5 Hal yang Kamu Harus Ketahui tentang Punthuk Setumbu


5 Hal yang Kamu Harus Ketahui tentang Punthuk Setumbu

Mau menikmati sunrise magis, tapi ogah hiking yang susah dan berbahaya? Ada lho tempat bernama Puthuk Setumbu di . Letaknya tak jauh dari kota , hanya sekitar 40 menit naik mobil.

Jalanannya pun sudah rapi dan mulus. Tapi sebelum kesana, intip dulu apa saja yang menarik tentang .

Jadi Background di Film AADC 2

Siapa yang tak tahu adegan romantis Rangga dan Cinta yang berlatar ? Memang gara-gara film itu, jadi dikenal dan dinikmati banyak wisatawan.

Sebenarnya tempat ini sudah lama ada sebelum film itu. Kompas bahkan sudah menerbitkan spot ini sebagai halaman muka di tahun 2004.

Bapak Suparno, Sang Penemu Spot

Spot ini ditemukan oleh Bapak Suparno, atau kerap dipanggil Pak Parno, seorang fotografer senior. Pak Parno adalah fotografer warisan budaya yang sudah terkenal dengan berbagai penelitian di seluruh Indonesia. Ia terutama memotret Candi Borobudur dan beberapa candi lainnya sejak pertengahan 1970an.

Salah satu buku yang banyak memuat potret-potret karya Suparno, adalah “Borobudur, Majestic Mysterious Magnificent”, terbitan PT (Persero) Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (2011).

Kini Pak Parno mengelola rumah makan nasi dan bakmi goreng Pak Parno di Jl. Bimo, Dusun XIII, . Ada bermacam menu di sini selain nasi dan bakmi goreng. Ada nasi dan bakmi godok, ayam rica-rica, dan es jeruk spesial. Tempatnya pun enak untuk nongkrong.

Duapuluh Ribu dan 300 Step Menuju Surga

Sebelum menikmati sunrise magis, kita berpartisipasi dengan membayar Rp20.000 HTM untuk wisatawan domestik dan Rp50.000 untuk wisatawan asing. Setelah itu, bersiaplah untuk menaiki 300an anak tangga.

Anak tangganya sudah bagus, dilapisi batu-batu yang kokoh. Jarak antara anak tangganya pun tidak terlalu jauh. Jangan kuatir lapar dan haus saat naik tangga. Banyak pedagang makanan dan minuman yang siap menyajikan mamin panas maupun dingin.

Bisa Fotoan dengan Burung Hantu

Di sini ada yang menawarkan foto dengan burung hantu. Jinak tentunya. Burungnya bisa terbang lalu kembali ke situ.

Oh ya, fotonya gak perlu malam, soalnya burung hantunya sudah terbiasa untuk bangun waktu pagi dan tidur waktu malam. Jangan rebutan juga, ada 4 burung kok, bisa fotoan keluarga dengan masing-masing bawa 1 burung.

Lihat Gereja Ayam dari Atas

Ayam atau merpati? Enggak perlu dipikirin deh. Nama aslinya toh Rumah Doa Bukit Rhema, yang sayangnya terpaksa ditutup sejak tahun 2000.

Dilihat dari atas dan dikelilingi oleh pemandangan gunung membuat bangunan ini unik dan menarik.

Mengayun ke langit

Di spot ini kamu juga bisa mencoba ayunan tidak ada dasarnya. Deg-degan tapi asiiiik. Bapak-bapak yang membantunya pun baik-baik.

Oh ya, mereka senang lho kalau kamu kasih tips. Soalnya selain bantu mengayun, mereka juga jadi fotografer sehingga kamu punya kenangan terindah di situ.

Nah tips terakhir. Jangan sampai kesiangan sampai ke sana ya. Paling tidak berangkatlah dari jam 4.00, supaya punya waktu untuk napas waktu sudah sampai pelataran, dan tetap tidak ketinggalan rasa mistis yang ada di .

Baca Juga

Exit mobile version