5 Fakta Tentang Jin Dalam Islam

5 Fakta Tentang Jin Dalam Islam

adalah salah satu makhluk ciptaan Allah maka sebagai seorang , kita wajib percaya dengan keberadaan meski dia ghaib atau tidak kasat mata. Percaya dengan adanya sesuatu yang ghoib merupakan hal yang fundamental  bagi seorang . Allah menciptakan makhluk yang kasat mata dan tidak kasat mata (ghaib) dan adalah salah satu makhluk yang ghaib.

Karena pengetahuan yang minim, seringkali membuat kita menghubungkan dengan sesuatu yang menakutkan atau horor . Sebagai seorang , kita wajib tahu, lho bagaimana yang sebenarnya, maka dari itu simak, ya 5 fakta tentang menurut di bawah ini!

1.   diciptakan dari percikan api neraka

5 Fakta Tentang Jin Dalam Islam

Kalau manusia diciptakan dari saripati tanah, malaikat dari cahaya, maka diciptakan oleh Allah dari percikan api neraka yang sangat panas. Mengenai hal ini, tercantum dalam firman Allah Arrahman 15, “Dan Dia menciptakan dari percikan api neraka.”

Meski dicptakan dari api, bukan berarti lebih mulai dari manusia yang diciptakan dari tanah, lho. Kedudukannya tetap lebih mulia manusia daripada . Mengenai kemuliaan manusia di atas makhluk lain sudah Allah sebutkan dalam Al Israa 70 yang artinya, “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan , Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna dibandingkan kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

Baca juga  Filosofi Islam Normatif Sebagai Pendekatan Dalam Studi Keislaman

2. Jin diciptakan untuk beribadah

5 Fakta Tentang Jin Dalam Islam

Sebagaimana manusia, maka tujuan penciptakan jin juga agar beribadah kepada Allah. di bawah ini menjelaskan tentang tujuan penciptakan jin dan manusia.

“Tidakkah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” ( Adz dzariat: 56)

Dari sini kita bisa tahu, kan bahwa ternyata jin beribadah juga kepada Allah sebagaimana manusia maka jin tak ubahnya seperti manusia terkait aktivitas beribadah ini yaitu ada yang taat dan ada yang membangkang atau tidak mau ibadah. Ada jin jahat dan ada pula jin sholeh/sholehah seperti halnya manusia. Hal ini termuat dalam Al Jin 11, “Dan sesungguhnya di antara kami (Jin) ada yang sholeh dan di antara kami ada yang tidak demikian kami berbeda beda jalan hidup kami.”

3. Jin diberi kemampuan yang tidak dimiliki oleh manusia

5 Fakta Tentang Jin Dalam Islam

Sudah digariskan Allah bahwa jin memiliki kemampuan yang tidak dimiliki manusia. Diantaranya adalah :

1. Jin bisa merubah wujudnya menjadi makhluk lain, seperti manusia dan binatang. Meski jin bisa merubah wujudnya menjadi manusia siapa saja namun, dia tidak bisa merubah wujud menjadi Nabi Muhammad.

2. Jin mampu melihat wujud manusia namun, manusia tidak mampu melihat wujud asli jin. Manusia mampu melihat jin bila jin tersebut merubah wujudnya menjadi manusia atau binatang. “Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang jamu tidak bisa melihat mereka.” (QS Al A’raf 27 )

Baca juga  Mengenal Ciri-Ciri Surat Makkiyah dan Madaniyah Dalam Alquran

Meski jin memiliki kemampuan yang tidak dimiliki manusia namun, kedudukan manusia tetap lebih mulia daripada jin, seperti sudah disebutkan di atas. Selain itu, semua nabi atau rasul dari golongan manusia, tidak ada yang dari golongan jin. Ini salah satu bukti bahwa manusia lebih mulia dari jin.

4. Jin tidak mengatahui masalah ghaib

5 Fakta Tentang Jin Dalam Islam

Jin adalah makhluk ghaib tetapi, dia tidak mengetahui hal-hal yang ghaib, seperti kapan seseorang akan meninggal, kapan seseorang akan mendapatkan rezeki atau jodoh, dan lain sebagainya. Jadi buat kamu yang tidak usah percaya lagi pada ramalan bahwa kamu akan celaka, kamu akan mendapat keuntungan ,dan ramalan-ramalan lainnya. Percaya pada ramalan-ramalan hanya akan mengotori keimanan kamu sebagai .

Pada zaman Nabi Sulaiman, kebohongan jin terbongkar. Jin mengaku mengetahui hal ghaib namun anehnya, jin tidak mengetahui bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal setahun yang lalu. Jin mengira Nabi Sulaiman masih hidup karena beliau meninggal dalam posisi berdiri. Andaikan jin mengetahui hal ghaib, tentu jin mengetahui bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal. Kisah ini terangkum dalam Assaba 14, “Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan.”

Baca juga  Kebijakan Islam dalam Pengatasan Kemiskinan

5. Jin takut kepada manusia

5 Fakta Tentang Jin Dalam Islam

Manusia sudah ditakdirkan menjadi makhluk lebih mulia daripada jin tetapi kita seringkali merasa takut dan bahkan sampai meminta pertolongan jin lewat perantara dukun padahal jin takut kepada manusia sebagaimana manusia takut kepada jin. Selama kita menjadi yang taat kepada Allah maka jin otomatis akan takut, kok dengan kita. Mengenai kemuliaan manusia ini telah Allah tetapkan dalam Al Isra 70 yang artinya, “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

Supaya kamu tidak takut lagi dengan jin, tingkatkan ketaqwaan kepada Allah dan upgrade terus ilmu kita tentang , termasuk pengetahuan tentang jin. Hindari informasi-informasi menyesatkan mengenai jin, seperti pada tontonan dan bacaan horor yang cenderung membuat takut. Yakinlah, selama di jalan Allah yang lurus dan tidak melanggar laranganNya, jin akan takut dengan sendirinya terhadap kita.

Itulah 5 fakta tentang jin yang harus diketahui oleh seorang . Sekarang, jangan lagi takut kepada Jin, ya. Takut dan meminta pertolongan hanya kepada Allah saja.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

A Yahya Hastuti