7 Fakta Tentang Gas LPG

7 Fakta Tentang Gas LPG 1

Kaum perempuan biasanya tidak asing lagi dengan produk pertamina satu ini. Kebutuhan memasak manusia zaman milenial yang paling utama adalah gas LPG meskipun beberapa beralih ke listrik. Gas lpg masihlah primadona tak terkalahkan. Gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) sebenarnya berbentuk cair ketika berada di dalam tabung gas. Ketika keluar dalam suhu normal, barulah ia berbentuk gas. Gas inilah yang di pakai untuk memasak ibu-ibu indonesia.

 Berikut fakta menarik tentang gas LPG :

Memiliki berbagai jenis, untuk gas LPG sendiri yang banyak beredar adalah LPG 3 KG si tabung hijau, LPG 5.5KG si tabung pink, LPG 12 KG si tabung biru ,ungu serta warna pink dan yang terakhir ada  LPG 50 KG si tabung oranye. Favorit ibu-ibu masa kini biasanya si tabung pink nih. Dirumah kamu pakai yang mana?

Untuk kebutuhan rumah tangga, kebanyakan yang dipakai masyarakat adalah tabung 3 kg ,5.5 kg dan  12 kg. Sedangkan tabung 50 kg kebanyakan di pakai untuk industri seperti hotel, bakery dan usaha bidang kuliner yang memerlukan gas LPG sebagai alat masaknya.

Gas tidak akan semudah itu meledak, banyak masyarakat meragukan gas 3 kg yang mudah meledak karena warnanya hijau. Padahal yang membuat gas lpg meledak adalah kebocoran gas di ruang tertutup lalu adanya percikan  api sehingga terjadi kebakaran. Solusi terbaiknya adalah dengan membuat dapur yang memiliki sirkulasi udara baik. Jadi dapur di rumahmu gimana, sudah sesuai?

Tabung gas 3 kg diperuntukkan rakyat miskin. Karena tabung 3 kg ini di subsidi oleh pemerintah. Maka, masyarakat yang sudah merasa mampu boleh kok menukar tabung gas 3 kg dengan 5.5kg. meski akan menambah sedikit biaya, tapi bisa hemat karena sudah di bayar setengah oleh tabung lpg  3 kg yang sudah tidak kita gunakan lagi.

Tabung non subsidi biasanya bisa delivery order. Berbeda dengan tabung 3  kg, lpg 5.5 kg ke atas sudah bebas subsidi. Selain ukurannya lebih besar, tentunya kita butuh waktu lama untuk mengisi ulang, sehingga kita hemat tenaga. Tidak perlu lagi mengangkat-angkat tabung yang berat. Karena biasanya agen gas non subsidi bisa diantar langsung ke rumah-rumah. Bahkan terkadang, si sopir bisa membantu memasang regulator bagi ibu-ibu yang cukup parno dengan kebocoran gas.

Berat gas sebenarnya cukup jauh dari berat yang  di tampilkan. Misalkan tabung gas 3 kg. Yang 3 kg hanyalah isi gas, tabung gas memiliki berat tersendiri. Sehingga jika di total berat tabung plus isi adalah 8 kg.

Tempat pengisian gas disebut SPPBE, lalu di salurkan ke agen, sub agen, pangkalan dan terakhir masyarakat.

Kabarnya di 2022 gas lpg  subsidi akan di hapuskan oleh pemerintah. Mengingat pemerintah ingin menciptakan masyarakat mandiri secara ekonomi.

Ketika terjadi kebocoran gas, jangan panik. Lepaskan Regulator dari gas LPG, lalu bawa tabung gas tersebut ke ruang terbuka. jangan sekali-kali menghidupkan lampu atau korek api, itu akan memicu terjadinya kebakaran.

Yuk pakai gas LPG secukupnya. Karena dengan menghemat gas LPG, kita juga ikut dalam membantu pengurangan kerusakan alam akibat pertambangan gas dari alam. cheers

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.