Seperti yang Anda tahu, penduduk usia produktif adalah mereka dengan rentang usia 15-64 tahun. Yang artinya tidak hanya didominasi generasi milenial (kelahiran tahun 1981-1997), tapi juga kini dimasuki generasi Z (kelahiran tahun 1998-2010).
Tak heran kalau banyak gen Z yang mulai cari pekerjaan, bagaimana kalau mulai belajar panduan jadi programmer?
Tunggu, kenapa harus programmer?
Karena saat ini, programmer adalah salah satu profesi yang menjanjikan. Semakin tergantungnya manusia terhadap internet dan komputer, programmer begitu diperlukan untuk membuat tampilan aplikasi dan website maksimal.
Tak heran kalau penghasilan programmer tentu bisa dibilang cukup menggiurkan dan bisa lebih dari gaji ASN (Aparatur Sipil Negara).
Namun tentu saja sama seperti berbagai profesi pada umumnya, diperlukan beberapa panduan jadi programmer supaya Anda bisa menguasai bahasa komputer. Nanti jika Anda sudah paham, akan lebih mudah dalam mengelola, mengoperasikan atau bahkan membuat website sampai aplikasi.
Dengan begitu kemampuan yang dimiliki bisa menjadi sumber penghasilan.
Panduan Jadi Programmer untuk Gen Z Produktif
1. Pilih Bidang yang Diminati
Programmer yang hebat jelas punya alasan kuat, dengan begitu bisa memilih bidang yang diminati karena dunia pemrograman komputer sangat luas. Anda bisa berkecimpung di bidang desktop, website hingga aplikasi mobile yang ternyata membutuhkan skill berbeda-beda.
Karena itulah panduan pertama, tentukan bidang yang dimau.
Kaitan bidang yang diinginkan dengan skill programmer itu seperti Anda suka mengembangkan website, maka bisa jadi web development entah frontend atau backend.
Lalu kalau suka bidang pemrograman aplikasi, Anda bisa kuasai skill software development. Sementara jika ingin menjadi data scientist, sudah pasti wajib paham dunia data science yang berkutat seputar matematika dan statistika.
2. Pilih Bahasa Pemrograman
Jika sudah menentukan bidang yang diinginkan, panduan jadi programmer berikutnya adalah memilih dan mempelajari bahasa pemrograman yang sesuai.
Seperti untuk data scientist wajib belajar Python, pengembang website interaktif harus kuasai bahasa JavaScript, hingga pengembang iOS tentu perlu tahu Swift.
3. Rajin Belajar
Agar tidak kalah dengan perkembangan teknologi komputer, setiap programmer haruslah rajin belajar. Jangan mudah menyerah saat aplikasi yang diinginkan mendadak error, tapi Anda harus belajar dari kesalahan.
Anda bisa memperdalam ilmu programmer dari kursus, buku hingga webinar yang dilakukan programmer senior.
4. Bikin Portofolio
Hal berikutnya yang harus dilakukan gen Z agar makin handal sebagai programmer adalah membuat portofolio. Disarankan membuat portofolio online lewat website agar calon klien bisa mengakses secara mudah.
Terlibatlah dalam berbagai proyek open source di Github, yang akan membuat portofolio makin penuh dan mempermudah Anda saat mencari kerja.
5. Update Teknologi
Dan inilah panduan terakhir sebagai programmer handal adalah selalu update dengan perkembangan teknologi. Rajinlah membaca media teknologi dengan begitu Anda tahu bahasa pemrograman apa yang kini populer sehingga bisa dipelajari dan meningkatkan skill.
Meskipun terdengar cukup sulit, programmer sebetulnya adalah profesi yang sangat menyenangkan. Dengan tanggung jawab tinggi, para programmer terlibat langsung dalam perubahan dunia yang makin online.
Karena itu meskipun Anda saat ini masih kelompok gen Z, janganlah merasa rendah diri. Dengan menerapkan panduan jadi programmer secara tepat, Anda akan bisa jadi seorang programmer berbakat dan bukan tak mungkin bakal menarik perhatian pemilik perusahaan teknologi raksasa.
Intinya terus belajar, jangan pernah menyerah dan selalu semangat dalam bekerja.