Ada Apa Dengan Malas ?

Ada Apa Dengan Malas ? 1

Menghadapi era globalisasi mau tidak mau kita akan menghadapi persaingan hidup yang cukup ketat. Pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh dibutuhkan untuk mengembangkan kompetensi setiap individu. Namun, tidak jarang kita jumpai setiap individu memiliki kendala yang sangat signifikan yaitu rasa malas. Malas bukan hanya sekedar kata-kata yang sering kita dengar atau kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari bahkan sudah mendarah daging, sehingga sangat sulit untuk menghindari rasa malas tersebut.

Rasa malas sangat berbahaya jika kita biarkan berlarut-larut. Dapat berdampak buruk pada diri kita dan orang lain. Orang yang malas akan terhambat dalam kerier dan cita-citanya bahkan berpengaruh pada kehidupan ekonomi dan kesehatannya. Sebaiknya kita harus memiliki motto hidup agar mempunyai tujuan hidup yang lebih baik.

Arti Kata Malas

Tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu. Dalam pengertiannya adalah seseorang yang tidak mau melakukan atau mengerjakan sesuatu yang diakibatkan dari hilangnya motivasi orang tersebut. Rasa malas tidak mengenal usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, bahkan diri kita sendiri. Jika dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan dampak buruk pada orang tersebut. Seperti konsentrasi menurun, lambat dalam berfikir, lalai dalam mengerjakan tugas, prestasi yang menurun, lebih mengutamakan ego yang berdampak kurangnya tanggung jawab pada diri sendiri.

Faktor suasana hati sering menjadi alasan kenapa malas itu bisa hadir. Malas berkepanjangan berdampak kepada penyakit berbahaya seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi. Sehingga  bisa disimpulkan bahwa malas adalah sumber penyakit. Oleh karena itu harus segera diatasi dan dicari solusinya.

Dalam otak manusia terdapat area otak yang sangat penting yaitu Area Premotor. Jika kita ingin melakukan sesuatu atau kegiatan maka area premotor pada otak akan menyala dan titik lain di otak yang mengendalikan gerakan di tubuh akan menjadi aktif. Betapa pentingnya area premotor pada otak karena menuntun gerakan kita dan mengendalikan otot besar dan proksima dari tubuh.

Namun, bagi orang yang malas area premotor pada otak tidak menyala sehingga tidak memunculkan sinyal ke otot besar dan proksima di tubuh. Koneksi otak yang menghubungkan keputusan untuk melakukan sesuatu menjadi sebuah tindakkan tidak efektif pada orang yang malas, sehingga muncul rasa malas bergerak, lelah dan lemas karena otak harus melakukan upaya lebih keras untuk mengubah keputusan yang diambil menjadi tindakkan untuk bergerak.

Sejumlah peneliti dari Oxford University sudah melakukan penelitian dengan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI), alat yang menunjukkan gambaran belahan otak manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti motivasi dan rasa malas. Dengan hasil scan yang sudah di jelaskan seperti di atas.

Faktor Penyebab Rasa Malas Hadir Dalam Diri Kita

  • Kurangnya motivasi atau semangat.
  • Tidak punya tujuan  dalam hidup.
  • Lingkungan yang dapat mempengaruhi kondisi buruk pada seseorang.
  • Hidup yang tidak teratur.
  •  Tidak disiplin.
  • Suasana hati yang tidak menyenangkan.

Cara Mengatasi Rasa Malas

Melakukan pola hidup sehat

Makanan yang sehat adalah sumber energi untuk tubuh. Dapat membantu konsentrasi belajar dengan baik.

Olahraga sebelum melakukan aktifitas. Dapat membantu kondisi tubuh menjadi lebih segar dan semangat (menghilangkan rasa kantuk).

Adanya motivasi dalam diri

Peran orang tua, sahabat, atau orang terdekat dapat membantu motivasi seseorang.

Memiliki pedoman hidup yang bertujuan atas karier dan cita-citanya

Setiap manusia harus memiliki pedoman hidup agar hidupnya dapat bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Memiliki motto hidup yang dapat menggairahkan hati dan jiwa. Dengan memiliki motto hidup akan tercermin jiwa yang aktif dan sportif.

Buatlah ruang belajar senyaman mungkin yang dapat menyenangkan suasana hati

Jika kita belajar dalam satu ruang atau didalam kamar sebaiknya kita buat senyaman mungkin dengan cara :

Merubah dekorasi kamar yang menarik agar tidak bosan.

Jika menggunakan meja belajar harus memiliki tinggi dan lebar yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Penerangan atau pencahayaan yang cukup agar tetap fokus dalam belajar. Pencahayaan yang kurang dapat merusak mata secara perlahan.

Pastikan kamar selalu dalam keadaan rapih dan bersih.

Meletakkan barang (buku dan alat tulis) sesuai dengan tempatnya agar lebih mudah pada saat digunakan.

Mendengarkan musik dan menyediakan makanan ringan dapat ditambahkan sebagai alternatif lain untuk memacu semangat belajar.

Dapat mengatur jadwal agar tertata hidupnya

Buatlah jadwal hidup 1×24 jam.

Setiap kegiatan ditulis sesuai dengan waktu yang tepat dimulai pada saat kita bangun tidur. Usahakan tidur sesuai dengan waktunya.

Jika setiap kegiatan sudah terjadwal dengan baik maka tidak akan ada waktu yang terbuang sia-sia.

Kita akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Hidup akan terasa lebih berarti.

Istirahat yang cukup

Kita dapat melakukan istirahat diluar aktifitas belajar.

Tidak ada salahnya menghilangkan sejenak kepenatan selama beraktifitas. Seperti melakukan refresing, traveling, hiking, dan sebagainya. Dengan melakukan kegiatan tersebut akan membantu semangat yang baru dalam diri kita.

Aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan menjadi kegiatan yang berpotensi pada siswa bahkan mahasiswa agar terhindar dari kata malas. Semoga kita tidak termasuk dari golongan orang-orang yang merugi. Gunakan waktu sebaik mungkin karena waktu tidak akan berhenti atau terulang meski sedetik saja.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Atia Yuniawalia