6 Wejangan Nelson Mandela Untuk Para Penyintas Overthinking

6 Wejangan Nelson Mandela Untuk Para Penyintas Overthinking 1

Overthinking, menurut para ahli, adalah sebuah distorsi (penyimpangan) kognitif di mana orang terlalu banyak memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Dari banyak penelitian terutama di bidang psikologi, didapatkan kesimpulan bahwa perilaku overthinking dapat mendorong pada gangguan mental yang lebih serius.

Di masa sekarang apalagi, saat kondisi sosial ekonomi semakin terasa runyam. Banyak orang dari berbagai usia menderita kelainan pikiran ini. Paul Coleman dalam artikelnya, Quit Overthinking, menulis bahwa jumlah warga AS terdiagnosa gangguan kecemasan dan depresi mencapai 65 juta orang, dengan penyebab utama berupa overthinking.

Overthinking memiliki beberapa keuntungan, tapi kerugiannya tidak bisa disepelekan. Salah satu kerugian tersebut adalah menghabiskan energi, waktu dan biaya sementara hasil akhirnya tak seberapa. Maunya produktif dan punya progres, tapi malah nggak kemana-mana karena dibelit overthinking. Sudah bertekad mau memperbaiki diri, tapi mundur lagi karena merasa terlalu jelek. Akibat paling parah dari overthinking biasanya berupa depresi.

unsplash.com/John Paul Henry
unsplash.com/John Paul Henry

Jika saat ini kamu masih punya problem tersebut, ada baiknya dengarkan nasihat dari pejuang aparteid dari Afrika Selatan ini, Nelson Mandela. Beliau adalah sosok hebat yang memiliki kekuatan tekad luar biasa ketika menghadapi bermacam tekanan. Beliau pernah dipenjara selama 38 tahun dan mencicipi kondisi penjara terburuk dengan jatah air hanya seember sehari dan tak disediakan toilet.

Kondisi berat semacam itu dapat dengan mudah mengikis kemampuan seseorang untuk tetap waras dan berpikir jernih. Namun beliau Nelson Mandela mampu melewati semua tekanan tersebut dan mencapai tujuan mulianya untuk rakyat Afrika Selatan.

So, apa sajakah wejangan beliau untuk kamu yang saat ini masih menderita overthinking? Bang Diyan Yulianto dalam buku terbarunya, Berani ala Nelson Mandela telah menulisnya secara lengkap untuk kamu. Berikut ulasannya:

1. Cobalah untuk berpikiran terbuka

unsplash.com/Philipp Berndt
unsplash.com/Philipp Berndt

Secara umum, open minded adalah sikap yang tidak mendewakan satu perspektif dan menerima banyak perbedaan. Orang dengan pikiran terbuka mau mencari tahu dan tidak terlalu dini berprasangka terhadap hal yang bertentangan dengan keyakinannya. Ia akan menerima fakta sebagai sebuah keberagaman, dan mampu mengambil hal baik darinya sebagai pelajaran.

Sebaliknya, orang yang pikirannya tertutup/fanatik, akan mudah menilai tanpa meneliti terlebih dahulu. Hal tersebut tentu akan membuatnya resah sendiri saat ada sesuatu yang berlawanan dengan pemikirannya selama ini, sementara ia tidak tahu apa-apa dengan hal tersebut. Beliau Nelson Mandela selalu terbuka pada banyak pemikiran melalui pergaulannya dengan bermacam kalangan, serta beragam pengetahuan yang didapatnya dari banyak membaca buku.

Jadi untuk melatih pikiranmu agar terbuka, mulai biasakan membaca dan memperhatikan serta cermat mendengarkan. Kamu akan terkejut sendiri dengan bertambahnya insight yang mencerahkan pikiran.

2. Milikilah ambisi

unsplash.com/Armand Khoury
unsplash.com/Armand Khoury

Nasihat kedua, jadilah orang yang ambisius. Nelson Mandel adalah orang yang penuh ambisi mulia untuk meraih kesetaraan derajat bagi masyarakat kulit hitam. Beliau tidak ingin melihat kaumnya mengalami penindasan dan keterbatasan hak. Beliau tidak diam saja saat rakyat kulit hitam menderita akibat politik aparteid yang telah berlangsung puluhan tahun.

Jika kamu melihat orang yang ambisius, jangan dulu menilainya sebagai orang yang rakus dan hanya mementingkan duniawi. Lihatlah apa niatnya. Barangkali ia melakukannya untuk orang lain, untuk orangtuanya, untuk kaumnya.

Menjadi ambisius bukanlah hal yang buruk, selama ambisimu adalah untuk kebaikan. Tanpa ambisi, mustahil akan diperoleh progres dan tercapainya berbagai impian. Maka untuk keluar dari kungkungan overthinking, poleslah impian-impian kamu dengan ambisi, agar tak berakhir hanya menjadi bunga tidur dan khayalan tingkat tinggi.

3. Sanggup bekerja keras

unsplash.com/Reynardo Etenia Wongso
unsplash.com/Reynardo Etenia Wongso

Mengapa banyak orang gagal dan berakhir menjadi overthinker akut tanpa tahu jalan untuk bangkit? Karena mereka pikir kerja keras tidak menjadi syarat mencapai keberhasilan. Mereka banyak mimpi tapi enggan bangun untuk mewujudkannya.

Mereka amat mudah menyerah dengan satu kegagalan saja. Padahal faktanya, ada ribuan jalan lain yang belum ditempuh, yang barangkali salah satu jalan itu adalah jalan yang tepat.

Nelson Mandela mengalami amat banyak kegagalan dan ujian dalam perjuangannya membebaskan rakyat Afrika Selatan. Beliau dipenjara puluhan tahun, dibatasi pergerakannya, bahkan diancam pembunuhan. Namun apa yang beliau lakukan? Terus bergerak dan bekerja keras demi ambisinya.

“It’s always seems impossible until it’s done,” kata beliau.

Biarpun berada di sel tahanan, beliau tetap mampu menyelesaikan kuliahnya. Bahkan beliau mengajarkan ilmu hukum kepada rekan-rekan tahanan di penjara Pulau Robben. Beliau tak mensia-siakan waktunya untuk rebahan sembari meratapi kejamnya kehidupan.

4. Tidak hidup dalam kebencian

unsplash.com/Andre Hunter
unsplash.com/Andre Hunter

Sama seperti poin pertama di atas, orang yang open minded tak terlintas kebencian sedikitpun sampai mendapatkan pemahaman yang utuh tentang sesuatu.

Nelson Mandela adalah salah satu contoh yang sempurna dalam hal ini. Saat dilantik sebagai presiden Afsel, beliau berikrar bahwa semua rakyat Afsel akan hidup dalam kesetaraan hak tak peduli apa warna kulitnya. Beliau juga memaafkan semua sipir penjara dimana beliau banyak menerima perlakukan tak manusiawi selama penahanan.

Kebencian juga bisa datang dari rasa iri, dan ini yang paling berbahaya sebenarnya. Kebencian ibarat percikan api. Kecil tapi punya potensi menghanguskan seisi rumah. Orang dengan kebencian digambarkan seperti orang yang meminum racun dan berharap musuh-musuhnya mati. Padahal yang mati dirinya sendiri.

Bagaimanakah caranya mematikan rasa iri dan nyinyir? Berhentilah melihat keberhasilan orang lain, dan berfokuslah pada progres diri sendiri. Hiduplah bukan untuk melampaui orang lain, tapi melampaui diri kita yang kemarin.

5. Tidak bingung dengan hidup sendiri

unsplash.com/Daniel Mingook Kim
unsplash.com/Daniel Mingook Kim

Mengapa kamu menjadi overthinker yang parah? Karena kamu nggak ngerti dengan hidupmu sendiri, nggak ngerti maunya apa, dan bisanya ikut-ikutan. Kamu terlalu banyak melihat hal-hal random yang membuatmu bingung sendiri. Semuanya terlihat menarik dan bagus, tanpa memfilter mana yang benar-benar cocok sama kamu. Apalagi di zaman penjajahan internet sekarang ini, kamu harus lebih waspada.

Maka untuk mengatasi hal itu, kamu mesti cari tahu apa yang kamu inginkan. Apa hasrat terbesar kamu dalam bidang peningkatan kualitas hidup. Lalu cari tahu bagaimana caranya kamu mencapai itu. Kamu juga bisa menyesuaikannya berdasarkan hasil tes kepribadian, MBTI misalnya, atau tes psikologi lain tentang bakat dan minat. Dari hasil itu, kamu bisa punya opsi bidang mana yang paling cocok dengan potensi terbaikmu.

Sejak remaja, Nelson Mandela dikenal cerdas dan selalu antusias dalam pelajaran. Tak heran, beliau sering mendapat juara di sekolahnya. Sesudah mencapai usia baligh, saat menghadiri upacara adat bagi para remaja, beliau berani menyatakan pendapatnya tentang kesetaraan hak bagi semua rakyat Afrika, mendebat seorang ketua suku yang saat itu sedang berpidato bahwa ras kulit hitam ada untuk melayani ras kulit putih.

Setelahnya, Nelson Mandela menyadari bahwa itulah hal yang paling beliau inginkan, yaitu, kesetaraan bagi semua warga Afrika Selatan. Beliau kemudian menemukan bahwa ia harus menempuh pendidikan yang mencukupi untuk memperjuangkan impiannya. Beliau masuk universitas, bergabung dalam partai nasional yang sevisi dengannya, membuat firma hukum gratis sebagai advokasi untuk kaumnya, dan berani unjuk suara demi merevolusi tatanan aparteid dengan ide-ide kesetaraan.

Jika kamu ingin menjadi figur tertentu, tentu kamu harus memenuhi hal apa saja yang bisa membentuk figur tersebut ada pada dirimu. Ingin jadi ustadz/ustadzah, ya harus banyak-banyak mengaji dan berdiskusi masalah agama. Mau menjadi orang kaya yang tetap humble, berarti kamu harus melalui kerja keras biar tahu rasanya perjuangan, sehingga kemudian bisa menghargai perjuangan setiap orang.

6. Memiliki rencana

unsplash.com/Kelly Sikkema
unsplash.com/Kelly Sikkema

Punya tekad dan semangat saja sepertinya tidak cukup untuk membuat hidupmu keluar dari lingkaran overthinking. Maka milikilah rencana, jabarkan dengan detail dan beri waktu, kira-kira bisa selesai dalam berapa lama. Orang yang suka overthinking biasanya karena dia tidak punya detail mengenai apa yang sedang dia lakukan, sehingga ketika menghadapi kendala, reaksinya berlebihan.

Jangan bingung ketika mengalami masalah, karena biasanya, masalah itu bisa diselesaikan justru dengan hal-hal yang nampak kecil dan tak kamu pikirkan, tapi masih saling berhubungan. Oleh karenanya, biasakan dirimu dengan detail agar langkahmu punya arah.

Demikian, beberapa wejangan dari presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan, Nelson Mandela. Jika kamu masih suka mengalami overthinking, yuk dicoba laksanakan wejangan dari beliau. Semoga membantu.

 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

kopi pagi

   

Seeker of Cosmic Revolution IG: @khurun.ngin