Alasan Udinese Tetap Konsisten di Serie A

Alasan Udinese Tetap Konsisten di Serie A 1

Menarik untuk membahas salah satu klub kontestan serie A yaitu Udinese.

Udinese sendiri merupakan klub papan tengah  yang selalu tampil konsisten berada di posisi papan tengah klasemen Serie A.

Udinese sendiri merupakan klub yang berasal dari kota kecil di wilayah kota Venesia Italia.

Namun klub ini tetap menjadi klub langganan papan tengah Serie A, dan mulai tampil eksis sejak tahun 1995 hingga saat ini.

Klub ini juga tidak pernah terdegradasi dari Serie A , dan selalu finish di urutan papan tengah klasemen atau diatasnya.

Alasan Udinese Tetap Konsisten di Serie A 3

Lalu apa Rahasianya klub bisa sampai bertahan di Serie A. Tentunya rahasianya adalah dibalik kebesaran managemen tim yang nmengelola klub ini dengan baik.

Klub ini memang menjadi klub yang memiliki konsep pembinaan pemain muda potensial dan menjadikan pemain-pemain besar.

Kunci keberhasilan Udinese tetap bertahan di Serie A adalah manajemen klub yang sangat baik.

Hal ini di mana Udinese selalu memprioritaskan pemain mudanya untuk dilatih dan juga diproyeksikan menjadi pemain besar dan nantinya akan memiliki nilai jual tinggi.

Hal ini terbukti di mana Udinese tidak pernah membeli pemain di atas 8 juta Poundsterling seperti yang dilakukan oleh klub-klub besar Eropa lainnya.

Sementara yang dilakukan Udinese adalah dengan memanfaatkan potensi pemain muda di luar Italia seperti Amerika Selatan Afrika maupun di wilayah Eropa Timur.

Udinese banyak mencatatkan pemain-pemainnya yang dulunya pemain biasa kemudian dibina dan kini jadi sukses.

Banyak pemain-pemain hebat yang dilahirkan dari Udinese ini yang awal mulanya dia hanyalah pemain berasal dari klub kecil dengan hatga murah, kemudian dibesarkan dan menjadi pemain hebat.

Salah satunya sebut saja Alexis Sanchez pemain yang dibeli dari klub kecil di Amerika ini dulunya pemain yang terbilang biasa saja.

Namun akhirnya dia berubah menjadi pemain hebat dan bernilai jual tinggi serta diminati oleh klub besar Eropa.

Alasan Udinese Tetap Konsisten di Serie A 4

Dan manajemen itulah yang sering sering dilakukan oleh Udinese Semenjak dia bergabung di kompetisi Serie A tahun 1995, dan hingga saat ini klub ini tetap eksis dan tetap bertahan di Serie A serta menjadi Klub papan tengah Serie A.

Klub ini memiliki kostum ciri khasnya adalah hitam putih atau memiliki julukan klub zebra kecil.

Klub ini memiliki sejarah panjang di kompetisi Seri A maupun di kompetisi Eropa.

Bahkan klub ini juga pernah menjadi kontestan Liga Champions Eropa tahun 2004 2005 dan 2011-2012.

Namun berikutnya klub ini hanya selalu finish di zona Europa League saja.

Sejarah dimulai sejak klub ini berdiri tahun 1896 yang diberikan nama Udinese Calcio.

Berasal dari kota kecil cerita tentang julukan Udinese yaitu  Zebra Kecil atau Zebrette dengan taktik keberhasilan dalam hal pengelolaan keuangannya.

Sehingga yang terjadi klub ini tetap dapat bertahan menghadapi kerasannya persaingan sepakbola modern yang tentunya memarginalkan klub kecil seperti Udinese.

Peran Besar Pozzo

Alasan Udinese Tetap Konsisten di Serie A 5

Keberhasilan Udinese tetap bertahan di Serie-A tidak lepas dari peran sang pemilik Giampaolo Pozzo.

Ia bersama Gino Pozzo, membuat Udinese menjadi klub hangy hebat dari segi menejemen.

Hal tersebut nampak dari sistem perekrutan pemakn dan pencarian bibit-bibit pemain muda berkualitas khususnya pemain yang bermain diluar Italia.

Pozzo memimpin Udinese hampir selama dua puluh tahun, Udinese sukses menjadi klub papan tengah Serie A.

Udinese lebih menitik beratkan pada pencarian bakat-bakat pemain muda kemudian dikembangkan dan diproyeksikan menjadi pemain hebat.

Serta yang lebih hebatnya lagi, pemain-pemain tersebut dijual dengan harga lebih tinggi atau denhan kata lain mendapatkan profit banyak dari penjualan pemain binaannya.

Sebut saja pemain Chile seperti Alexis Sanchez yang ditawarkan seharga 26 juta poundsterling ke Barcelona, ada Kwado Asamoah, kemudian Mauricio Isla, serta mantan punggawa timnas Italia Fabio Quagriarella, Sulley Muntari, David Pizzaro, Bierhoff, Samir Handanovic, Gokhan Inler.

Dengan hasil tersebut praktis Udinese memperoleh laba bersih  100 juta poundsterling dalam satu dekade terakhir.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

BLUTS