7 Fakta Hari Kesaktian Pancasila


hari kesaktian pancasila

Hari Kesaktian Pancasila merupakan sebuah hari nasional yang diperingati tiap 1 Oktober di Indonesia. Hari tersebut pun peringatan atas peristiwa 30 September, dimana kejadian itu diketahui sebagai 30S/PKI. dan akan berlangsung hingga esok. Pada saat itu enam Jenderal dan sejumlah orang lainnya dibunuh sekelompok orang bernama Partai Komunis Indonesia.

Ingin tahu seperti apa hari peringatan nasional yang jatuh pada 1 Oktober di tanah air ini? Simak ulasan singkat beberapa fakta menarik tentang hari nasional tersebut dan G30S/PKI berikut ini.

Sejarah Rumusan dan Lahir Pancasila

Semenjak dibentuknya Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia tanggal 1 Maret 1945 ini, sebetulnya telah mengajukan pertanyaan perihal dasar Negara Republik Indonesia. Hal itulah yang menggerakkan upaya untuk menyimpulkan Pancasila menjadi dasar Negara Indonesia secara resmi.

Hal ini diawali oleh Muhammad Yamin dengan pidato perihal Lima Dasar sampai pidato yang dilakukan oleh Soekarno mengenai Lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945. Kemudian dilakukan penyusunan tanggal 22 Juni 1945 dimana Pancasila disusun dan menjadi Piagam Jakarta.

 

Menghapus 7 kata di Piagam Jakarta

Pada tahun 1945, tepatnya sehari setelah Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia yakni 18 Agustus, Piagam Jakarta telah disahkan sebagai Pembukaan Undang Undang Dasar 1945. Kala itu pendiri bangsa mengubah atau menghapus kata-kata di sila pertama pada piagam Jakarta.

Kata tersebut yaitu:

dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Ketujuh kata ini dihapus lalu mengikuti kata Ketuhanan. Dan sekarang sila pertama Pancasila ialah Ketuhanan yang Maha Esa.

 

Gerakan 30 September PKI atau G30S/PKI

7 Fakta Hari Kesaktian Pancasila 1

Pada tanggal 1 Oktober 1965 yang menjadi hari nasional itu, memiliki fakta yang berkaitan erat dengan peristiwa yang disebut G30S/PKI atau Gerakan 30 September 1965. Tragedi pilu ini merupakan sebuah gerakan yang dilakukan PKI dengan tujuan melengserkan pemerintahan Soekarno kemudian mengubah Indonesia dari negara yang berlandaskan Pancasila menjadi negara penganut komunis.

Dalam peristiwa ini terdapat korban enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat menjadi saat Gerakan 30 September. Pahlawan tersebut antara lain:

  1. Letnan Jenderal Anumerta A. Yani
  2. Mayor Jenderal Siswondo Parman
  3. Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono
  4. Mayor Jenderal Raden Suprapto
  5. Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
  6. Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan
  7. Dan Terakhir, Lettu Pierre Andreas Tendean

Disaat pemerintah Orde Baru yakni Soeharto menetapkan 1 Oktober sebagai Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, untuk mengenang lahirnya Pancasila dan tragedi G30S/PKI.

 

Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan oleh Soeharto

7 Fakta Hari Kesaktian Pancasila 2

Satu hari sesudah peristiwa G30S Soeharto mengadakan apel bersama-sama pasukan militer, pada 1 Oktober 1965. Dan Saat itu juga Soeharto menetapkan menjadi hari nasional dengan mengkampanyekan penerapan Undang Undang Dasar 1945 dan Pancasila di NKRI secara konsekuen serta murni.

 

Mengadakan Upacara di Sejumlah Lembaga Negara

Pelaksanaan upacara sebagai hari memperingati Kesaktian Pancasila umumnya dilakukan di beberapa institusi negara, contohnya di Kementerian Negara, di Lembaga Tinggi Negara, Kejaksaan Agung, Perwakilan RI di Luar Negeri atau Kedutaan di luar Indonesia, pada Lembaga Pemerintah Non Kementerian, serta di Kampus maupun Sekolah baik itu Negeri atau Swasta.

 

Pengibaran Bendera

Biasanya sebelum dilaksanakan upacara resmi yang berlangsung pada hari H, saat tanggal 30 September itu bendera akan berkibar setengah tiang. Hal ini dilakukan sebagai tanda penghormatan dan mengenang tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur. Sementara, 1 Oktober bendera merah putih dikibarkan satu tiang penuh.

 

Makna 1 Oktober

Hari nasional ini mempunyai makna yakni hari berkabung nasional sebab terjadi tragedi penculikan yang berujung pembunuhan para anggota militer. Setelah pasca tragedi naas itu pun terjadi pembersihan dari semua unsur pemerintahan yang terdapat pengaruh PKI yaitu anggota organisasi sampa para simpatisan. Hingga akhir 1965, ada sekitar 500 ribu sampai 1 juta jiwa anggota maupun pendukung PKI yang dilansir menjadi korban pembunuhan.

Sejarah atas tragedi Gerakan 30 September ini menjadi hari peringatan terhadap gugurnya pahlawan negara, sekaligus lahirnya Pancasila yang menjadi landasan Negara Republik Indonesia itu sendiri. Hal ini pun akan selalu dikenang dan diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila oleh rakyat Indonesia.


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Andra Hermawan

   

Subscribe
Notify of
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Aditya Raka

%%CHANGEAUTHOR%% set %%AUTHOR%% as the author of the ticket

Aditya Raka

%%CHANGEAUTHOR%% set %%AUTHOR%% as the author of the ticket