6 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Perpisahan


6 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Perpisahan 1

Perpisahan memang menyakitkan. Terlebih jika sebuah hubungan sudah dibangun dengan serius dan sudah berjalan dalam rentang waktu yang panjang.

Perasaan sakit tersebut besar kemungkinan berbuntut pada kondisi jiwa yang terguncang, dan jiwa yang terguncang dapat membuat seseorang kehilangan kendali dalam berkata, bersikap maupun bertindak.

Jika Anda tidak ingin kehilangan kendali, lakukan 6 hal berikut ini, setelah berpisah dengan kekasih:

1. Pandang dengan Kacamata yang Berbeda

Kecenderungan pada hampir setiap orang, hubungan yang selama ini mereka bangun dengan pasangan, dalam pandangan mereka, merupakan hubungan yang ideal. Karena itulah, ketika hubungan tersebut berakhir, kesedihan tidak dapat mereka elakkan dan mereka juga tidak dapat menerima kenyataan.

Cara untuk mengatasi hal tersebut, gunakan kacamata yang berbeda untuk memandang sebuah perpisahan. Jangan hanya menilai sisi positif dari kebersamaan kalian, tapi coba buat daftar hal-hal yang tidak menyenangkan saat kalian masih bersama. Dengan cara tersebut, kamu akan menyadari bahwa perpisahan memang jalan yang terbaik.

2. Gunakan Kacamata Baca 

Banyak buku-buku yang dapat membantumu untuk bangkit dari keterpurukan usai berpisah. Dapatkan buku-buku yang dapat memberi hiburan, menginspirasi, memberi tambahan pengetahuan tentang arti sebuah “hubungan” serta dapat memperkokoh diri tatkala gagal dalam membangun percintaan. Saatnya untuk memakai kacamata baca, dan pelajari apa yang tertulis dalam buku.

Gunakan pula kacamata baca untuk membaca fenomena-fenomena kehidupan, belajar langsung dari kehidupan sekitar, belajar dari apa yang pernah didengar, dilihat dan dirasa, serta belajar dari apapun dan dari siapapun untuk dapat melihat sisi baik dari sebuah perpisahan, dan mengambil hikmah dari perpisahan tersebut.

3. Ungkapkan dengan Kata-kata

Jika memang sudah tidak mampu lagi memendam kesedihan di dalam hati, cari teman atau orang-orang terdekat yang dapat dipercaya, dan tuangkan apapun yang ingin kamu sampaikan. Jika yang kamu ajak bicara memiliki sikap yang bijak, dia akan cenderung lebih banyak menjadi pendengar sambil sesekali memberikan advis.

Pada saat itu, advis dari teman bicara memang dibutuhkan, tapi yang sebenarnya paling dibutuhkan, adalah terlampiaskannya segala sesuatu yang terpendam di dalam hati. Bahkan, dengan mengungkapkan isi hati menggunakan kata-kata, dapat menjadi sarana untuk melakukan introspeksi.

4. Kendalikan Diri

Perasaan sedih dan kecewa yang berlebihan acapkali membuat seseorang bertindak di luar kontrol. Pada saat itu, nalar sudah tidak berjalan, sehingga melakukan perbuatan-perbuatan yang negatif dan bertentangan dengan norma-norma, seperti makan berlebihan, menenggak minuman keras hingga memakai narkoba, seks bebas, atau bertindak obsesif dengan menteror mantan. Sebagian yang lain ada yang sengaja mengubah tampilan dengan mengubah model rambut, mengecat rambut, memasang tindik dan tato, serta yang lain.

Jika kesedihan dan kekecewaan yang teramat sangat tersebut dirasakan, sebaiknya menenangkan diri, mengistirahatkan hati dan pikiran, serta tidak melakukan aktifitas apapun, sambil membiarkan waktu berjalan dan menjadi obat penyembuh. Jika kamu ingin merubah penampilan, pastikan bahwa pada saat itu jiwa kamu sudah dalam keadaan stabil

5. Tulis di Jurnal Bukan di Media Sosial

Ada sebagian orang yang disaat putus dengan kekasih, menumpahkannya di media sosial dengan mengusung sederetan alasan untuk memojokkan sang mantan. Postingan tersebut pada umumnya ditanggapi oleh teman-teman yang bersimpati dengan berbagai komentar yang sebagian berisi kalimat-kalimat yang mengobarkan suasana, memanas-manasi, atau ikut menyerang mantan.

Cara ini mungkin dapat memberikan kepuasan dalam jangka pendek, karena kamu merasa mendapat dukungan dari orang lain, merasa kalau orang-orang berada di pihak kamu dan memandang kesalahan sepenuhnya berada pada diri mantan. Namun, untuk jangka panjang cara tersebut bukan merupakan solusi dan tidak memberikan kontribusi penyembuhan, tapi justru memperparah rasa sedih dan sakit hati yang kamu rasa.

Untuk itu, disaat jiwa masih terguncang, jauhkan diri dari smartphone, dari laptop dan CPU yang terkoneksi internet. Sebagai gantinya, ambil jurnal dan tulis apapun yang kamu rasa, karena cara tersebut dapat menjadi sarana penyembuhan dan memperbaiki kesehatan mental

6. Bercermin

Bercermin yang dimaksud adalah melakukan introspeksi, belajar tentang diri sendiri, mengobati sakit hati sambil terus berusaha mencari sisi terbaik dari hancurnya hubungan. Jika memang dibutuhkan, tidak ada salahnya meminta bantuan professional, karena seorang psikolog akan dapat membantu memfasilitasi seseorang untuk mengeluarkan sisi negatif pada dirinya dan mengarahkannya untuk melakukan hal-hal yang terbaik di masa-masa yang akan datang. (*)


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

aguskurniawan

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments