6 Jenis Hewan Langka Di Indonesia yang Perlu Dilestarikan


6 Jenis Hewan Langka Di Indonesia yang Perlu Dilestarikan 1

Banyak hewan langka di Indonesia yang keberadaannya semakin terancam, sehingga pemerintah maupun WWF telah masuk daftar hewan-hewan ini sebagai hewan dilindungi.


Sudah sejak lama negara kita dikenal sebagai untaian permata khatulistiwa karena keragaman satwa, tanaman, suku-budaya maupun sumber daya alamnya. Sehingga tanpa disadari mindset tersebut mendorong orang-orang untuk mengeksploitasi sumber daya alam di negeri ini.

Efek dari pemanfaatan sumber daya alam yang kurang memperhatikan lingkungan tadi, banyak pencemaran lingkungan maupun kerusakan hutan terjadi pada alam di Indonesia. Akibatnya tidak sedikit jenis satwa yang habitatnya berada pada tempat tersebut jumlahnya semakin berkurang.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan adanya perburuan liar dan pembukaan lahan untuk lahan perkebunan serta tempat tinggal. Tanpa adanya peran serta pemerintah maupun masyarakat, maka banyak jenis hewan yang akan menghilang atau punah dari bumi pertiwi ini.

Berikut ini beberapa jenis hewan langka yang telah dikategorikan sebagai hewan dilindungi, baik oleh pemerintah Indonesia maupun organisasi lingkungan internasional seperti World Wide Fund for Nature (WWF).

Harimau Sumatera
Harimau Sumatera

1. Harimau Sumatera

Banyak ahli satwa berpendapat jika Harimau endemik di Pulau Sumatera ini akan punah pada tahun 2025, seperti halnya Macan bali dan Macan Jawa yang sudah punah duluan. Dengan jumlah hanya tinggal sekitar 300 ekor saja, Harimau Sumatera sudah termasuk hewan langka yang sudah diambang kepunahan.

Selain perburuan liar, semakin menurunnya luas hutan di Pulau Sumatera diperkirakan menjadi penyebab berkurangnya populasi Harimau Sumatera.

Gajah Sumatera
Gajah Sumatera

2. Gajah Sumatera

Berkurangnya luas hutan di Pulau Sumatera ternyata tidak hanya berdampak pada Harimau, tetapi juga menjadi salah satu faktor menurunnya populasi Gajah Sumatera. Menurunnya luas hutan berarti semakin sempitnya lahan kedua jenis satwa tersebut untuk mencari makanan.

Hingga saat ini diperkirakan populasi Gajah Sumatera tinggal 2.000 ekor, dan akan terus menurun berkat berkurangnya luas hutan sebagai lahan makanan mereka maupun perburuan.

Beberapa balai konservasi di Sumatera telah dibuka untuk mencegah hilangnya populasi Gajah, misalnya salah satunya yang terkenal di Way Kambas, Lampung yang dibuka untuk umum.

Badak Jawa
Badak Jawa

3. Badak Jawa

Mitos cula maupun organ lain dari Badak sudah lama menjadi motivasi orang-orang untuk memburu hewan ini. Dampaknya, diperkirakan hanya tersisa sekitar 300 ekor Badak Jawa.

Sekalipun sejak era pemerintahan Belanda di Indonesia, Badak Jawa maupun Badak Sumatera telah dimasukkan sebagai hewan dilindungi, namun hal tersebut tidak memadamkan minat orang-orang untuk mengambil cula maupun organ lain hewan ini.

Orang Utan
Orang Utan

4. Orang Utan

Diperkirakan populasi Orang Utan di Sumatera masih tersisa sekitar 6.600 dan orang utan di Kalimantan yang hidup di alam liar, diperkirakan mencapai 55 ribu.

Walaupun jumlah tersebut terlihat banyak, hal itu tidak sebanding dengan kecepatan berkurangnya luas lahan hutan di Sumatera dan Kalimantan, serta reproduksi Orang Utan yang relatif sangat lambat.

Komodo
Komodo

5. Komodo

Sisa jenis dinosaurus yang bertahan dari zaman pra sejarah ini hanya mendiami Pulau Komodo, Flores, Rinca, Gili Motang dan Gili Dasami (NTT). Walaupun Komodo tidak diburu seperti Harimau, Gajah dan Badak, saat ini populasinya hanya mencapai 3.000 ekor, sehingga hewan eksotik ini dimasukkan juga sebagai hewan langka di Indonesia yang dilindungi.

Taman Nasional Komodo yang merupakan habitat asli kadal purba Indonesia ini, selain menjadi pusat konservasi juga dibuka sebagai daerah tujuan wisata yang banyak menarik perhatian wisatawan.

Anoa
Anoa

6. Anoa

Mamalia yang mirip kerbau kecil, asli penghuni Pulau Sulawesi ini jumlahnya tersisa hanya sekitar 5.000 ekor saja. Sebagai satwa Wallacea, Anoa memiliki bentuk fisik yang unik dan hanya terdapat di Sulawesi.

Selain perburuan liar, habitat mereka sudah dapat dikatakan habis, dengan pesatnya pembangunan dan keberadaan pemukiman manusia, hasilnya saat ini Anoa berusaha bertahan pada sisa hutan di Sulawesi yang menjadi tempat konservasi satwa Wallacea.

Penutup

Sekalipun langka, untuk saat ini hewan-hewan tersebut di atas masih dapat dilihat pada tempat-tempat konservasi mereka yang dibuka untuk masyarakat umum yang ingin berwisata ke sana.

Namun tanpa kepedulian dari seluruh pihak terkait, maka lambat laun nantinya anak cucu kita hanya akan dapat melihat hewan-hewan tersebut dari cerita ataupun audio visualnya saja.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Hening S

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap