Anak Kijang Ingin Menjadi Anak Sapi


Anak Kijang Ingin Menjadi Anak Sapi 1

“Ibu aku ingin menjadi seperti anak sapi, bisa ga ya Ibu.” Anak kijang bertanya kepada ibunya.

“Maksudnya bagaimana Caya, ibu ga ngerti?” Ibunya terheran.

Ternyata seekor kijang Betina yang bernama Caya sedang jatuh cinta dengan Yiyo adalah Kijang Jantan. Sebelum Caya bertanya kepada Ibunya, pagi tadi ia sempat pergi ke hutan, mencari informasi tentang Yiyo yang ia sukai. Saat di perjalanan di balik semak belukar, ia mendengar percakapan Yiyo dengan kawannya para Kijang Jantan, mereka membicarakan tentang pasangan hidup, dan Kijang Betina mendengar apa yang diucapkan oleh Yiyo, kalau Kijang Jantan menyukai Kijang Betina yang badannya berisi seperti anak sapi, dan diakhiri dengan tawa Yiyo dan kawan-kawannya.

Setelah Caya mendengar percakapan mereka, Caya merasa tidak percaya diri, karena badannya tidak terlalu gemuk, dan malu kalau sampai bertemu dengan Yiyo, kalau bahasa kerennya insecure.

Caya berjalan sambil tertunduk, dan berfikir ia harus menggemukkan badannya. Kijang Betina mulai mencari makan yang lebih banyak, ia makan  dalam porsi yang berbeda di hari-hari sebelumnya.

Hari ini Caya duduk berteduh di bawah pohon, perutnya kenyang sekali dan tidak sadar ia terlelap dalam tidur. Didalam mimpinya ia seperti Kijang Betina yang cantik dengan badan yang berisi dan sedap di pandang. Saat Caya senyum-senyum sampai akhirnya ia sadar dan terbangun, ternyata baru saja ia tidur dan bermimpi.

Hari mulai sore, Caya lekas kembali ke tempat tinggalnya. Sesampainya ia langsung mencari ibu dan bertanya kepadanya. Caya banyak cerita kepada Ibu tentang perasaannya kepada Yiyo, dan menceritakan apa yang telah terjadi tadi pagi.

“Ibu didunia ini apakah ada yang menerima kita apa adanya, seperti halnya tentang fisik?”. Caya melanjutkan pertanyaannya.

“Sebenarnya banyak hal yang diingiinkan dari sebuah kehidupan, selama keinginan masih baik untuk memperbaiki dan tidak merugikan yang lain tidak masalah nak.” Ibu memberi arahan kepada Caya.

“Lalu bagaimana menurut Ibu tipe pasangan yang terbaik?”. Caya sangat penasaran

“Pasangan yang baik adalah ia selalu berbicara dan bersikap jujur dan tulus, sayang kepadamu seperti dia menyayangi dirinya, berbicara dan bersikap lembut kepadamu, selalu perhatian dan memahami keadaanmu, selalu mendengarkan nasehat atau ide saat kamu berbicara, dan jika terdapat kesalahan atau kekurangan yang ada pada dirimu, ia akan selalu bersyukur dan bersabar dalam menasehati dengan cara yang baik dan benar”. Ibu menjelaskannya dengan sangat bijak dan penuh perhatian kepada Caya

Setelah Ibu menjelaskan kepada Caya, ia mulai mengerti apa yang ia harus lakukan dalam memahami keinginan dan masa depannya. Dan ketika ia menyukai atau mencari pasangan, ia akan terlebih dahulu mencari kebenaran yang baik yang dimiliki pasangannya, seperti kriteria atau ciri-ciri yang telah Ibu jelaskan.  


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

RatnaLestari

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap