Analisis Puisi dengan Pendekatan Semiotika


Analisis Puisi dengan Pendekatan Semiotika 1

Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang banyak menggunakan kata-kata imaji maupun majas, dan biasanya terdapat simbol-simbol maupun tanda yang akan disampaikan ke pembaca sehingga akan menguatkan makna yang terkandung dalam puisi tersebut.

Berikut ini, analisis penulis menggunakan pendekatan semiotika Analisis Puisi berjudul Penyair Karya D kemalawati

Penyair

kita adalah pelayat

sekaligus mayat

di pekuburan kata-kata

Banda Aceh, 30 Noember 2011

Pembacaan Heuristik

kita (adalah) pelayat

sekaligus (menjadi) mayat

(di) pekuburan kata-kata

Berdasarkan, pembacaan secara heuristik makna puisi tersebut adalah mengambarkan tentang seorang penyair yang terdiam membisu dan tidak dapat lagi mengungkapkan kata-kata (menjadi mayat di pekuburan kata-kata)

Pembacaan Hermeneutik

Kita adalah (pelayat)

Sekaligus (mayat)

di pe(kubur)an kata-kata

Berdasarkan pembacaan secara hermeneutik, makna dalam puisi tersebut adalah mengambarkan tentang seorang penyair yang menyuarakan tentang ketidakadilan, ketika yang lain bungkam. Puisi ini juga mengambarkan tentang seorang penyair yang tetap hidup meskipun ia telah tiada, karena ia hidup dengan karyanya.

Analisis Simbol, Lambang, dan Indeks

Simbol

Simbol yang terdapat dalam puisi ini adalah: Penyair karena puisi ini menceritakan tentng kehidupan seorang penyair.

Indeks

Indeks dalam puisi ini adalah: mayat dan pekuburan. pekuburan sebagai penanda, mayat sebagai tanda.  Mayat yang dilambangkan kehilangan sesuatu hal menandakan ‘perkuburan’ yang melambangkan kesepian. Hal ini bermakna orang yang mengalami kehilangan menandakan ia akan mengalami kesepian. Seperti halnya dalam puisi ini, seorang penyair yang sudah hilang kata-katanya dalam menulis, sehingga ia menjadi sepi dengan kata-katanya.

Lambang

Lambang yang terdapat dalam puisi tersebut adalah: Pelayat yaitu mengambarkan tentang seorang penyair yang peka terhadap keadaan yang terjadi di lingkungannya, dan ia mengungkapkan kekesalannya dengan menulis, ia mengungkapkan kebenaran ketika yang lainnya diam dan tak berani bersuara.

Analisis Puisi berjudul Puisi Karya D Kemalawati

Puisi

puisi adalah butir padi

di antara debu dan mutiara

puisi adalah lahan menari

jari lentik petani

puisi adalah rumpun padi

bagi jiwa sunyi

Banda Aceh, 31 Desember 2008

Pembacaan Heuristik Puisi

Puisi (adalah) butir padi

(di antara) debu (dan) mutiara

Puisi (adalah) lahan menari

(dari) jari lentik petani

Puisi (adalah) rumpun padi

(bagi) jiwa sunyi

Berdasarkan pembacaan secara hermeneutik, puisi ini bermakna bahwa sebuah puisi merupakan kejadian-kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehaari-hari.

Pembacaan Hermeneutik

(Puisi) adalah (butir padi)

Di antara (debu) dan (mutiara)

(Puisi) adalah (lahan menari)

(Jari lentik petani)

(Puisi) adalah (rumpun padi)

Bagi (jiwa sunyi)

Berdasarkan pembacaan secara hermeneutik, puisi ini bermakna bahwa sebuah puisi merupakan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan (luka, derita, maupun bahagia) yang ditulis dengan kata-kata indah oleh seorang penyair.

Simbol

Simbol dalam puisi ini adalah “puisi” karena gambaran umum dalam puisi ini adalah tentang puisi yang dituliskan oleh penyair yang berasal dari realita kehidupan.

Indeks

Indeks dalam puisi ini adalah “Debu dan mutiara. Debu menandakan bahwa puisi itu di nagka dari kisah-kisah sedih, dan luka.

Mutiara menandakan bahwa puisi terkadang juga diangkat dari kisah-kisah yang bahagia.

Lambang

Lambang dalam puisi ini adalah  adalah “butir padi” dan “lahan menari” karena puisi ini melambangkan kehidupan yang tentram.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nurmaya Sari

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap