7 Tanda Sudah Waktunya Anda Harus Mengakhiri Hubungan dengan Si Dia

7 Tanda Sudah Waktunya Anda Harus Mengakhiri Hubungan dengan Si Dia 1

Untuk mengetahui apa saja tanda-tanda hubungan yang sudah waktunya diakhiri, Anda dapat memperhatikan apakah tanda-tanda ini muncul. Semoga dapat membantu Anda untuk mengetahui di mana posisi hubungan Anda saat ini.

1. Ia Menuntut Anda Menjadi Seseorang Sesuai Gambaran Ideal Mereka

Percayalah, menjadi orang lain itu tidak enak. Sama saja seperti membohongi diri sendiri. Tetapi bagaimana jika yang meminta Anda untuk menjadi orang lain itu adalah pasangan Anda sendiri?

Terlebih lagi jika ia menuntut Anda untuk menjadi semirip mungkin dengan gambaran ideal mereka. 

Padahal Anda hanyalah orang biasa, yang sulit menjadi six pack tanpa pendamping instruktur fitness yang mahal itu. 

Anda juga bukan model catwalk yang hilir mudik di dunia fashion. 

Anda adalah diri Anda sendiri, dan jika ia tidak bisa menerimanya, maka ini alarm untuk Anda. 

2. Sudah Kehilangan Rasa Percaya

Rasa percaya adalah modal utama bagi sebuah hubungan. Bahkan bukan hanya untuk hubungan asmara saja. Hubungan bisnis pun jika sudah tidak ada rasa saling percaya maka bisnis dapat terancam bubar. 

Perhatikan bagaimana interaksi Anda dengan dia. Apakah Anda sudah saling mempertanyakan apa saja motif tersembunyi yang dimiliki oleh masing-masing pihak? Apakah Anda sudah sulit mempercayai apa yang ia katakan atau sebaliknya? 

3. Perbedaan Prinsip

Hubungan yang sehat adalah menyelaraskan perbedaan, namun jika perbedaannya sudah menyentuh hal yang sangat prinsip, maka ini bisa menjadi batu sandungan besar. 

Hal-hal prinsip dapat berbeda untuk setiap pasangan. Apakah agama, cara pandang, cara mengatur keuangan, dan lain sebagainya. 

Bicarakan segala hal yang menurut Anda menjadi prinsip hidup Anda. Temukan jalan tengahnya bersama pasangan. 

Sebab jika cinta sedang hangat-hangatnya, prinsip hidup seolah terabaikan. Namun jika dibiarkan maka dapat menjadi potensi konflik besar di kemudian hari. 

4. Tidak Lagi Membuat Rencana Berdua

Apakah belakangan ini Anda masih membuat rencana bersama? Misalnya saja Anda merencanakan apa saja agenda dan rencana tahun depan. Rumah seperti apa yang ingin Anda berdua miliki? Travelling kemana yang Anda berdua inginkan? Film apa yang ingin Anda tonton berdua, dan sebagainya. 

Hubungan yang sehat akan selalu melibatkan kedua belah pihak, bahkan untuk sebuah rencana sederhana yang belum tentu terwujud. Jika Anda penting baginya dan dia penting bagi Anda, maka kedua belah pihak akan dilibatkan sejak tahap rencana. 

5. Anda Berdua Tidak Lagi Tertawa Bersama

Simbol kebahagiaan paling mudah dilihat adalah senyum dan tawa. Begitu pula dalam hubungan. Cobalah ingat lagi kapan Anda dan si dia saling tertawa bersama?

Entah karena menonton stand up comedy yang sangat lucu, menyaksikan sitkom, atau bahkan saling menertawakan kekonyolan pasangan. 

Tertawa bersama akan meningkatkan ikatan emosi antara Anda dan si dia. Sebuah hubungan tidak seharusnya menjadi bagaikan hubungan antara atasan atau bawahan yang kaku, atau seperti dua orang asing yang saling canggung. 

Cobalah untuk mencari sisi lucu dari kehidupan sehari-hari. Karena hidup ini sudah terlalu rumit untuk dipusingkan oleh banyak hal. 

6. Berbeda Visi Keuangan

Suka tidak suka, masalah keuangan adalah sumber konflik utama. Apakah Anda sudah pernah membahas keuangan sejak awal Anda berhubungan dengannya? 

Karena detail kecil mengenai uang dapat menjadi pemicu konflik besar. Siapa yang akan mengatur keuangan? Apakah tagihan akan dibagi dua? Jika sudah ada anak, siapa yang akan membayar biaya pendidikan mereka? Apakah “uangku uangmu juga”, atau “uangku adalah milikku namun uangmu juga milikku”? 

Sebab masalah ini berpotensi menjadi besar bahkan jika pemicunya hanya suara token listrik yang meraung-raung meminta diisi. 

7. Sudah Tidak Cinta Lagi

Hubungan asmara didasari oleh rasa cinta. Tetapi bagaimana jika cinta itu sendiri saja sudah tidak ada? Rasa cinta adalah yang menyatukan Anda dengan si dia. Cinta adalah perajut impian bersama, pondasi harapan berdua, dan bahan bakar untuk berani menapak ke tahap yang lebih lanjut. 

Tetapi apabila sumber daya utama ini sudah tidak ada, apakah hubungan Anda dengan dia masih harus dilanjutkan? 

Jika memang masih ingin bersama cobalah mengingat kembali masa-masa awal perjalanan Anda. Apa saja yang membuat Anda berdua jatuh cinta? Hal-hal kecil apa yang waktu itu rasanya begitu istimewa? 

Tidak ada yang bercita-cita untuk mengakhiri sebuah hubungan. Namun Anda tetap harus bersiap dengan kemungkinan terburuk. Segera ketahui tanda-tandanya agar Anda dapat segera mengambil keputusan bagaimana cara memperbaikinya.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ario Seno