8 Cara untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kritis: Solusi Tepat agar Tidak Mudah Termakan Hoax

8 Cara untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kritis: Solusi Tepat agar Tidak Mudah Termakan Hoax

Di era digital ini banyak sekali diterima setiap harinya. Selain itu, informasi juga jauh lebih mudah dan untuk bisa diakses. Tetapi di sisi lain, semakin banyaknya informasi maka semakin banyak pula yang timbul. Salah satunya adalah banyaknya hoax yang saat ini beredar.

Suatu berita yang kebenarannya tidak dapat dipastikan pastinya akan sangat berbahaya. , dengan satu informasi maka banyak sekali orang yang dapat dimanipulasi. Oleh karenanya, dibutuhkan filter untuk menyaring informasi-informasi tersebut. paling agar mampu meminimalisir terpaparnya hoax adalah dengan berpikir kritis.

Berpikir kritis merupakan dan kesediaan untuk menilai sejumlah pernyataan dan membuat keputusan objektif berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang sehat dan fakta-fakta yang mendukung. Bila ingin berpikir kritis maka tidak boleh berpikir hanya berdasarkan emosi semata. Perlu serangkaian proses agar kita tidak mudah menerima informasi begitu saja.

Baca juga  Hoax Manfaat Wortel untuk Mata dan Propaganda Inggris pada Perang Dunia II

Berikut delapan kiat-kiat yang dapat dilakukan agar melatih berpikir kritis.

1. Ajukan pertanyaan

pemicu berpikir kreatif adalah kecenderungan untuk , berpikir, menyelidiki, dan . Dengan bertanya, maka aka nada proses berpikir di dalamnya. Kita akan mencaritahu jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Hal ini tentunya akan memberikan tambahan pengetahuan.

2. Mendefinisikan yang anda gunakan

Setelah mengajukan pertanyaan-pertanyaan , hal yang selanjutnya dilakukan adalah merumuskannya ke dalam istilah yang jelas dan konkret. Hal ini penting agar jawaban dari pertanyaan yang diajukan tidak bersifat menyesatkan atau tidak lengkap.

Baca juga  6 Cara untuk Menghadapi Gempuran Berita dan Tulisan Hoax

3. Mempelajari bukti

Seseorang yang berpikir kritis akan menanyakan fakta-fakta yang mendukung dari seseorang. Selain itu, informasi-informasi tersebut haruslah memiliki yang jelas, bukan hanya sekadar kabar burung atau gosip semata.

4. Menganalisis berbagai asumsi dan bias

Hal yang penting dalam berpikir kritis adalah mampu menganalisis asumsi dan memandang sesuatu secara objektif agar tidak bias. Menganalisis asumsi artinya tidak serta merta menyamaratakan setiap hal satu dengan lainnya. Sebab, hukum satu mungkin berlaku untuk satu hal tetapi bukan berarti berlaku untuk semuanya. Menganalisis asumsi akan membantu Anda untuk memandang sesuatu lebih objektif.

5. Menghindari penalaran

Emosi ikut berperan dalam berpikir kritis. Namun, bila pemikiran yang didasarkan emosi menggantikan pikiran yang jernih akan berakibat fatal. Hal yang diyakini benar bisa jadi tidak benar karena kebenarannya hanya berlandaskan perasaan semata.

Baca juga  Hoax: Musuh kita di Media Sosial

6. Jangan terlalu menyederhanakan

Seseorang yang berpikir kritis tidak akan menyedarhanakan dan memberlakukan hukum yang terhadap segala hal. Tindakan seperti menyamaratakan dari suatu permasalahan bukanlah sikap dari orang yang berpikir kritis. Setiap proses perlu untuk dipahami secara mendalam.

7. Mempertimbangkan interpretasi lain

Hal penting lainnya dalam berpikir kritis adalah tidak membatasi penjelasan dari suatu hal atau . Hal ini akan membuat pemikiran lebih terbuka dan tidak mudah untuk menilai suatu hal.

8. Menoleransi ketidakpastian

Kemudian, pada akhirnya berpikir kritis mengajari kita agar mampu berdamai atau menoleransi ketidakpastian. Sebab, tidak semua hal langsung tersedia jawabannya. Namun, dengan tidak ada jawaban justru bisa memicu proses berpikir kreatif kita agar dapat memperoleh suatu jawaban.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

aylenasensei