja lepas?

Jawaban dari pertanyaan ‘mengapa’ ini akan memudahkan kamu saat mengarungi dunia freelance nantinya.

Karena setiap kali kamu kehilangan semangat, kamu ingat kembali apa alasan kamu saat memulai langkah menjadi freelancer. 

3. Pilih Kemampuan Apa yang Akan Kamu Tawarkan

 Ilustrasi fotografer independen. Foto oleh Mohamed Almari dari Pexels

Ada banyak sekali kemampuan yang dapat kamu jual. Apakah kamu hebat mengambil foto? Atau kamu jago sekali menerjemahkan bahasa asing? Bisa jadi kamu sangat lihai memainkan jari jemari di atas piano? 

Dengan memilih kemampuan terbaik kamu, maka kamu akan membuat sebuah kesan kepada calon klien kamu. Kemampuan atau skill kamu adalah aset kamu yang terbesar. 

Jika kamu sudah menemukan kemampuan terbaik kamu, cari apa yang membedakanmu dengan yang lain.

Dengan begitu kamu akan menjadi seorang freelancer yang handal dan unik. 

4. Tentukan Klien Seperti Apa yang Kamu Inginkan

Ilustrasi kesepakatan dengan klien.  Foto oleh fauxels dari Pexels

Banyak freelancer yang gagal menentukan tipe klien seperti apa yang mereka cari saat memulai langkah menjadi freelancer.

Menemukan kemampuan dan keahlian kamu memang sangat baik. Namun kamu juga perlu mencari klien seperti apa yang kamu inginkan. 

Dalam dunia bisnis, jenis klien ini dapat disamakan dengan persona. Persona adalah gambaran orang yang ingin kamu jadikan klien atau pembeli. 

Pikirkan beberapa hal berikut:

  • Dengan orang seperti apa kamu ingin bekerjasama?
  • Apakah ia pria atau wanita? 
  • Berapa rentang usianya?
  • Bidang apa yang dijalankan klien? 
  • Berada dimana lokasi klien saat ini?
  • Berapa lama kamu akan bekerja bersama mereka?
  • Dll

Buatlah daftar pertanyaan sebanyak mungkin agar kamu mendapatkan jenis klien yang kamu jadikan incaran.

Misalnya kamu ingin menjual jasa kepada “Pemilik UMKM.” Maka tambahkan rinciannya.

Apakah kamu akan menjual jasa kamu kepada “Pemilik UMKM Kuliner,” “Pemilik UMKM Peternakan,” atau “Pemilik UMKM Coffeeshop di Surabaya,” dan sebagainya. 

Dengan mengetahui jenis klien seperti apa yang kamu inginkan, kamu akan mudah mengevaluasi apakah bidang jasa kamu sudah sesuai.

Kamu juga dapat menilai apakah sasaran kamu sudah tepat. Jika belum, apa saja yang perlu kamu perbaiki agar kamu benar-benar mendapatkan klien yang kamu inginkan. 

5. Buat Portfolio yang Menarik

  Ilustrasi seorang pria sedang melihat portfolio. Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels

Jika kamu baru memulai langkah menjadi freelancer maka kamu perlu membuat portfolio yang menarik.

Ingat, kamu belum memiliki pengalaman kerja bukan? Maka dari itu buatlah sekumpulan portfolio yang berkualitas baik. Sehingga calon klien dapat melihat contoh pekerjaan kamu. 

Kamu dapat mengumpulkan portfolio ke dalam sebuah blog misalnya. Nantinya jika klien ingin melihat contoh pekerjaan kamu, kamu cukup memberikan tautan menuju blog pribadi kamu itu. 

Semakin lengkap dan menarik portfolio yang kamu miliki, akan semakin besar peluang kamu untuk mendapatkan calon klien yang berkualitas tinggi dengan bayaran mengesankan. 

***

Baru memulai langkah menjadi freelancer? Ada beberapa cara agar diri kamu semakin siap menjajaki dunia pekerja lepas.

Persiapkan diri kamu sebaik-baiknya, tingkatkan terus kualitas pekerjaan kamu, dan promosikan terus pekerjaan kamu sesering mungkin di media sosial. 

Dengan begitu calon klien akan semakin mudah menemukan kamu. Semakin banyak yang menemukan dirimu akan lebih lebar pula peluang kamu untuk hidup makmur dan bahagia sebagai freelancer!