Anak Yang Terlahir Dari Sebuah Timun


Anak Yang Terlahir Dari Sebuah Timun 1

Dahulu kala di sebuah desa di daerah Jawa Tengah hiduplah seorang perempuan tua bernama Mbok Rondo. Dia hidup sebatang kara. Pekerjaannya hanya mencari kayu bakar di hutan untuk menopang hidupnya. Mbok Rondo ingin sekali memiliki seorang anak, agar dapat menemani dan merawat dirinya yang sudah tua.

Pada suatu hari, setelah Mbok Rondo mengumpulkan kayu bakar di hutan, dia bertemu seorang raksasa menyeramkan. Mbok Rondo sangat ketakutan melihatnya. Tubuhnya gemetar melihat makhluk yang sangat besar itu.

Raksasa itu berkata dengan suara membahana, “Hai perempuan tua, apakah kamu menginginkan anak? Aku bisa mengabulkan keinginanmu itu.”

“Benarkah perkataanmu?” tanya Mbok Rondo dengan suara gemetaran karena takut.

“Benar. Tapi ada syaratnya. Jika anakmu sudah berumur enam belas tahun, kamu harus menyerahkannya kembali kepadaku. Dia akan kujadikan makananku,” jawab Raksasa.

Karena begitu besar keinginannya mempunyai anak, Mbok Rondo akhirnya menyetujui permintaan raksasa itu tanpa berpikir panjang.

Sang Raksasa kemudian memberi Mbok Rondo biji mentimun untuk dibawa pulang dan ditanam di rumahnya. Setiap hari Mbok Rondo menyirami biji mentimun itu, hingga suatu ketika tanaman itu tumbuh dan berbuah lebat. Di antara buah mentimun yang tumbuh, ada satu buah mentimun yang tumbuh sangat besar dan buahnya berkilau laksana emas. Mbok Rondo tertarik dengan buah timun tersebut. Dia memetiknya lalu membawanya pulang ke rumah.

Sesampai di rumah, Mbok Rondo membelah timun itu dengan hati-hati sekali. Betapa terkejutnya dia ketika timun telah dibuka, di dalamnya ada seorang bayi perempuan cantik. Mbok Rondo begitu bahagia hatinya mendapat seorang anak perempuan. Dia lalu memberi nama bayi mungil itu Timun Mas.

Hari berganti bulan, bulan pun berganti tahun. Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat bagi Mbok Rondo. Timun Mas kini sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik jelita, baik hati, dan selalu membantu Mbok Rondo dalam bekerja. Mbok Rondo sangat menyayangi Timun Mas.

Hingga pada suatu pagi, Sang Raksasa pun datang ke rumah Mbok Rondo sambil berkata, “Hai, Mbok Rondo! Keluarlah! Aku datang hendak menagih janjimu dulu kepadaku.”

Mbok Rondo yang mengetahui kedatangan raksasa itu, segera menyuruh Timun Mas bersembunyi. Kemudian dia menemui raksasa itu, “Hai raksasa, aku tahu kedatanganmu ke sini untuk mengambil Timun Mas. Kalau Timun Mas kuberikan sekarang, tentu kurang lezat untuk disantap. Beri aku waktu dua tahun lagi,” pinta Mbok Rondo. Raksasa pun akhirnya mengabulkan permintaan Mbok Rondo.

Tak terasa waktu cepat berlalu, dua tahun kemudian tibalah saatnya Mbok Rondo memenuhi janjinya pada raksasa itu. Dia merasa cemas jika teringat janjinya tersebut. Di tengah kecemasannya, Mbok Rondo mendapat petunjuk dalam mimpinya untuk menemui seorang kakek sakti di sebuah bukit untuk menyelamatkan Timun Mas. Mbok Rondo pun akhirnya pergi menemui kakek sakti tersebut yang memberinya empat buah bungkusan kecil sambil menerangkan kegunaannya. Sesampainya di rumah, Mbok Rondo memberikan empat bungkusan itu kepada Timun Mas sambil berkata, “Anakku, mulai saat ini kamu tidak perlu cemas dan takut kepada raksasa itu karena kamu sudah memiliki penangkalnya. Berdoalah supaya Tuhan menyelamatkanmu.”

Beberapa hari kemudian, raksasa itu datang kembali ke rumah Mbok Rondo untuk menagih janjinya lagi. Dengan tertawa keras raksasa itu berkata, “Mana Timun Mas? Cepat serahkan dia kepadaku. Aku sudah sangat lapar dan ingin segera menyantap dia!”

Mbok Rondo yang mendengar perkataan raksasa itu, segera menemui Timun Mas dan memberikan empat buah bungkusan kecil pemberian kakek sakti. “Anakku Timun Mas, pergilah lewat pintu belakang sebelum raksasa menangkapmu. Bawalah bungkusan ini sebagai bekalmu! Dan jangan lupa pesan kakek sakti yang telah aku sampaikan,” ucap Mbok Rondo pada Timun Mas.

Timun Mas pun segera berlari meninggalkan rumah Mbok Rondo melalui pintu belakang. Raksasa yang sedang menemui Mbok Rondo dan menanyakan keberadaan Timun Mas samar-samar melihat seorang gadis yang sedang berlari di padang rumput segera mengetahui kalau gadis tersebut adalah Timun Mas. Raksasa kemudian segera mengejar Timun Mas sambil berkata keras, “Mau lari ke mana kau gadis kecil?”

Dengan tubuhnya yang besar dan kesaktiannya, raksasa itu dengan mudah dapat segera menyusul Timun Mas yang berlari kencang.

Timun Mas yang mulai kelelahan dan terdesak segera mengeluarkan biji timun dari bungkusan pertama. Dia melemparkan biji itu ke belakang dan secara ajaib biji itu tumbuh dengan lebat dan berbuah besar-besar.

Melihat hal itu, raksasa tertarik memakannya untuk menambah tenaga. Sekejap saja, buah timun yang besar-besar itu telah habis dimakan. Sementara Timun Mas telah agak jauh berlari. Dan raksasa kemudian mengejarnya kembali hingga jarak kembali mendekat.

Timun Mas yang agak ketakutan segera mengambil jarum kayu dari kantung kedua dan menaburnya ke tanah. Ajaib, jarum-jarum itu berubah menjadi hutan bambu yang sangat lebat dan menghambat gerakan raksasa dalam mengejar Timun Mas.

Dengan susah payah raksasa dapat melepaskan diri dari lebatnya hutan bambu dan segera mengejar Timun Mas yang telah berlari menjauh darinya. Karena kesaktiannya, raksasa itu dapat segera mendekati Timun Mas yang menjadi ketakutan melihatnya.

Timun Mas kemudian membuka bungkusan ketiga berisi garam yang dia taburkan ke tanah. Secara tiba-tiba butiran garam itu berubah menjadi lautan yang menghambat gerakan raksasa itu. Meskipun agak terkejut, raksasa itu masih bisa berenang ke tepian dan mengejar Timun Mas lagi.

Timun Mas yang kembali terkejar segera membuka bungkusan terakhir berupa terasi yang dilemparkan ke tanah dan berubah menjadi kubangan lumpur panas yang kemudian menelan tubuh raksasa itu dan menariknya ke dalam. Meskipun meronta-ronta, raksasa itu tetap tenggelam ke dasar kubangan lumpur hingga mati.

Timun Mas yang sudah kelelahan hanya bisa melihat raksasa itu tenggelam ke dalam lumpur. Dengan berjalan pelan-pelan karena kelelahan, Timun Mas kembali ke rumah Mbok Rondo. Ketika melihat anaknya telah kembali Mbok Rondo segera memeluk Timun Mas dengan erat dan bahagia karena anaknya selamat dari kejaran raksasa.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

ADM52

   

Konten Kreator Pendidikan

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap