7 Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja dan Ini Perlu Disikapi dengan Bijak

7 Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja dan Ini Perlu Disikapi dengan Bijak 1

Masa muda adalah masa bergejolak di mana para remaja lebih mengedepankan ego dan keinginan pribadi tanpa mempertimbangkan situasi dan keadaan, masa depan, bahkan orang lain. Kita mungkin lebih akrab menyebutnya dengan sebutan kenakalan remaja. Kenakalan-kenakalan yang mengarah pada tindak kriminal (kejahatan) itu seolah menjadi bagian perilaku yang tak dapat dipisahkan pada diri pemuda kita. Kita mungkin sudah sering melihat kenakalan remaja di sekitar kita. Tawuran, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan

lain-lain termasuk minum-minuman keras adalah contoh nyata kenakalan masa remaja pada zaman ini, apalagi dengan teknologi yang serba maju seperti saat ini dimana arus globalisasi menyeret dengan derasnya. Keadaan semacam itu tak hanya terjadi di kota-kota besar. Di daerah kita, Desa Pulau Mandangin, hal demikian itu juga terjadi. Perilaku ugal-ugalan di jalan, pemuda yang ditindik telinganya dan memakai anting, bertato, model rambut yang awut-awutan, memakai pakaianserampangan, merupakan pemandangan yang sering kita lihat. Tak hanya pada penampilannya yang seperti “syetan”, termasuk juga perilakunya yang bejat, amoral, dan tidak kenal sopan santun.

Hal demikian itu terjadi karena: Pertama, rendahnya mental akan pentingnya moralitas (akhlak), sehingga tentu saja mengakibatkan mereka lebih mudah terpengaruh dan jatuh tindakan-tindakan jahat. Ini seperti kurangnya rasa kasih sayang, tanggung jawab, pendendam, sombong, dan semua hal yang tidak mencerminkan sikap moral yang baik pada diri dan orang lain.

Kedua, keluarga juga menjadi peran penting untuk membina kualitas moral pada diri remaja, keluarga yang bisa menyebabkan kenakalan remaja adalah keluarga yang terlalu memanjakan anak, ini sama halnya membuat anak tidak mandiri dan kurang tanggung jawab. Pendidikan keras terhadap anak ini juga bisa saja menyebabkan mental anak selalu tertekan dan suatu saat mereka bisa memberontak. Juga kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua kepada anak. Orang tua sering bertengkar atau bahkan sampai cerai, ini menyebabkan anak stress, gelisah, cemas, dan tidak betah di rumah. Dan orang tua yang bekerja ke luar negeri sehingga mereka tidak memantau perkembangan anak, juga menjadi masalah.

Ketiga, pergaulan teman juga sangat mempengaruhi moral (akhlak) seseorang, karena teman yang baik akan menularkan sesuatu yang baik, sebaliknya teman yang buruk akan menularkan sesuatu yang buruk pula.

Keempat, lingkungan dan kondisi masyarakat. Lingkungan masyarakat juga memiliki peranan penting atas tumbuh kembangnya perilaku pemuda kita.

Kelima, pendidikan agama adalah pendidikan yang paling banyak mengajarkan tentang moralitas dan etika, baik untuk diri sendiri, sesama makhluk,  lingkungan,  agama,  dan mengenal Tuhan. Jika remaja tidak dibekali dengan pondasi agama dengan kuat sejak kecil, maka besar kemungkinan mereka memiliki moralitas rendah.

Keenam, minimnya kebutuhan finansial (keuangan) sehari-hari terkadang bisa saja memaksa seseorang untuk melakukan tindakan kriminal, hanya demi mendapatkan uang dan sebungkus nasi. Ini tidak hanya terjadi pada kebanyakan orang dewasa saja, tetapi juga para remaja.

Ketujuh, teknologi yang semakin maju menjadikan manusia semakin berkembang dan memang sangat membantu kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi memang banyak segi positif (baiknya), tetapi juga ada segi negatif (buruknya), ini tergantung dari bagaimana seseorang menyikapinya. Remaja yang tidak mampu memilah mana yang baik dan yang buruk, akan terperangkap dalam perilaku buruk atas konten-konten teknologi yang setiap hari mereka pegang itu.

Dari paparan di atas, dapat kiranya kita mengambil kesimpulan bahwa perilaku bejat pemuda kita pada sebenarnya terdapat dalam dirinya sendiri. Pemuda yang mampu memilah serta memilih apa yang pantas mereka lakukan, akan mampu menghadang budaya-budaya luar yang tidak baik. Pemuda yang senantiasa mengikuti tuntunan-tuntunan yang baik, akan mampu melawan budaya-budaya syetan yang datang dari manapun dan dari siapapun. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita. Amin.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Holikin