PORMIKI (Persatuan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia) merupakan organisasi profesi yang berperan penting dalam pengembangan dan peningkatan kualitas tenaga perekam medis di Indonesia. Sejarah PORMIKI Surakarta tidak lepas dari semangat para perekam medis setempat untuk membangun organisasi yang solid dan berkontribusi nyata bagi dunia kesehatan.
Akar Sejarah PORMIKI Surakarta
PORMIKI secara resmi berdiri di Jakarta pada 18 Februari 1989. Pembentukannya dihadiri oleh 31 orang dari berbagai latar belakang profesi dan instansi kesehatan. Figur sentral dalam kelahiran organisasi ini adalah Dr. Dra. Gemala Hatta, yang terpilih sebagai Ketua Umum pertama.
Namun, sejarah PORMIKI Surakarta ini sudah dimulai sejak tahun 1981 dengan dibentuknya Panitia Kerja Pembinaan dan Pengembangan Sistem Pencatatan Medis RS DKI Jaya (PPSPM). PPSPM inilah yang menjadi awal sejarah PORMIKI Surakart setelah melalui perjalanan panjang selama delapan tahun.
Nama PORMIKI sendiri merupakan hasil konsultasi dengan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (PPPB) Depdikbud, yang diusulkan oleh Prof. Anton Moelyono. Sejak awal, organisasi ini memiliki visi yang jelas yaitu menjadi wadah tunggal bagi pengembangan profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) di seluruh Indonesia.
Visi ini kemudian diwujudkan dengan pembentukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di berbagai provinsi, termasuk Jawa Tengah dengan cabangnya di Surakarta, yang berperan penting dalam mengimplementasikan berbagai program di tingkat lokal.
Peran PORMIKI Surakarta
Sebagai bagian PORMIKI Jawa Tengah, situs PORMIKI Surakarta (https://pormikisurakarta.org/sejarah/) menjadi penghubung kebijakan pusat dengan layanan kesehatan lokal. Peran ini menjawab kebutuhan wadah profesional rekam medis di wilayah Solo dan sekitarnya. organisasi tersebut membuka ruang pengembangan kemampuan, jejaring kerja, serta advokasi anggota secara berkelanjutan.
Fokus utama cabang Surakarta mendorong penerapan Rekam Medis Elektronik sesuai arah digital kesehatan nasional. Melalui pelatihan dan seminar rutin, anggota dipersiapkan menghadapi big data serta kecerdasan buatan. Berlokasi di Laweyan, sekretariat memudahkan akses informasi, pembaruan ilmu, dan dukungan profesi lokal.
Peran Lebih dalam Analis Data Kesehatan
PORMIKI Surakarta punya peran dalam mengubah paradigma tentang profesi perekam medis. Anggota PORMIKI Surakarta tidak lagi dipandang sekadar sebagai pengelola berkas kertas, tetapi sebagai analis data kesehatan. Mereka memastikan setiap diagnosis, riwayat pengobatan, dan informasi alergi pasien terdokumentasi dengan akurat sesuai standar, yang menjadi fondasi bagi keselamatan pasien, efisiensi biaya (termasuk klaim BPJS), dan penelitian medis.
Peran dan sejarah PORMIKI Surakarta ini semakin penting dengan regulasi, seperti Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No.30 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Perekam Medis. PORMIKI Surakarta membantu anggotanya memenuhi persyaratan administratif dan kompetensi yang diperlukan, termasuk pengurusan Sertifikat Kompetensi Profesi (SKP) dan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
Kontribusi dan Tantangan PORMIKI
Sejak berdiri, sejarah PORMIKI Surakarta telah berkembang pesat dengan jaringan yang mencakup lebih dari 100 provinsi dan kota di seluruh Indonesia. Organisasi ini secara berkala menyelenggarakan kongres sebagai forum tertinggi untuk menetapkan arah kebijakan. Kongres PORMIKI telah dilaksanakan sebanyak sepuluh kali, dimulai dari Jakarta (1992) hingga Lombok (2022), dengan rencana Kongres Luar Biasa pada 2025 di Jakarta.
Di level internasional, PORMIKI jadi anggota ke-15 International Federation of Health Record Organization (IFHRO), yakni dengan nama lain Indonesian Professionals on Medical Record And Health Information Organization. Pencapaian ini menunjukkan pengakuan global atas standar profesi yang dibangun. Di dalam negeri, PORMIKI juga aktif dalam Forum Komunikasi Organisasi Profesi Kesehatan Indonesia (FOPKI).
Sejarah PORMIKI Surakarta, bersama cabang-cabang lain di seluruh Indonesia, kini menghadapi tantangan masa depan seperti finalisasi dan implementasi Pedoman Rekam Medis Elektronik (RME) yang seragam. Mereka juga harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi kesehatan yang sangat cepat. Seminar nasional yang diselenggarakan PORMIKI sering mengangkat topik penguatan peran PMIK pasca pemberlakuan undang-undang kesehatan baru, yang melibatkan narasumber dari Kementerian Kesehatan, asosiasi rumah sakit, dan praktisi.
Visi “Go International 2025” yang diusung PORMIKI mencerminkan ambisi untuk tidak hanya berperan di dalam negeri, tetapi juga berkontribusi pada standar global manajemen informasi kesehatan.
Sejarah PORMIKI Surakarta memang panjang dalam mendukung perkembangan profesi perekam medis, khususnya di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Sejak awal berdirinya, organisasi ini berperan sebagai wadah profesional yang mendorong peningkatan kompetensi, etika, serta solidaritas antar tenaga rekam medis di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.



























