5 Fakta Pulau Ular di Bima Nusa Tenggara Barat

5 Fakta Pulau Ular di Bima Nusa Tenggara Barat 1

jangan mengaku kamu adalah pencinta reptil, jika belum pernah berkunjung ke pulau ini! 🙂

Penghuni pulau ini adalah ratusan ular dan beberapa jenis Spesies tumbuhan, tidak ada manusia yang tinggal di pulau ini. Selain terkenal sebagai tempat wisata, pulau ini juga punya sejarah tersendiri loh. kira- kira bagaimana sih sejarah sertakeunikan lain dari pulau ini?. Yuk langsung saja kita simak bareng-bareng !

Ular penghuni pulau ini ternyata sangat berbisa dan berbahaya

Ular Laut Erabu
Ular Laut Erabu

Ular yang tinggal di pulau ini memiliki nama latin Laticauda Colubrina atau yang dikenal dalam bahasa indonesia ular ini sering di sapa dengan Ular Laut Erabu, Ular laut erabu ini memiliki ciri khas warna belang abu-abu hitam pada tubuhnya, berkepala kecil dan memiliki panjang sekitar87-150cm. Walaupun ular ini memiliki bisa yang mematikan, ular ini tidak berbahaya bagi manusia. Hal ini terjadi karena, ular ini tidak melihat penyelamatau perenang sebagai musuh yang membahayakan dan ular laut erabu ini jarang sekali menggigit

Pemandangan yang cantik

5 Fakta Pulau Ular di Bima Nusa Tenggara Barat 3

Menurut legenda pada zaman Kerajaan Bima, saat kerajaan di pimpin oleh Raja Indra Kumala, Terjadi peperangan antara Kerajaan Bima Provinsi NTB dan Kerajaaan Flores Provinsi NTT. Dalam peperangan tersebut Kerajaan Bima,berhasil memenangkan peperangan, berhasil menguasai pulau ular serta dan beberapa wilayah lainnya di flores serta memegang penuh peraturah seluruhkerajaan Flores. Setelah sekian lama tunduk dan takluk pada Kerajaan Bima,Kerajaan Flores mulai bangkit kembali untuk menyusun perebutan wilayahnya kembali. Bahkan kerajaan flores ini juga merencanakan untuk bekerja sama dengan pemerintahan Belanda untuk merebut kembali kekuasaannya.

Sangat disayangkan karena rencana yang akan dilakukan oleh Kerajaan Flores ini di ketahui oleh Raja Indra kumala, setelah itu Raja Kumala langsung mempersiapkan prajurit untuk menghancurkan bibit-bibit pemberontak dan Prajurit Belanda. Kemdian Kerajaan Bima melakukan pencegatan musuh di selat Sape tepatnya di wilayah timur bima yang sekarang menjadi kecamatan sape. ditempat ini terjadilah peperangan yang pada akhirnya berhasil di menangkan oleh Kerajaan Bima, mereka membawa tahanan bekas bibit-bibit pemberontak dari Kerajaan Flores ke sebuah pulau yang bernama Gili Banta yang dimana pulau iniberlokasi di antara perbatasan wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan NusaTenggara Timur.

Sedangkan Para Petinggi dari Kerajaan Flores dan Pemimpin dari Prajurit Belanda di tahan di bagian utara bima tepatnya di kecamatan Wera disinilah mereka dikutuk oleh Raja Indra Kumala menjadi binatang Ular seangkan kapalnya dikutuk menjadi pulau sedangkan tiang kapal dikutuk menjadi pulu kamboja yang sampai sekarang masih hidup, pulau tersebut sekarang dikenal dengan nama pulau ular.

Menyimpan Sejarah Legenda pada Zaman Kerajaan 

Selain terkenal dengan keunikan dan sejarahnya, pulauini memiliki pemandangan yang menakjubkan, karena letaknya yang berada ditengahlaut pemandangan air yang biru dari atas pulau ini. Selain itu, disekitar pesisir pantai ini terdapat beberapa mata air. Uniknya air yang keluar dari pesisir pantai ini adalah air tawar, sayangnya saat air sedang pasang mata airini akan tenggelam. Warga setempat memberi nama mata air ini dengan nama “Oimada Ma caba” yang artinya mata air yang tawar.

Larangan yang ada di pulau ini

Saat kalian sampai di pulau ular, hal pertama yang tidak boleh kalian lakukan adalah menangkap sendiri ular yang ada di pulau ini,hal ini dikarenakan ular yang berada di pulau ini harus di tangkap terlebih dahulu oleh penduduk asli setempat. Setelah itu, penggunjung boleh memegang ular yang telah di tangkap terlebih dahulu oleh penduduk setempat. Selain itu, kalian juga dilarang keras untuk membawa pulang ular yang berasal dari pulau ini. Karena masyarakat setempat percaya siapapun yang membawa pulang ular ini maka ia tidakakan sampai kerumah dengan selamat.

Akomodasi menuju pulau ular

Jika kamu datang dari luar kota dan menggunakan pesawat,dari Banda Sultan Muhammad Salahudin Bisa menggunakan Taksi nah, for your information di Bima belum ada Taksi Online atau Taksi pada umumnya seperti Taksi Blue Bird yang ada di daerah jawa dan sekitarnya, disini biasanya taksi disana adalah mobil antar jemput yang biasanya staydi bandara. Jika kalian tidak berminat untuk menggunakan taksi. Kalian bisa menggunakan alternatif transportasi lain seperti ojek yang biasanya mangkal didepan bandara.

Setelah kalian menetapkan untuk memakai transporatasi yangkalian minati, kalian bisa langsung menuju ke Terminal Dara. Lalu naik Bus  menuju ke Terminal Tawali Kecamatan Wera, yangakan kalian tempuh selama 1 jam 35 menit. Setelah sampai, kalian harus menaiki ojeklagi sekitar 57 menit ke Desa Pai. Dari Desa Pai kalian bisa langsung menaikiperahu selama 15 menit untuk sampai di pulau ular.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

ainimfliha_