Apa Sih Pentingnya Gaya Hidup Minimalis?


Apa Sih Pentingnya Gaya Hidup Minimalis?

Minimalism atau gaya hidup minimalis seringkali terdengar belakangan ini di kalangan masyarakat, khususnya anak muda ya.

Beberapa dari mereka ingin sekali meniru hidup minimalis, meskipun sebagian yang lain berpikir bahwa minimalis dikaitkan dengan hidup irit, hemat, bahkan pelit? 

Kita perlu nih menyamakan persepsi tentang pengertian minimalism alias gaya hidup minimalis. Supaya, artikel yang saya tulis ini juga lebih terarah dan fokus pembahasannya. 

Oh ya, artikel ini saya tulis sebab terinspirasi oleh video dari sang motivator muda nan cantik, Kak Sherly Annavita Rahmi. 

Definisi minimalis menurut Calleb Becke (dalam video yang diunggah di youtube oleh Kak Sherly, adalah gaya hidup di mana kita memilih untuk berkonsentrasi pada hal-hal yang memang sangat penting.

Jadi, hal-hal yang penting atau tidak membahagiakan, harus dijauhi bahkan dibuang oleh orang yang memilih hidup minimalis. 

Definisi dari Ito Watanebe berasumsi bahwa minimalism adalah menghapus serta mengurangi hal-hal yang tidak penting, untuk menemukan makna dari hal yang sebenarnya lebih penting. 

Jadi, konsep minimalism ini sebenarnya adalah kita lebih fokus pada hal penting, menghargai apa yang kita miliki, dan mengesampingkan hal-hal yang tidak penting dalam menjalani hidup.

Bisa berupa apa saja ya, mulai dari barang, aktivitas yang kurang penting, pergaulan yang tidak memberi manfaat, berita di media sosial yang mungkin kurang memberi fungsi positif. 

Jadi, sangat penting lho ya bagi kita semua untuk hidup minimalis. Minimalis bukan berarti irit, namun FOKUS PADA KEBUTUHAN, BUKAN KEINGINAN.

Minimalis bukan berarti pelit, namun MENGESAMPINGKAN HAL YANG KURANG BERMANFAAT, DARIPADA MEMBUAT PENGELUARAN UNTUK HAL YANG TIDAK PENTING. 

Minimalis, bukan hanya tentang mengonsumsi barang yang bisa dibeli. Termasuk dalam pemikiran kita pun, bagaimana cara kita berpikir, minimalis ternyata dapat juga mengurangi risiko stres sebab kita tak lagi berpikir secara berlebihan.

Kita hanya memilih untuk memikirkan apa yang penting, dan tak memedulikan apa yang tidak penting. 

Hal ini juga berlaku dalam kontrol emosi. Meminimalkan emosi yang berlebihan dalam merespons satu hal, ternyata sangat penting bagi kita sendiri pada khususnya.

Pada saat kita cenderung ingin mengeluarkan emosi berlebihan tersebut, mari kita terapkan konsep minimalism ini dengan berpikir: apa penyebabnya, dan bagaimana kita harusnya berpikir mencari solusi, lalu apa dampak yang akan terjadi andai kita bereaksi berlebihan? 

Gaya hidup minimalis ini sangatlah penting, dan perlu kita terapkan dimanapun dan kapan saja.

Bayangkan, dengan mengesampingkan hal yang tak penting, lalu fokus pada hal yang penting, bagaimana jadinya hidup kita akan memberi kebaikan bagi diri kita sendiri?

Lalu, bagaimana keputusan itu memberi dampak positif bagi orang-orang di sekitar kita. 

Yuk, sama-sama kita terapkan hidup minimalis. Fokuslah pada membuat prestasi, bukan mengedepankan hal yang menjadi distraksi konsentrasi kita.

Fokuslah pada berbuat baik, bukan mengutamakan hal yang terlihat mewah tapi dampaknya biasa-biasa saja. 

Salam Semangat…!