Anak – Anak Para Milenial, “Gen Alpha” Mengapa Mereka berbeda?

Anak – Anak Para Milenial, “Gen Alpha” Mengapa Mereka berbeda?

Pernahkah anda mendengar Alpha atau “”? Ya, mereka adalah anak – anak dari dan cucu dari Baby Boomers. adalah yang lahir pada rentang waktu antara 2010 – 2024. Pada tahun 2021 ini usia tertua adalah 11 tahun.

Alpha mungkin terdiri dari anak-anak yang mungkin belum mencapai banyak hal sejauh ini” menurut AdAge, tetapi mereka jelas merupakan yang harus diperhatikan. Tetapi semua orang pasti setuju jika memiliki dari sebelumnya.

Lalu apa dengan sebelumnya? Berikut kami coba uraikan 5 yang ada pada Genrasi ini, Yuk disimak!

1. Tumbuh ditengah Pandemi

Anak – Anak Para Milenial, “Gen Alpha” Mengapa Mereka berbeda?

Coronavirus disease (COVID-19) yang dilaporkan pertama kali muncul di wuhan, China pada 31 Desember 2019 kemudian menyebar ke seluruh dunia. Setiap individu dipaksa untuk membatasi aktivitas diluar rumah tidak terkecuali . menghadapi kenyataan bahwa mereka tumbuh disaat pembatasan diri terhadap lingkungan dan pengguanaan alat pelindung diri (apd) sangat ditekankan. Sampai saat ini belum ada yang tahu apa dampak panjang pandemi terhadap .

Baca juga  Tabunganmu Kurang Dari 15 Juta? 5 Kesalahan Keuangan Di Awal Umur 20-an

2. Pendidikan Interaktif

Anak – Anak Para Milenial, “Gen Alpha” Mengapa Mereka berbeda?

Sebagian dari saat ini menduduki kelas dasar pendidikan. Tidak seperti halnya saudara tuanya Z, Alpha akan lebih terbiasa mengikuti metode pendidikan secara visual dan interaktif. Anak – anak ini terbiasa mengikuti kelas online diusia yang sangat dini. Selain itu kebijakan pembatasan pembelajaran tatap muka menjadi faktor dominan bergesernya metode pendidikan yang diterima oleh ini.

3. Tidak Suka Aturan

Anak – Anak Para Milenial, “Gen Alpha” Mengapa Mereka berbeda?

Jika anda memiliki anggota keluarga yang merupakan “” maka anda akan cepat mengerti bahwa mereka adalah individu yang cenderung ekspresif, aktif dan keras kepala. Mereka adalah generasi yang lahir dimana kebebasan akan hak individu sangat dihormati. Pembatasan pada diri pada individu mereka anggap sebuah rintangan. Pandangan mereka tersebut terus berkembang sehingga membentuk pribadi yang terus berusaha membebaskan diri dari aturan yang berlaku. Hal ini di perparah dengan pembatasan belajar tatap muka disekolah yang paling membantu mengajarkan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan.

Baca juga  Sastra dalam Kehidupan Milenial

4. Seumur Hidup dengan Teknologi

Anak – Anak Para Milenial, “Gen Alpha” Mengapa Mereka berbeda?

Generasi Alpha lahir dan tumbuh di saat segala sesuatu di sekitar kita bergantung pada teknologi. HuffPost mnyatakan bahwa Gen Alpha adalah generasi pertama yang seumur hidup mereka dibenamkan dalam teknologi.

IPad dirilis pada 2010 dan itu juga tahun peluncuran Instagram, Generasi sangat menyukai kehadiran keduanya. Sebagian besar mereka telah membuat akun media sosial sesaat setelah anak mereka lahir. Gen Alpha yang baru lahir ini bahkan belum mengetahui apa itu internet tetapi gambar dan video mereka sudah beredar didalamnya.

Baca juga  Sebuah Tutorial Untuk Pekerja Milenial Dari Kalangan Menengah Ke Bawah

5. Jutawan Muda

Anak – Anak Para Milenial, “Gen Alpha” Mengapa Mereka berbeda?

Gen Alpha menghasilkan anak-anak yang menjadi jutawan bahkan sebelum mereka masuk ke usia sekolah. Berkat internet, anak-anak ini memiliki orang tua yang telah memutuskan untuk memanfaatkan teknologi demi keuntungan mereka. Di Indonesia ada bnayak youtuber cilik yang berpengahasilan lebih dari satu milyar pertahun bahkan ada yang perkirakan mampu mencapai penghasilan 14 miliar pertahun.

Gen Alpha ditentukan oleh perubahan konstan dan drastis. Gen Alpha tidak takut untuk mencoba hal-hal baru. Mereka terbuka untuk berubah dan anak-anak Alpha tentunya merupakan generasi yang harus diperhatikan. Dari teknologi yang mengubah interaksi dan ekspektasi menjadi pandemi yang mengancam perlambatan, mai kita lihat dan perhatikan bersama perubahan apa yang akan dibawa Generasi ini. Lalu akan di bawa kemana generasi selanjutnya (mungkin “Gen Deltha”). Tentunya akan sangat berbeda dengan generasi sebelumnya bukan?

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Sutikno Darwanto