Akhir Pencarian Jati Diri


Akhir Pencarian Jati Diri 1

Aisha merupakan seorang mahasiswi di universitas negeri di kotanya. Ia merupakan mahasiswi yang berprestasi, ia selalu mendapat IPK yang memuaskan. Setiap semester ia selalu mendapat IP minimal 3.80. Bukan hanya aktif di bidang pendidikan, Aisha juga ingin aktif di UKM yang terdapat dikampusnya. UKM kampus yang ia minati adalah UKM PA (Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam). Namun, kedua orang tua Aisha tidak menyetujui keinginan anaknya.

Kedua orang tua Aisha tidak menyetujui keinginan Aisha tersebut, karena hal tersebut dianggap terlalu membahayakan keselamatannya. Menurut orang tua Aisha kelompok pecinta alam tersebut adalah kelompok yang aneh dan tidak mempunyai tujuan yang jelas. “ Ayah tidak mengizinkan kamu bergabung dalam kelompok yang tidak jelas itu. Kalau mau kuliah, kuliah saja, jangan menyusahkan orang tua dengan kegiatan yang tidak bertujuan itu.” Kata ayah Aisha. “ Aisha tetap ikut ayah, meski tanpa izin dari ayah, Aisha bergabung dalam UKM tersebut memiliki tujuan ayah. Aisha ingin mencari jati diri Aisha yang sebenarnya ayah.” Jawab Aisha dengan suara lantangnya. “ apa tidak cara lain untuk mencari jati diri? banyak cara lain yang justru tidak membahayakan keselamatanmu nak.” Aisha tidak menjawab, ia meninggalkan ayahnya dan masuk ke kamarnya.

Ibu Aisha adalah sosok yang penyayang. Jiwa seorang ibu yang penuh kasih sayang dan kedamaian terdapat dalam dirinya. Beliau mencoaba menenangkan anaknya tersebut. Beliau tidak ingin keluarganya harcur hanya karena keegoisan. Beliau pun akhirnya menghampiri Aisha, “nak, ayahmu benar nak, kami bukan mau melarang kamu aktif di UKM kampus, tapi UKM Pecinta Alam itu terlalu berbahaya untukmu. Kami mengizinkanmu aktif di UKM, kamu bisa aktif di UKM seni dan UKM  lainnya yang tidak membahayakan keselamatanmu nak.” Akan tetapi Aisha tidak mempedulikan kata-kata ibunya tersebut.

Orang tua Aisha tetap tidak memberikan izin pada anaknya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Namun, Aisha tidak tidak mempedulikan kekhawatiran orang tuanya. Ia menganggap orang tuanya tidak peduli dengan kebahagiaan dirinya. Karena tidak sanggup mendengar larangan dari orang tuanya, Aisha pun pergi dari rumah dan tinggal bersama kawannya. Ia ingin membuktikan bahwa kekhawatiran orang tuanya lah yang tidak bertujuan bukan kegiatan organisasi yang ingin ia ikuti itu.

Beberapa minggu kemudian, sebelum Aisha resmi menjadi anggota UKM tersebut, Aisha terlebih dahulu harus mengikuti berbagai seleksi yang menantang. Inilah petualangan yang ingin dia jalani pikir Aisha saat itu. Rintangan dan rintangan mulai di laluinya, tibalah Aisha pada puncak seleksi. Puncak seleksinya adalah proses pendakian gunung.

Aisha mengikuti puncak seleksinya dengan sangat bersemangat, sesampai di puncak gunung tersebut, Aisha merasa sangat bahagia akan tetapi kepalanya merasa pusing seakan-akan dunianya berputar saat itu. Kata-kata orang tuanya seakan     terngiang-ngiang di telinganya. Tak lama kemudian “ Aishaaaaa………. teriak kawan-kawannya saat itu, ternyata pengaman yang dipakainya terlepas dari tubuhnya, dan hal tersebut membuat Aisha jatuh dari puncak gunung itu.

Aisha tidak sadarkan diri, kemudian ia dilarikan ke rumah sakit, sesampainya di rumah sakit, ternyata Aisha tidak bisa di selamatkan. Inilah akhir pencarian jati diri seorang mahasiswi di rimba.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nurmaya Sari

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap