Apa Benar Menjaga Komunikasi dengan Mantan Bisa Membahayakan Sebuah Hubungan?

Apa Benar Menjaga Komunikasi dengan Mantan Bisa Membahayakan Sebuah Hubungan? 1

Banyak sekali pasangan yang melarang kekasihnya untuk tetap menjaga komunikasi dengan mantan mereka.

Pasalnya, banyak yang menilai jika semua itu hanya akan membahayakan sebuah hubungan yang tengah dijalani sekarang. Lalu, apa benar menjaga komunikasi dengan mantan sebegitu membahayakannya?

Menjaga Komunikasi dengan Mantan, Apa Salahnya?

Seharusnya, tidak ada yang salah jika ingin menjaga komunikasi dengan mantan. Bukankah silaturahmi dapat menghindarkan dari mala bahaya? Lantas, mengapa melakukannya harus pilih-pilih?

Jika memang tujuannya hanya sekadar menjaga agar tali silaturahmi tidak sampai terputus, rasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Lagipula, tidak semua orang bisa kembali merasakan suatu getaran istimewa dalam dadanya saat harus dihadapkan dengan suatu makhluk bernama mantan.

Saya sendiri tipe orang yang tidak melarang jika pasangan ingin tetap berkomunikasi dengan mantan kekasihnya. Kalau memang masih ada aliran listrik di antara keduanya yang membuat mereka saling nyetrum, berarti sudah saatnya bagi saya untuk mencari yang baru, eh.

Sepengalaman saya, yang namanya sudah mantan, intensitas komunikasinya tidak akan mungkin sama seperti saat dulu masih terjebak asmaraloka.

Satu bulan sekali saja belum tentu, tetapi entah jika memang salah satu atau salah duanya ingin mendekat dan mencoba peruntungan lagi. Barangkali yang dulu sudah dirasa pahit bisa diolah sedemikian rupa sehingga layak konsumsi kembali, begitu mungkin pikirnya.

Akan tetapi, yang seperti itu setahu saya jarang terjadi. Karena memang saya jarang ingin tahu urusan orang lain, tentu saja yang sering saya pahami adalah urusan yang telah saya alami sendiri.

Jadi, Melarang Pasangan untuk Menjaga Komunikasi dengan Mantan itu Salah?

Saya tidak pernah menyalahkan keputusan orang lain yang dianggap sebagai bentuk preventif untuk menjaga keharmonisan hubungan mereka. Selama tidak berhubungan dengan saya, tentu saja itu sama sekali di luar hak saya.

Jadi, mau dilarang atau diperbolehkan, keputusan benar dan salahnya tetap ada pada diri masing-masing.

Namun, ada beberapa hal yang perlu dipahami dan diingat betul saat ingin melarang atau memilih membiarkan dan percaya. Apa saja di antaranya?

1. Jangan terus curiga

Sering dicurigai akan membuat pasangan tidak memiliki ruang kepercayaan terhadapmu. Lama-lama hal itu akan membuatnya menjauh dan mencari seseorang yang bisa memercayainya.

2. Tidak semua cinta lama pasti belum kelar

Anggapan bahwa cinta yang pernah ada bisa bersemi kembali di hati siapa pun, itu perlu dihilangkan. Karena memang ada cinta lama yang sudah benar-benar usai. Kadang malah ada yang mual jika tidak sengaja dengan cinta lamanya. Jadi, jangan dipukul rata.

3. Belum tentu mereka yang salah

Iya, jika memang pasanganmu dan mantannya balikan, bisa jadi bukan mereka yang salah. Coba introspeksi diri, barangkali kamu terlalu sering menuduh pasangan hingga ia tidak tahu harus  berkeluh kesah kepada siapa.

Karena hanya mantannya yang senantiasa kamu ungkit, jadilah pasanganmu juga mengingat mantannya terus. Curhatlah dia, dan bersemilah kembali bibit nyaman yang dulu pernah ada.

4. Kalau jodoh pasanganmu memang mantannya, kamu bisa apa?

Tahu ‘kan kalau jodoh memang sudah digariskan oleh Tuhan? Ya, kita tidak pernah tahu dengan siapa berjodoh kelak. Jadi, kalau memang pasanganmu ditakdirkan untuk mantannya, tetapi harus dengan cara menjadi mantanmu dulu, jangan berlarut sedihnya.

Tidak ada yang tahu juga, barangkali itu cara Tuhan mengirimkan sosok terbaik untuk masa depanmu.

Jadi, kalian tim mana, nih? Melarang pasangan untuk menjaga komunikasi dengan mantan atau tim los tanpa rewel? Komen di bawah, ya!

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

E. Aprilia R.

   

Bunda muda yang senantiasa cantik jelita sepanjang masa menurut suaminya, lah. Perempuan yang selalu berbahagia juga tentunya.