Aku Manusia tidak Berguna!


Aku Manusia tidak Berguna! 1

Kelemahan yang ada pada diri ini seringkali membuatku menjadi korban bully’an dan tertawaan oleh banyak orang. Mereka tidak menghiraukan apa yang aku rasakan disaat aku sedang menjadi bahan tertawaan. Aku sakit hati, namun tidak dapat kubuang selama perjalanan hidupku didunia ini. Ingin membalas, namun tidak dapat kulakukan.

Pada waktu aku masih kecil, banyak orang yang membullyku tanpa sedikitpun menaruh belas kasihan kepadaku. Aku dihina, dicaci maki, dan dijahui oleh mereka yang tak punya hati. Hidup, serasa tidak punya arti, karena hanya kekuranganlah yang terlihat nyata dalam aktivitas sehari-hari. Sungguh, kenyataan ini telah membuat aku sangat merana dan ingin cepat-cepat mengakhirinya.

Pada waktu itu, saat aku mulai memasuki remaja, banyak orang yang tidak mau bermain dengan aku. Alasannya cukup banyak, dan itu sangat menyakiti hatiku. Mereka bergembira dengan aktivitasnya, tetapi kenapa tak peduli dengan kehidupanku yang terpandang hina.

Aku sadar, bahwa aku manusia yang tidak berguna! Aku bodoh, pemalas, culun, dan miskin. Semua persyaratan berteman, sungguh aku tidak punya. Namun semua kenyataan itu bukan kerinduan yang keluar dari lubuk hatiku, melainkan, suratan yang Maha Kuasa.

Aku sadar, bahwa aku seringkali membawa sial. Seperti membuat kesalahan berulang-ulang kali. Namun, semua itu bukanlah kemauanku, melainkan kehendak Sang Pencipta yang mengijikan semua percobaan itu nyata.

Aku mau menyalahkan Dia, namun berat untuk mengungkapkannya. Aku hanya bisa memandang diriku yang tidak berguna dan menyalahkannya secara terus-menerus. Sebenarnya, siapa yang salah? Aku atau Dia, sang Maha Kuasa itu? Jikalau Dia yang salah maka sesungguhnya Dia bukan Tuhan. Jikalau Dia Tuhan mengapa menjadikan aku menusia tidak berguna sehingga dijauhui oleh banyak orang. Bukankah tindakan itu membuat aku semakin jauh dari pada-Nya?

Sekarang aku adalah sampah masyarakat. Hidupku tidak berarti bagi masyarakat. Keluarga telah mengutuk aku, teman telah mengumpat aku, dan musuh mengingini nyawaku. Sungguh, hariku tinggal menungu detikan waktu.

Jikalau Tuhan yang dikatakan maha baik itu memberikan aku waktu, dapatkah Ia menjelaskan maksud dan tujuan itu? Lalu, bisakah aku, yang hanya manusia tidak berguna ini, menjadi manusia berguna? Aku rindu menjadi orang baik; membuat keluarga bahagia, membuat teman tertawa, dan membuat Tuhan merasa bangga.

Aku rasa, semua hal tersebut mustahil bagiku. Aku hanyalah manusia tidak berguna, yang hanya menjadi tertawaan banyak orang, cacian banyak orang dan sampah bagi banyak orang, dan Tuhanpun aku rasa tak mau tahu mengenai hidupku. Aku orang tidak berguna. Sampah, ya sampah. Seandainya aku bisa membalas kepedihan ini, aku akan membalas kepada semuanya.

Refleksi Diri

  1. Apakah semua kekurangan yang ada pada diri anda menjadikan anda sebagai manusia tidak berguna? Jikalau ya, sebutkan dan tuliskan semua kekurangan yang anda miliki!
  2. Seperti apa kehidupan manusia yang berguna?
  3. Adakah perbuatan anda yang bemanfaat bagi orang lain?

Yang Harus Dilakukan

Buatlah perbandingan kehidupan manusia tidak berguna dan berguna! Lalu liat kehidupan anda!

Hikmat Hari ini

Semua manusia diciptakan oleh Tuhan yang sama. Ia menyatakan kasih-Nya kepada manusia tanpa berpihak kepada yang satu dan mengabaikan yang lainnya. Ia mendidik ciptaan-Nya dengan penuh kebijaksanaan dan maksud yang mulia.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Junio Richson Sirait

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap