5 Cara Menjadi Pendengar yang Baik

5 Cara Menjadi Pendengar yang Baik

Tentu kita pernah mencurahkan isi hati kepada sahabat atau orang-orang terdekat.

Dengan bercerita, terkadang beban di dada serasa berkurang jumlahnya dan kita akan merasa lega.

Ketika kita tertimpa masalah, tentu kita membutuhkan orang lain untuk sekadar berkeluh kesah dan berbagi cerita.

Begitu pula jika kita mempunyai berita bahagia, kita juga akan membagikannya. Istilah kekiniannya curhat.

 Saat sahabat atau orang terdekatmu berkeluh kesah, apa yang kamu lakukan? Menjadi pendengar yang baik atau tanpa kamu sadari, kamu malah mengabaikannya? 

Menjadi pendengar yang baik bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Lalu bagaimanakah respon yang tepat ketika kamu dijadikan tempat curhat oleh sahabat atau orang terdekat? Simak beberapa cara di bawah ini:

1. Fokus

Siapa di sini yang ketika sahabatnya curhat malah asyik dengan ponselnya? Ketika sahabatmu mencurahkan isi hatinya, berusahalah untuk fokus.

Baca juga  3 Rekomendasi Film Bertemakan Friendzone

Taruh ponselmu dan dengarkanlah curahan hatinya. Kita tidak tahu seberapa lama dia mengumpulkan keberanian untuk bercerita.

Jika kamu tidak fokus, tentu dia merasa tidak dihargai dan tidak merasa didengarkan.

Mungkin saja hanya kamu orang yang dipilih untuk mendengarkan curahan hatinya.

Berikan reaksi kecil tanda kamu mendengarkannya. Maka sahabatmu akan merasa nyaman mencurahkan isi hatinya.

2. Dengarkan sampai Selesai

Ketika mendengarkan curahan hati sahabatmu, biarkan dia bercerita hingga selesai. Jangan memotong pembicaraannya ataupun mendengarkan hanya setengah-setengah.

Dengarkan dengan sabar ketika dia ingin menceritakan semuanya secara mendetail.

Sebab jika kita hanya mendengarkan setengah-setengah bisa saja menimbulkan kesalahpahaman.

Sebab informasi yang tersampaikan tidak utuh. Jangan sampai malahan ajang curhat ini merusak hubungan persahabatanmu ya.

Baca juga  5 Hal Istimewa Yang Hanya Bisa Kamu Rasakan Jika Memiliki Sosok Sahabat Sejati

3. Peduli

Ketika menjadi pendengar, tunjukan bahwa kita peduli dengan masalah yang sedang dia hadapi.

Sekecil apa pun masalahnya, jangan pernah meremehkannya. Sebab bisa saja yang remeh menurut kita, malahan menjadi masalah yang berat baginya.

Menepuk lembut pundaknya ataupun memberikan selembar tisu untuk menyeka air matanya merupakan salah satu tindakan kecil yang menandakan bahwa kamu peduli.

4. Berikan Nasihat jika diminta

Tidak semua orang berkisah untuk diberi nasihat. Ada kalanya seseorang berkisah untuk mengurangi beban yang menumpuk di dadanya dan dia hanya perlu didengarkan.

Sebagai pendengar yang baik, kamu harus pandai melihat situasi. Apakah sahabatmu berkisah untuk mendapatkan solusi darimu atau sekadar memerlukan seseorang yang mau mendengarkan keluh kesahnya?

Berikan nasihat dan solusi ketika dia memintanya.

Baca juga  Jangan Dimusuhi! Berikut 5 Tips Menjadi Teman Seorang Autisme

Sampaikan dengan cara yang baik agar tidak terkesan menggurui ataupun menyalahkannya.

5. Simpan Informasi untukmu Sendiri

Tidak semua orang mudah untuk memilih teman bercerita. Ketika dia memilihmu sebagai pendengar, itu artinya dia percaya bahwa kamu adalah sahabat yang baik.

Oleh sebab itu, jangan sekali-sekali menjadikan curahan hati sahabatmu sebagai bahan gosip. Bayangkan jika kamu di posisinya.

Mungkin saja suatu saat kamu yang akan curhat kepadanya. Tentu kamu tidak ingin masalah yang kamu hadapi menjadi konsumsi publik bukan?

Jagalah kepercayaan sahabatmu dengan baik, sebab dengan begitu persahabatan kalian akan terjaga.

Mendengarkan orang lain memang perkara rumit. Namun, jika kita menyadari bahwa dengan menjadi pendengar yang baik kita bisa membantu meringankan beban pikiran orang lain, tentu hal itu akan menjadi mudah.

Menjadi pendengar yang baik akan membuat kita lebih didengarkan oleh orang lain, sehingga kelak ketika giliran kita yang perlu didengarkan, maka orang lain tidak akan ragu untuk mendengarkan kita.

Bagaimana, sudah siapkah kamu menjadi pendengar yang baik bagi sahabat dan orang terdekatmu?

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Yusi Kurniati