Apa Saja Yang Menyebabkan Hibah Itu Batal?


Apa Saja Yang Menyebabkan Hibah Itu Batal? 1

Hibah adalah suatu pemberian secara cuma-cuma kepada seseorang yang dikehendaki pemberi hibah berdasarkan kesepakatan yang dituangkan dalam suatu perjanjian hibah.

Namun perjanjian hibah itu dapat dianggap batal atau dibatalkan apabila.

Barangnya belum ada

Menurut Pasal 1667 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, hibah bisa batal atau dibatalkan jika barang yang akan dihibahkan baru ada dikemudian hari. Bagaimana mungkin suatu hibah akan dilaksanakan jika obyek hibah atau barang yang akan dihibahkan belum ada atau baru ada setelah perjanjian hibah ditandatangani, hal ini berlaku jika pemberi hibah dengan penerima hibah telah membuat kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian mengenai hibah, namun dengan barang yang belum ada. Maka hibah yang demikian dianggap batal dan atau bisa dibatalkan melalui Pengadilan. 

Pemberi hibah tetap menguasai atau menjual, serta menghibahkan ke orang lain juga

Menurut pasal 1668 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Hibah dimana si penghibah memperjanjikan bahwa ia tetap berkuasa untuk menjual atau memberikan kepada orang lain suatu benda yang termasuk hibah.

Ini berarti bahwa hibah diberikan secara cuma-cuma dan menjadi hak sepenuhnya penerima hibah, sementara pemberi hibah tak memiliki wewenang atas harta yang dihibahkan tersebut. Hibah yang demikian dianggap batal dan bisa dibatalkan melalui Pengadilan.

Hibah yang memperjanjikan hal lain diluar ketentuan hibah

Menurut Pasal 1670 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Hibah yang membuat syarat bahwa penerima hibah akan melunasi hutang atau beban-beban lain disamping apa yang dinyatalan dalam akta hibah itu sendiri atau dalam daftar lampiran.

Ini berarti suatu hibah tidak boleh memperjanjiakan hal -hal lain diluar apa yang semestinya diperjanjian dalam hibah, hal kaitan dengan hutang, beban-beban yang tidak memiliki kaitannya dengan hibah menjadi batal dan dapat dibatalkan.

Hibah barang tidak bergerak tanpa melalui Notaris

Menurut Pasal 1682 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, hibah atas benda tidak bergerak menjadi batal jika tidak dilakukan dengan akta notaris.Ini berarti bahwa hibah atas benda tidak bergerak seperti tanah yang tidak dilakukan atau diperjanjikan di hadapan notaris dianggap batal atau bisa dibatalkan.

Hal ini tidak terjadi pada benda bergerak. Untuk benda bergerak, hibah yang dilakukan tanpa melalui Notaris dianggap sah, namun notaris berhak menyimpan arsip perjanjian otentiknya.  


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Faizal Chandra

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap