Akibat Dari Perbuatan Melawan Hukum Dalam Hukum Perdata


Akibat Dari Perbuatan Melawan Hukum Dalam Hukum Perdata 1

Setiap perbuatan pastinya memiliki konsekuensi baik positif maupun negatif. Perbuatan yang konsekuensinya positif biasanya akan mendapatkan reward atau hadiah atas perbuatan yang dilakukan. Lalu, perbuatan yang konsekuensinya negatif biasanya menimbulkan kerugian bagi orang lain baik secara langsung maupun secara tidak langsung yang intinya merugikan bagi orang lain. Dalam hukum positif di Indonesia, Perbuatan Melawan Hukum atau biasa disebut PMH merupakan tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut” (Pasal 1365 KUHPerdata).

Perbuatan Melawan Hukum bukan hanya dapat diminta pertanggung jawabannya karena kesalahan. Namun karen kelalaian atau kesembronoannya sebagaimana yang dijelaskan dalam Pasal 1366 KUHPerdata Setiap orang bertanggung jawab, bukan hanya atas kerugian yang disebabkan perbuatan-perbuatan, melainkan juga atas kerugian yang disebabkan kelalaian atau kesembronoannya.

Perbuatan melawan hukum dapat dimintakan ganti rugi bukan hanya karena kesalahan orang tersebut, akan tetapi karena orang yang berada dalam pengawasannya tersebut apabila menimbulkan kerugian bagi orang lain sebagaimana yang ada dalam Pasal 1367 KUHPerdata ayat (1) dan (2) yang berbunyi :

Seseorang tidak hanya bertanggung jawab, atas kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri, melainkan juga atas kerugian yang disebabkan perbuatan-perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungannya atau disebabkan barang-barang yang berada di bawah pengawasannya.

Orang tua dan wali bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh anak-anak yang belum dewasa, yang tinggal pada mereka dan terhadap siapa mereka melakukan kekuasaan orang tua atau wali. Majikan dan orang yang mengangkat orang lain untuk mewakili urusan-urusan mereka, bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh pelayan atau bawahan mereka dalam melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepada orang-orang itu.

Akibat Dari Perbuatan Melawan Hukum Dalam Hukum Perdata 3

Sebagai contoh perbuatan melawan hukum yang dapat terjadi dan merupakan tanggung jawab orang yang menjadi tanggungannya yakni : A merupakan anak dari B. A mengendarai sepeda motor, tetapi pada saat dijalan anak A menabrak C dan menyebabkan luka sehingga C harus dirawat di rumah sakit dan ternyata diketahui A tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk mengendarai motor.

Atas perbuatan A tersebut, B harus bertanggung jawab terhadap kerugian yang dialami oleh C akibat dari perbuatan anaknya karena A masih tanggungan dari B. dilihat dari contoh diatas, B dinyatakan telah lalai dan sembrono dengan mengijinkan anaknya untuk mengendarai sepeda motor, yang mana anaknya belum memiliki SIM. Padahal diketahui seseorang  yang mengemudikan kendaraan bermotor wajib memiliki SIM sebagaimana Pasal 77 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Oleh karena itu perbuatan tersebut masuk dalam Perbuatan Melawan Hukum dan kerugian orang atas perbuatan tersebut harus mendapatkan ganti rugi dan apabila orang yang telah menimbulkan kerugian tidak mau mengganti rugi, tentu ada konsekuensi yang harus ditanggung oleh orang tersebut bisa dalam bentuk kurungan atau tuntutan ganti rugi atau dll.

Demikian ulasan mengenai perbuatan melawan hukum agar sedikit menambah, semoga bermanfaat.

 

Dasar Hukum :

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek, Staatsblad 1847 No. 23).

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Arief

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap