ALIRAN SENI SUREALISME : Bebaskan Alam Bawah Sadarmu!

ALIRAN SENI SUREALISME : Bebaskan Alam Bawah Sadarmu! 1

Di berbagai macam unggahan media sosial seperti Instagram atau WhatsApp serta lainnya, kita tak ayal sering melihat karya seni seperti berikut sebagai foto profil, story, dan postingan feed.

Sumber gambar : pinterest
Sumber gambar : pinterest

Lantas pernahkah kita bertanya, apakah sebenarnya jenis gambar tersebut? Kenapa bisa eksentrik kayak gitu ya? Dan apa makna serta tujuan dari pembuatan karya seperi itu?

Seni mah bebas. Begitu kalau kata manusia jaman sekarang. Setiap orang bebas mengekspresikan karya seni mereka, baik yang mengandung hal-hal indah, menyenangkan, misteri, sampai hal-hal yang tabu. Karena karya seni adalah bentuk output dari pemikiran murni manusia yang sudah diolah menggunakan akal dari dalam otak.

Begitupun dengan karya sastra. Semuanya bebas ditulis.

Mungkin sebagian besar dari kita sudah umum mendengar aliran seni abstrak, yang kesannya selalu menampilkan hasil karya yang terkesan tidak beraturan, mencerminkan kebebasan, dan sulit untuk dipahami namun indah untuk dinikmati melalui sisi visual manusia. Namun, untuk aliran seni surealisme? Apakah kita sudah sering mendengarnya atau jarang?

Mungkin bagi kalangan pecinta seni, istilah ini tidak asing lagi. Namun bagi masyarakat awam, rasanya ya masih awam pula. Oke kalau begitu, yuk kita kenalan dengan aliran seni yang unik bingits inih!

1. Obyek Bersumber dari ALAM KHAYAL / ALAM BAWAH SADAR PELUKIS

Sumber gambar : pinterest
Sumber gambar : pinterest

YA! Anda tidak salah baca. Seperti gambar di atas, lukisan semacam itu memang tidak umum dan kesan pertama kali bagi orang yang melihatnya mungkin dapat dikatakan “aneh”. Karena mau bagaimana lagi, memang inspirasinya saja sudah dari alam khayal dan alam bawah sadar, maka jadilah demikian. Meskipun aneh, tapi karya dari aliran ini banyak yang minat. Sebab memang tampilannya yang meresap di jiwa dan seolah-seolah mampu berbicara dari hati ke hati, pikiran ke pikiran, tanpa perbincangan secara verbal antara sang pelukis dengan penontonnya. Cukup menarik bukan?

Dilansir dari kompas.com, di dalam buku History of Surrealism (2018) oleh Achraf Baznani, istilah surealisme berasal dari bahasa Perancis yakni surrealisme.

Kata Surealisme untuk pertama kalinya dipakai oleh Guillame Apolliniare guna mengenalkan karyanya yang berjudul “Les Mamelles de Tiresias” pada 1917.

Aliran surelias sebenarnya lahir di Perancis pada tahun 1924 lantas berkembang selama periode Perang Dunia I dan II. Berdasarkan kajian psikologis, paham surealis ini lahir sebab tekanan mental orang-orang akibat terjadinya perang. Maka dari itu, marilah kita berdamai saja seperti lagu Roma Irama “Perdamaian perdamaian..” eh.

2. Seni Surealisme Memang Ganjil untuk Dimengerti

Sumber gambar : pinterest
Sumber gambar : pinterest

Seni ini erat kaitannya dengan teori Sigmund Freud, ahli psikoanalisis dalam dunia psikologi. Freud menjabarkan dalam kajiannya terkait 3 tingkatan kesadaran manusia, yakni terdiri dari sadar, pra-sadar, dan tidak sadar. Menurut Freud, sebagian besar perilaku manusia terkendali oleh alam bawah sadar.

Nah, jika dalam metode psikoanalisa milik Freud di mana mimpi atau alam bawah sadar manusia digunakan sebagai terapi penyembuhan mental manusia, maka para seniman surealisme menggunakan alam bawah sadar sebagai tempat mereka bebas berimajinasi dan berekspresi. Dan manusia adalah objek utamanya.

Sebab, dari pengamatan kita bersama, bahwasannya dari berbagai macam seni aliran surealisme ini kita jadi tahu bahwa dengan menciptakan lukisan tersebut manusia bisa bebas mengekspresikan perasaan serta tekanan yang terpendam, jiwa yang bahagia maupun tersakiti, hingga curahan secara tidak langsung.

3. Beda dengan Fantasi

Sumber gambar: serupa
Sumber gambar: serupa

Seni surealisme memiliki perbedaan dengan Fantasi, karena yang diangkat dalam surealisme adalah alam bawah sadar atau dunia yang berasal dari mimpi, sehingga isinya mustahil berhubungan dengan realita atau dunia nyata. Meskipun inspirasinya dari kehidupan sehari-hari, namun pelukis berusaha untuk memanipulasi seindah mungkin agar hasilnya terkesan ganjil.

Nah, gimana para pembaca digstraksi yang kewren? Oke? Semoga bermanfaat yah.

Referensi :

  • https://www.kompas.com/skola/read/2021/03/20/162041469/aliran-surealisme-pengertian-jenis-dan-unsurnya
  • https://serupa.id/surealisme-pengertian-ciri-tokoh-contoh-karya-analisis

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Soreane Sore