Antara Desa Inggas Dan Antapani……


Antara Desa Inggas Dan Antapani...... 1

Nama saya Roy,Saya memiliki sebuah teman yang menurut saya mereka adalah teman teman yang paling dekat dan akrab dengan diri saya sendiri,yang selalu mengikuti saya jika saya pergi ke sesuatu tempat ataupun pergi berlibur.Mereka adalah Ilham,Gilang,Putri,Tiara,Amel.

Karena kebetulan liburan akhir semester sudah tiba saya dan teman teman pun berpikir untuk pergi liburan ke desa terpencil,ya kebetulan juga untuk membuat laporan tugas tugas yang diberikan dosen.Kita berencana pergi pada hari Senin dan rencana pada hari sabtu kita sudah dalam perjalanan pulang.Kita memutuskan untuk pergi ke sebuah desa yang namanya itu Desa Inggas,dimana desa ini adalah sebuah desa yang tidak jauh dari sebuah kota namun tempatnya berada dalam pedalaman yang dimana untuk bisa berkunjung kesana harus memiliki izin dari pihak setempat.

Ilham  : Roy apa lebih baik kita pergi ke sebuah desa yang tak jauh dari tempat kita saja ? ( Tiba tiba ilham bertanya )

Saya    : Memang saya juga tadinya mau gitu ham,tapi kata putri tempat itu udah di booking sama kelompok lain

Ilham  : Apa benar put ? oleh kelompok siapa ?

Putri    : Kelompok 3,mereka lebih dahulu menempatinya kemarin dan mengkonfirmasi.

Kita ber enam pun masih berbincang bincang tentang hal ini,lalu tiba tiba gilang bertanya.

Glang   : Tapi menurut ku juga sih aga aneh tentang pemilihanya

Amell   : Aneh bagaimana

Gilang  : Ya aneh,hanya kelompok kita saja yang tidak memilih dan desa nya juga dari pedalaman,mungkin…… ( Sambil Berpikir )

Roy       : Sudahlah tidak apapa daripada tak ada tempat kan,sudah bersyukur saja.

Kami pun menaiki bis yang bertujuan untuk berangkat ke tujuan kami yaitu desa inggis,dan setelah berjam jam kami pun hampir mendekati tempat tujuan kami,tetapi saya merasakan jalan sekitaran desa itu suasana yang saya rasakan beda seperti biasanya,saya merasa seperti sedang ada aktivias kehidupan yang sangat ramai,namun kenyataanya jalan itu sangat hening.Mungkin hanya perasaan dan pikiran saya saja kali,soalnya maklum berjam jam diperjalanan kan lumayan puyeng hehe,mungkin perasaan teman teman yang lainnya beda atau mereka juga merasakan hal yang sama ? saya pun bertanya pada gilang,karna yang lainnya belum bangun dari tidur dan tampak pulas.

Saya      : Lang, gue merasa kalau jalanan yang tadi seperti ada aktivitas tapi kenyatanya hening hening saja sih,apa lo juga sama ngerasain ?

Gilang  : Yaaa….memang suasananya sih memang hening tapi maksudnya aktivitas bagaimana roy?

Saya     : Ya seperti pada umumnya gitu loh,aktivitas sosial kehiduan.

Gilang  : Ah ngaco,mana ada wkwk perasaan lu aja kali royy,gue cma ngerasa hening aja sih bener kalau itu

“Amell,Putri dan Ilham pun terbangun mungkin karena mendengar kita yang berisik,Ilham pun bertanya ”

Ilham   : Kenapa nih,kalian berisik padahal gue lg mimpi indah haduhhhh ( Sambil muka orang baru bangun pada umunya )

Gilang  : Bukan apapa,bentar lagi sampa nih duh ga sabar pengen meluk guling

Amell   : Kirain tadi kamu tidur lang.

Kami pun akhirnya sampai ditempat tujuan kami yaitu desa inggas dan beranjak untuk pergi ke tempat penginapan selama kami disini lalu lanjut menelusuri desa inggas sembari membuat Laporan.Setelah rehat beberapa jam,kami pun berangkat dengan alat alat seperlunya ke desa inggas.

Belum sampai gerbang,kami mersa bahwa suasana didekat gerbang ini sangat aneh seperti yang saya rasakan yaitu aktivitas sosial orang orang namun kenyataanya hening tak ada 1 orang pun,karna pemukiman penduduk berada jauh dri desa ini dan desa ini desa kecil yang tak berpenghuni.

Saya       : Kalian merasakan suasana yang aneh ga seperti ada suara aktivias orang gitu,dan suaranya kecil samar samar,gue merasakan ini kedua kalinya.

Gilang    : Iya juga ya,mungkin ini yang tadi dibis lo rasain roy,ah ngeri kali dah

Amell     : Dari awal gue udah ga enak sama perasaan pas mau masuk gerbang sini,aduh balik aja yu ( sambil ketakutan )

Ilham     : Berdoa aja lah banyak banyakk,gw jga ngerasain itu,kalau hanya 1 orang mungkin ga heran,tapi ini kita semua ngerasain sendiri ( sambil tegang )

Putri      : Mau balik gimana nih udh mau sore lag,pasti nanti gelap gimana dong roy,ham,lang gimana mell gw takut  ( Dengan berdoa terus dalam hatinya )

Roy        : Intinya kita tenang saja dulu lah ya, dari informasi kalau pemukiman penduduk,batas dari desa ini engga jauh dari sini dan hanya beberapa jarak.

Selanjutnya kita semua mencari jalan untuk mengarah ke pemukiman penduduk yang dimana desa inggas ini dibatasi oleh 1 sungai kecil yang dimana di depanya itu adalah pemukiman penduduk yang bernama desa antapani,kami pun terus berjalan beriringan dengan rasa waspada dan perasaan teman teman apalagi amell dan putri dia ketakutan,kita bertiga pun berusaha untuk menguatkan dan menenangkan mereka dengan rasa optimis tak akan ada apapa.

Lalu kami semua melihat seperti satu kelompok yang menghadang dalam kejauhan membawa sebuah rantai rantai tapi mereka masih sangat jauh,kami pun merasa bahwa yang tadinya kami berniat untuk berlibur dan membuat sebuah laporan,mendadak menjadi suasana yang horror dan  berpikir bagaimana kami melewati  ini semua…

( Putri pun seperti sudah ingin menangis dan tak karuan bersama amel kami berusaha menguatkan mereka dan melindungi mereka )

Putri      : Roy itu apa mereka seperti sedang menanti kita disana ( Berbicara dengan nada yang tak jelas )

Saya      : Tenang put, gue yakin di depan itu hanya kabut saja ( padahal saya juga tau sangat jelas itu seperti orang )

Amell   : Sumpah tau gini mendingan ga liburan aja tadituhh dri tadi suara samar samar ini ga henti henti,ditambah itu apa lagi ah di depan

Ilham   : Pelan pelan jalannya,kita lanjut aja jalan gue udh bawa kayu nih buat nyerang mereka ( Terlihat Sedikit Berani )

Gilang  : Kalau dilihat lihat itu seperti  orang,tapi rantai untuk apa,siapin senjata roy,ham ( Senjata seadanya hanya mengandalkan apa yang berat )

Kita semua pun berjalan dengan memegangi sebuah senter untuk menyoroti apa yang di depan,seakan akan raga kita sudah siap dengan apa yang terjadi teteapi kita semua berusaha untuk selamat dan mencari jalan keluar desa ini.Setelah kita mendekat dan mendekat kita kaget dan berteriak dengan pergerakan ingin menyerng mereka yang ingin menghadang kami Dan ternyata……….

” Kalian sedang apa disini dan kenapa ingin menyerang kami ??? Kami hanya ingin menyambut kalian atas kedatangan kalian didesa ini dan ini adalah perbatasan antara desa inggas dan desa antapani,kami mendengar bahwa pembimbing kalian menitipkan kalian ke kami,kami daritadi mencari kalian untuk mengarahkan kalian tentang berkunjung disini,nampaknya kami sudah curiga bahwa kalian salah masuk desa ( Ungkap seseorang yang bernama Pak Mus )

Dengan jiwa raga,nafas dan pikiran kami yang membuat kami heran dan ketakutan akhirnya ternyata yang seperti kelompok menghadang kami itu ternyata adalah pembimbing kami selama berada di desa antapani,ternyata kita semua salah masuk desa,desa yang bejam jam kita lewati sebelum menemukan jalan keluar desa itu bukan tujuan kami,sebenarnya tujuan kami adalah desa antapani.

Lalu kami menanyakan tentang desa yang kami lewati,suara atktivitas orang orang yang samar dan kenapa Pak mus dan yang lainnya membawa rantai,yang membuat kami heran akan hal itu dan menduga yang aneh aneh.

Amell : Pak mus kami sangat ketakutan dan merasa aneh semenjak kami ingin memasuki desa inggas itu firasat kami sudah tidak enak.

Roy    : Lantas kenapa pak kami merasa terganggu dengan suara suara itu dan perasaan kami yang merasa bahwa desa itu desa yang aneh.

Pak mus : Ya memang desa itu dulu pernah ada kejadian disaat kepala daerah desa itu mengadakan acara,waktu itu acaranya acara adat desa itu,terdapat kejadian yang membuat seluruh penghuni desa itu meninggal,entah karena apa yang jelas kami dari dulu memang berdampingan tetapi kami bersama desa inggas seperti tidak pernah saling bertemu dengan penghuninya,karena kami juga merasa bahwa desa itu ada hal aneh dan semenjak kejadian seluruh penghuni desa itu meninggal secara serentak,kami pun sempat heran dan pernah ada salah seorang Photographer yang ingin memotret tentang isi dari desa itu,setelah kami cari dengan warga warga kami hanya menemukan camera nya saja,maka dari  itu kami tidak berani memasuki desa itu jika sendiri karna ditakutkan kejadian itu terulang,dan alhamdullilah kami menemukan kalian,kami ditakutkan hal itu juga menimpa kalian ( Ungkap Pa Mus )

Ilham : Lalu kenapa bapak membawa rantai yang membuat kami menduga duga tentang hal hal aneh ?

Putri   : Iya pak,saya sangat bersyukur sekaligus saya tadi berpikir saya tak akan selamat,karna ini merupakan kejadian pertama kalinya yang saya  lalui

Pak Mus : Syukur bapa juga menemukan kalian disini,untuk rantai ini kami memang membawa ini untuk menjadikan rantai ini sebagai pembatas untuk jangan memasuki desa ini,karna hanya pembatas sungai saja dan menurut bapa bisa saja ada orang orang yang masuk ke desa ini setelah mereka datang ke Desa Antapani.

Gilang : Saya sangat berterima kasih pa,karna bapa telah membuat kami tenang dan lega,untuk kejadian ini pun kami masih tak menyangka bakal kejadian seperti ini.

Saya    : Kalau begitu pa tolong antarkan kami ke desa antapani pa,nampaknya teman teman saya merasa kelelahan dan sekaligus trauma akan hal ini

Pak Mus : Baik Ayo bapa antarkan kalian ke desa antapani dan bapa mengusulkan kalian untuk tidak berktivitas saja selama beberapa jam atau hari.

Saya    : Terima kasih pa,mungkin kami juga ingin membatalkan saja kegiatan ini dan berbicara kepada pihak sekolah akan hal ini

 

~ Komentar jika temen setuju saya membuat cerita selanjutnya,atau melanjutkan cerita ini dengan kelanjutan di desa Antapani~

TERIMA KASIH:)


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

RahmatHt

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap