5 Fakta Unik Lipa’ Sabbe Sarung Khas Bugis, Ada Sarung Untuk Bersenggama

5 Fakta Unik Lipa’ Sabbe Sarung Khas Bugis, Ada Sarung Untuk Bersenggama 1

Lipa’sabbe adalah sarung khas Bugis Sulawesi Selatan yang warna dan coraknya sangat menarik. Sarung khas Bugis ini digunakan oleh pria dan wanita. Jika dipakai wanita lipa’sabbe dipasang dengan baju bodo atau baju labbu sedang pria dipasangkan dengan jas tutu’. Berikut ini lima fakta unik dari lipa’sabbe, yaitu:

1. Terbuat dari benang sutra

Lipa’sabbe artinya adalah sarung sutra. Sarung ini tergolong mahal karena benangnya berasal dari kepompong ulat sutra sering disebut pupa. Masyarakat setempat menyebutnya kokon.

Jenis sutra yang dipakai berasal dari kepompong larva ulat sutra murbei, spesies Bombyx mori. Kokon tersebut harus direbus dahulu untuk mendapatkan benang sutra lalu dipintal menjadi sarung

2. Dibuat melalui proses penenunan

Lipa’sabbe telah dikenal sejak abad ke 14. Daerah penghasil sarung tersebut adalah kabupaten Wajo dan Soppeng Sulawesi Selatan.

Di daerah ini kegiatan wanita sehari-harinya adalah menenun. Sehingga tidak mengherankan jika daerah ini sebagai salah satu penghasil lipa’ Sabbe.

Alat tenun yang digunakan masih tergolong tradisional yaitu alat tenun  gedongan.

3. Motif lipa’ sabbe

Ada enam jenis motif yang terdapat pada lipa’ sabbe. Motif tersebut memilik makna yang dikaitkan dengan kehidupan masyarakatnya. Beberapa motif lipa’ sabbe yang terkenal adalah:

5 Fakta Unik Lipa’ Sabbe Sarung Khas Bugis, Ada Sarung Untuk Bersenggama 3
  • Motif balo renni: terdiri dari garis tipis vertikal dan horizontal membentuk kotak- kotak kecil. Motif ini dipakai oleh para wanita yang belum menikah.
  • Motif balo lobang: terdiri dari garis tebal vertikal dan horizontal membentuk kotak besar. Motif ini dipakai oleh para pria yang belum menikah.  
  • Motif bombang: terdiri dari susunan segitiga sama sisi yang saling berjejer atau zig zag. Motif ini menggambarkan jiwa masyarakat Bugis terkenal sebagai pelaut.  
  • Motif balo tettong: motif hanya garis vertikal atau garis lurus.  
  • Motif makkalu: motif hanya garis horizontal atau melingkar.  
  • Motif cobo’: motif ini sama dengan motif bombang hanya pada motif cobo’ bentuk segitiga lebih ramping atau segitiga sama kaki. Motif cobo’ sering digunakan pada proses pendekatan hingga  lamaran pada adat Bugis. Motif ini menggambarkan keteguhan hati dari sang pria dan keluarganya untuk melamar gadis pujaan.  
  •  Motif moppang

4. Arti warna lipa’ sabbe bagi pengguna

Pada zaman dahulu warna pada lipa’ sabbe dapat menunjuk status dari pemakainya terutama untuk kaum wanitanya. Warna-warna tersebut adalah:

  • Warna merah atau hijau digunakan bagi kaum ningrat atau bangsawan.
  • Warna muda dan lembut seperti merah muda, hijau muda, biru muda, menandakan pemakainya seorang gadis remaja.
  • Warna hitam digunakan wanita yang telah berumur atau sudah menikah.
  • Warna putih untuk pengasuh yang berada di lingkungan kerajaan.
  • Warna cerah seperti jingga, merah menandakan pemakainya adalah seorang janda.

5. Motif moppang, sarung untuk bersenggama

Di antara motif lipa’ sabbe yang disebut di atas motif moppang sudah punah. Lipa’ sabbe motif ini hanya dimiliki oleh pasangan suami istri dan tabu dipakai keluar dari kamar. Bahkan sarung  ini ditaruh tersembunyi dikamar, tidak boleh ada yang melihatnya. Dan sarung ini juga tidak pernah di cuci. Saat melakukan hubungan, suami istri masuk ke dalam sarung tersebut. Dahulu kala seorang gadis bugis yang akan menikah akan membuat sarung motif ini yang akan dipakai bersama suaminya nanti. Ukuran dari sarung ini lebih besar dari ukuran sarung normal. Jika terjadi perceraian atau salah satu meninggal maka sarung ini akan dibakar.

Lippa’ sabbe pada saat ini sudah banyak coraknya. Pemakainya juga sudah bebas tidak terikat lagi oleh warna dan corak. Hanya  disesuaikan dengan waktu dan kondisi. Apakah kamu tertarik menggunakan sarung khas Bugis ini? Motif dan warna apa yang paling disukai?

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Andi Nitha Nahfiah