5 Nilai Etika Protestan Max Weber, Kunci kemajuan bangsa Eropa


5 Nilai Etika Protestan Max Weber, Kunci kemajuan bangsa Eropa

Hampir setiap orang meyakini bahwa kunci dari kesuksesan seseorang tergantung bagaimana ia memiliki etos/etika kerja yang baik. Berbicara menggenai etika kerja, pada tahun 1904 seorang sosiolog terkenal dari Jerman bernama (1864-1920) menggeluarkan sebuah karya esai yang populer hingga saat ini dengan judul Etika dan Semangat . Dalam karya tersebut diperkenalkan konsep Etika Kerja yang melahirkan semangat baru di kala itu.

Pemikiran Weber mengenai Etika sangat bertolak belakang dengan pemikiran Karl Max yang menyatakan bahwa semakin rendah ekonomi seseorang maka semakin kuat tingkat keimananya, sementara Weber berpendapat bahwa semakin kuat nilai ritual khususnya kepercayaan dapat mempengaruhi munculnya semangat .

Sebuah konsep nilai etika ala Weber nyatanya memberikan dampak implikasi serius dalam pengukuran etos kerja keagamaan yang berkaitan dengan semangat kesuksesan kebutuhan ekonomi. Dalam hal ini berarti sukses hidup di dunia akan membawa pada masa depan yang baik di akhirat dengan “jaminan” masuk surga, sebaliknya kegagalan yang tentu berhimpitan dengan kemiskinan dan keterbelakangan akan menjadi “jaminan” pula bagi individu itu masuk neraka.

Menurut Weber, Dalam menerapkan Etika masyarakat dinilai melahirkan era yang baru dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi disana. Seperti yang diketahui adalah faham dimana sitem ekonomi termasuk modal, alat, dan perdaganan dikendalikan oleh perorangan demi memperoleh keuntungan.

Sejak gerakan /Calvinis yang diproklamirkan oleh Martin Luther mulai masif pada abad ke-18 dan 19 di , perkembangan ekonomi kapitalis di sana berubah tumbuh menjadi sedemikian pesat. Imbasnya seperti yang kita lihat Ekonomi di bisa dinilai sebagai salah satu ekonomi yang maju didunia. Nah, kalian penasaran mengenai nilai Etika ala yang membuat ekonomi di maju, berikut penulis rangkum.

  1. Bekerja merupakan ibadah kepada Tuhan, bukan hannya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup .
  2. Hidup hemat, rajin bekerja, disipilin sebagai bentuk rasa syukur terjadap Tuhan.
  3. Hidup santai dan bersenang-senang adalah dosa yang menjeremuskan kepada neraka.
  4. kaum /Calvinis meyakini bahwa mereka tidak akan diberi ganjaran oleh tuhan kecuali mereka sukses dalam kehidupan. Hal ini menuntut manusia harus terus Bekerja.
  5. Bekerja tekun bukan alat untuk keselamatan tetapi merupakan tanda bahwa ia telah dirahmati oleh Tuhan

Dalam teori Etika ini setidaknya mengkombinasikan tiga unsur pendekatan yaitu pendekatan ilmu sosial, pendekatan ilmu teologi, dan pendekatan Ekonomi. Intinya teori Weber mengenai etika adalah mendorong untuk memusatkan diri pada pekerjaan duniawi, dan pada saat yang sama juga mewujudkan kehidupan sederhana, rajin beribadah, dan hidup hemat.

Baca Juga

Exit mobile version