Alan Turing, Pahlawan yang Diampuni Setelah dihukum Kebiri Kimiawi


Alan Turing, Pahlawan yang Diampuni Setelah dihukum Kebiri Kimiawi 1

Alan Mathison Turing lahir di London 23 Juni 1912. Keluarga besarnya berlatar belakang kalangan religius dan pedagang yang kurang memahami potensi anaknya, sehingga menyekolahkan Turing ke sekolah umum yang malah mendeskriminasi kejeniusannya sebagai sebuah kegilaan. Sekolah umum kala itu lebih menekankan pada pelajaran klasik, seperti menulis, membaca, Bahasa, dan ilmu bumi. Turing memiliki kejeniusan alami di bidang matematika dan sains, hal itu menjadinya bahan olok-olokan para gurunya di SMP Sherbone School.

Alan Mathison Turing (1912-1954)
Alan Mathison Turing (1912-1954)

Namun segala keterbatasan itu tetap membuatnya menyukai matematika spesialis ilmiah, bahkan ia berhasil memecahkan soal matematika tingkat atas tanpa mempelajari dasar-dasar kalkulus. Pada tahun 1928, di usia 16 tahun, ketika masih sekolah di King’s Collage di kota Cambrige, Turing mempelajari teori Albert Einstein, dan ajaibnya malah Turing yang berhasil menjabarkan Teori Newton dalam bentuk tulisan secara terperinci, hal yang tidak bisa dilakukan Einstein. Tahun 1931 Turing memutuskan menjadi mahasiswa di Cambrige jurusan matematika. Di kampus inilah talenta Turing mulai dipuji hingga menuai banyak penghargaan.

Tahun 1936, Turing menerbitkan sebuah makalah berjudul “On Computable Numbers, with an Application Numbers to the Entscheidungs problems.” pada makalah ini ia merumuskan kembali penemuan Kurt Godel di tahun 1931 mengenai aritmatika kemudian menjabarkan dalam bahasa matematika yang lebih sederhana sehingga bisa dikerjakan oleh sebuah mesin. Ia menamai temuannya “Mesin Turing.” Ia terus mengembangkan mesin ini sampai bisa memecahkan persamaan aritmatika sederhana, mengembangkan persamaan tadi berdasarkan program yang dikehendaki, sampai bisa menyimpan data hasil pengolahan mesin itu sendiri.

Mesin Turing
Mesin Turing

Keinginannya menciptakan satu mesin yang bisa mengerjakan semuanya menginpirasi generasi setelah dia untuk menciptakan stored program yang sangat penting pada perkembangan komputer di abad 20.

Tahun 1939, Turing bekerja di Markas Kriptoanalisis Perang di Bletchley Park Inggris. Tugas paling utamanya saat itu adalah memecah informasi rahasia Jerman yang dienkripsi menjadi kode sandi oleh sebuah mesin bernama Enigma. Turing sendiri yang langsung mengumpulkan anggota tim, yang terdiri dari ahli kritografer, ahli statistik, ahli teka-teki silang, pemenang lomba catur inggris. Agak nyentrik juga pemikiran Turing, tapi seperti quote dari teman dekat sekaligus mantan kekasihnya bernama Christopher ketika sama-sama bersekolah di Cambrige bahwa “Hanya orang tak terduga yang bisa menyelesaikan pekerjaan tak terduga.”

Bletchley Park
Bletchley Park

Turing bersama timnya berjuang membuat mesin tandingan milik Jerman yang kala itu punya ambisi menguasai benua Eropa dibawah pimpinan Hitler. Selama 2 tahun Turing mengadaptasi mesin pemecah sandi dari Polandia bernama Bomba dan mengembangkannya menjadi lebih cepat dan kuat. Mesin ciptaannya ia beri nama Christopher. Mesin miliknya berhasil menerjemahkan kode sandi Enigma dan membantu sekutu memenangkan Perang Dunia II. Setelah Inggris dinyatakan menang melawan Jerman, Turing dibebas tugaskan dari misi. Seluruh catatan hidupnya selama Perang Dunia II dihapus oleh pihak pemerintah.

Alan Turing, Pahlawan yang Diampuni Setelah dihukum Kebiri Kimiawi 3

Ia kembali menjadi dosen di Universitas Cambrige dan terus mengembangkan mesinnya. Antara tahun 1945 – 1947 ia berhasil menciptakan ACE (Automatic Computing Engine) adalah komputer pertama yang dirancang dengan penyediaan program di dalamnya. Bahkan di masa itu ia sudah terobsesi menciptakan AI (Artificial Intelenge). Hasil pemikiran Turing yang pasti sangat familiar dengan kita di abad 20 adalah kode CAPTCHA yaitu kolom dalam program komputer yang diisi tulisan manusia untuk mencegah spam.

Tanggal 31 Maret 1942 Turing ditangkap dan dituduh melakukan hubungan seksual dengan seorang pria dari Mancester, perbuatan yang pada masa itu dilarang oleh pemerintah Inggris. Menurut sebuah artikel dari BBC, pria itu bernama Arnold Murray berumur dua puluh tahun lebih muda darinya, yang segera menghilang saat kasus itu meledak di Inggris, dan ditemukan meninggal tahun1989. Turing tidak menyangkal tuduhan polisi, malah mengumumkan pada semua orang bahwa ia tidak melihat kesalahan pada perbuatannya, ia terus berusaha menjelaskan perlunya keterbukaan pola pikir baru tentang keadaan seksualitasnya, meski mendapat tantangan berat dari semua kalangan.

Turing menghadapi proses hukum yang cukup kejam karena ketatnya peraturan tentang homoseksual, hakim kemudian memberinya dua pilihan yaitu menjalani hukuman di penjara atau kebiri kimiawi. Turing memilih pilihan terakhir supaya tetap bisa bekerja. Kebiri kimiawi kala itu adalah dengan menyuntikkan hormon estrogen untuk menetralkan gairah seksualnya. Mungkin Turing tidak pernah tahu resiko dari pilihannya bahwa, ia akan menderita impotensi, perkembangan payudara dan depresi. Selama satu tahun mendapatkan terapi hormon Turing mengalami tekanan fisik dan mental yang luar biasa.

Berdasarkan ekperimen Ivan Petrovich Pavlov yang menyatakan bahwa prilaku bisa diubah ketika diberi stimulus secara terus menerus, waktu itu ia menggunakan anjing sebagai objek percobaan, maka seorang dokter Nazi bernama SS Carl Vaernet menciptakan terapi kebiri kimiawi ini. Perlu diketahui bahwa Hitler sangat menyukai eksperimen-eksperimen di bidang kedokteran dalam rangka menciptakan ras Jerman yang unggul tak bercacat sedikitpun.

Salah satu artikel dari Peter Tatchell Foundation menjelaskan kebiri kimiawi atau disebut terapi obat keengganan memiliki efek samping salah satunya muntah hebat ketika melihat foto sesama jenisnya telanjang. Penderitaan itu diharapkan mampu mengubah orientasi homoseksual menjadi heteroseksual.

Selama menjalani hukuman kebiri kimiawi, Turing tetap bekerja, namun banyak institusi memutuskan kerjasama dengannya karena resiko hukuman. Turing tetap berusaha mengembangkan mesinnya dari rumahnya di Wislow. Sebagai pribadi yang hangat Turing tetap menulis surat pada teman-temannya, termasuk psikiater pribadinya yang bernama Dokter Jung. Tapi kemuduran fisik yang ia alami membawa dampak depresi yang berat.

Tanggal 7 juni 1954, Turing ditemukan oleh pembantu rumah tangga sudah meninggal sehari sebelumnya. Pihak penyelidik mengungkapkan kematiannya akibat racun sianida yang dia masukkan dalam apel yang ditemukan baru dimakan setengah di samping tempat tidurnya. Sedangkan ibu Turing menyakinkan bahwa putranya tidak bunuh diri melainkan keracunan serbuk sianida yang menempel di jari-jarinya ketika sedang bekerja.

Perkembangan jaman yang semakin universal membuat kelompok Kelainan Orientasi Seksual makin berani menunjukkan eksistensi mereka. Bukan hal yang salah jika prilaku itu tidak menimbulkan bahaya kriminalitas dan patologis penyakit. Dunia semakin membuka diri pada perbedaan ini, ada yang menerima, ada yang jelas-jelas menolak, tapi ada juga yang berusaha mencari cara untuk membantu kelompok ini kembali pada gender alaminya.

Tahun 2009 Perdana Mentri Inggris George Brown menuliskan di Telegraph permintaan maaf beserta rasa bangganya pada almarhum Turing. Diikuti pada Desember malam natal tahun 2013, Ratu Elizabet II mengumumkan pengampunan atas semua kesalahan yang dilakukan oleh Alan Turing selama hidupnya, dan menaikkan dia menjadi salah satu pahlawan terbesar abad ke-20 yang membantu memecahkan sandi Enigma dan mengakui peran penting Turing dalam pengembangan komputer modern.


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Nana Hadinata

   

Setiap detik kehidupan untuk menghidupi hidup.

Subscribe
Notify of
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Shimeon Bar Yona

Jadi teringat logo merk Apple yg terkenal itu, terima kasih Bu Nana sudah berbagi ilmu, lanjutkan Bu, tetap semangat