Agar Kakak Tidak Cemburu Pada Adik Baru


Agar Kakak Tidak Cemburu Pada Adik Baru 1

Kelahiran adik bayi tentu menjadi momen yang dinanti ayah, bunda dan kakak. Suasana rumah akan menjadi lebih ramai dengan datangnya anggota baru. Pada awalnya. Kehadiran adik bayi akan membuat kakak senang. Namun lama-lama justru membuat si kakak uring-uringan bahkan mungkin sampai mengganggu si adik.

Anak-anak, meski berusia di bawah tujuh tahun sudah mempunyai perasaan seperti orang dewasa. Mereka bisa merasa cemburu dan iri. Terlebih ketika anggota baru datang di rumah. Perhatian dan kasih sayang ayah bunda yang sebelumnya hanya tercurah kepadanya, sekarang harus berbagi dengan adik. Bahkan sangat mungkin adik bayi mendapat perhatian lebih sehingga si kakak menjadi kesal.

Hal tersebut sebenarnya wajar. Namun jika dibiarkan akan berdampak tidak baik terhadap hubungan kakak dan adik. Agar kakak tidak cemburu kepada adik bayi, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

1. Ketika si adik masih di perut, beri pengertian kepada kakak

Saat bunda awal hamil, saat itu kakak sudah harus diberi tahu. Sampaikan bahwa di perut bunda ada adik bayi yang nanti akan lahir. Ketika bunda cek kehamilan ke dokter, tidak ada salahnya sesekali si kakak diajak, terutama ketika dilakukan USG. Hal ini untuk memperkenalkan kakak akan hadirnya anggota baru dalam keluarga. Sampaikan bahwa kakak dulu juga di perut dan ayah bunda sangat senang. Jika memungkinkan ajak kakak untuk mengunjungi kerabat yang baru saja melahirkan. Ayah dan bunda bisa menunjukkan beginilah adik bayi yang baru lahir.

2. Jangan pernah bilang, akan ada adik baru yang bisa diajak main

Ini ucapan yang sangat salah. Dengan mengatakan adik baru bisa diajak main, bisa menimbulkan persepsi dalam diri kakak bahwa adik tidak terlalu penting. Rasa sayang kakak kepada adik juga akan lambat datang karena kakak akan menganggap adik sebagai mainan.

3. Libatkan kakak dalam menyiapkan keperluan adik

Ketika menyiapkan perlengkapan adik, seperti belanja baju bayi dan menata kamar, libatkan si kakak. Sampaikan bahwa kakak boleh ikut memilih dan mengatur tempat yang nanti akan digunakan untuk adik bayi bobok. Dengan demikian si kakak akan merasa bahwa dia adalah bagian yang menyambut kedatangan adik bayi.

4. Beri waktu lebih untuk si kakak

Ketika adik bayi sudah lahir, tentu bunda akan butuh waktu banyak untuk mengurusnya. Sampaikan kepada kakak bahwa adik masih lembut, masih perlu dibantu untuk bobok, mandi dan mimik. Kakak dulu waktu bayi juga sama. Tunjukkan foto ketika kakak masih bayi dan dirawat ayah bunda.

Untuk segala hal dahulukan si kakak. Misalnya mandi. Sebaiknya kakak yang juga masih perlu bantuan untuk mandi, dimandikan lebih dulu sebelum adik. Hal ini agar kakak tetap merasa diprioritaskan. Ketika ayah atau bunda baru datang dari bepergian, kakak harus yang terlebih dulu ditemui sebelum adik. Begitu juga ketika ada kerabat yang datang untuk menjenguk adik bayi. Ayah bunda bisa meminta mereka untuk ijin dan melibatkan kakak. Misal dengan berkata, “boleh tante lihat adik bayi? Temenin tante untuk lihat adik bayi, yuk!” Ini akan membuat kakak berasa bahwa dia tetap diprioritaskan.

Ketika kakak sedang ngambek atau cengeng, ayah bunda harus meluangkan waktu untuk menemani dan memberi kesempatan untuk meluapkan kekesalannya. Hal ini dilakukan agar tidak ada perasaan kesal terpendam yang dapat diluapkan kepada adik bayi.

5. Jangan bandingkan kakak dengan adik

Membandingkan kakak dengan adik sama saja membuat jurang kebencian. Jangan pernah membandingkan keduanya. Memori anak-anak sangat kuat. Perasaan dibandingkan tersebut akan terpatri dan dapat mempengaruhi hubungan antara kakak dan adik ketika dewasa.

6. Jangan salahkan si kakak

Ketika kakak membuat kesalahan yang berkaitan dengan adik, misal menumpahkan bedak si adik atau membuat pakaian adik jadi berantakan, jangan pernah salahkan. Bisa jadi si kakak sebenarnya bermaksud membantu namun karena kemampuannya masih terbatas justru membuat berantakan.

7. Libatkan dalam mengurus adik

Melibatkan kakak dalam mengurus adik merupakan tindakan yang sangat tetap. Misalnya ketika akan memandikan adik. Minta kakak untuk mengambilkan handuk, mengambilkan baju atau popok. Jadikan ini sebagai tugas rutin kakak sehingga kakak merasa memiliki si adik.

Sebagai individu kecil, kakak sudah mempunyai perasaan penuh seperti orang dewasa. Jika kita salah dalam menyampaikan pemahaman tentang hadirnya adik bayi, maka dapat berdampak negatif. Dari uraian di atas, sudah siapkah ayah bunda memberikan penjelasan kepada kakak tentang adik baru?


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Isnaini

   

Mantan bankir, ibu rumah tangga yang mempunyai hobi menulis dan merajut. Menulis merupakan cara untuk menambah teman, ilmu dan wawasan.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap