Apa yang Terjadi Jika Amerika Serikat Tidak Terlibat Perang Dunia 2?

Apa yang Terjadi Jika Amerika Serikat Tidak Terlibat Perang Dunia 2?

memiliki perang yang sangat penting dalam mengakhiri . Bagaimana tidak, setelah ikut campurnya AS, blok Axis pimpinan langsung kocar-kacir.

Intervensi AS dalam perang tidak melulu melalui pengiriman pasukan penyerbu ke Eropa, Oceania maupun seantero Asia. Ada banyak hal yang sudah dilakukan oleh para politisi dan pemimpin Amerika.

Apa yang Terjadi Jika Amerika Serikat Tidak Terlibat Perang Dunia 2?

Pertama, mereka memberikan sokongan moral yang luar biasa. Hal ini benar-benar dibutuhkan. Bagaimana jika ternyata AS berniat bergabung dengan dan , pasti perang berakhir lebih cepat dengan pemenang ada di pihak Poros.

Kedua, Washington memerintahkan industri berat AS untuk memproduksi senjata dalam jumlah melimpah yang kemudian diberikan sebagai bantuan kepada para sekutunya. Bukan hanya senapan atau senjata mesin AS juga memberikan tank-tank tempur kepada Uni Soviet sebagai modal untuk serangan balik ke Berlin.

Baca juga  Joe Biden, Presiden Amerika Serikat ke-46 Mengalahkan Donald Trump

Ketiga, serangan besar-besaran dalam waktu yang tepat. sudah kelelahan di front Prancis dan Slavia, sedang juga tidak buru-buru menyerang Rusia dari belakang. Hal ini dimanfaatkan untuk melakukan serangan total, khususnya melalui Pasifik menuju Filipina dan kemudian . Sedang di tanah Eropa, AS menyikat dari front Perancis, Italia dan berhasil membebaskan daerah-daerah yang sebelumnya dicengkeram Hitler.

Lalu bagaimana jika sejarah sedikit berbelok, yakni tidak ikut perang? Berikut skenario yang bisa terjadi.

Perancis dan Eropa Daratan Akan Jatuh

Apa yang Terjadi Jika Amerika Serikat Tidak Terlibat Perang Dunia 2?

Tidak ada yangmeragukan kehebatan militer Perancsi. Negeri itu bahkan punya lusinan jajahan di Amerika Utara, Karibia, Asia hingga Afrika. Namun fakta berkata lain. Perancis porak-poranda diserbu Hitler. De Gaulle bahkan mengungsi ke Inggris.

Baca juga  3 Pesawat Tempur Amerika yang Super Canggih

Bukan hanya itu. Di Perancis, muncul Pemerintahan Vichy yang tidak lain adalah boneka Hitler untuk semakin menguasai negara fashion itu.

Jatuhnya Perancis akan segera disusul oleh seluruh Eropa. Ingat, cuma butuh waktu kurang dari seminggu untuk menguasai Belanda. Apalagi Nazi bisa saja membangun proksi di Nordik, Baltik dan Balkan sehingga nantinya seluruh Eropa akan dikuasai. Satu-satunya yang paling sukar untuk dikalahkan adalah Uni Soviet.

Pertahanan Inggris Akan Jebol

Setelah menguasai Eropa, dibantu Italia akan menggunakan angkatan udaranya yang sudah terkenal keperkasaannya untuk membom kota-kota besar Inggris. RAF akan menghadang, tetapi sampai kapan? Serangan ke Inggis akan dilakukan dengan kekuatan penuh. Tentu ini berarti kekalahan total untuk Inggris.

Kolonialisme Eropa di Asia akan Berakhir Lebih Cepat

Apa yang Terjadi Jika Amerika Serikat Tidak Terlibat Perang Dunia 2?

Di Asia, tidak akan menemukan perlawanan berarti. Belanda kocar-kacir. Negeri itu begitu kejam menyiksa orang pribumi Indonesia tetapi tak berkutik ketika dipecundangi . Setelah Indonesia dan Malaysia dikuasai, akan membangun industri persenjataan dan migas. Hal ini bertujuan untuk memenangkan perang melawan milisi lokal di Indocina. Setelah itu, Cina akan diserbu dari delapan penjuru mata angin.

Baca juga  5 Fakta Unik Yang Jarang Diketahui Orang Mengenai Yakuza Jepang, Ada Tes Tertulis!

Kemenangan berarti akan mengakhiri kekuasaan Portugal, Belanda, Inggris dan Perancis atas negara-negara Asia. Ini juga akhir dari kolonialisme Eropa di Asia.

Itulah dua plot yang menarik untuk dikaji serta berpotensi menjadi kenyataan, andaikata tidak ikut perang. Namun sejarah tak bisa diulang. akhirnya menyerah dan mohon belas kasihan , begitu tahu kekuatan yang sebenarnya dari militer AS.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Koala Merah

   

Seorang penulis lepas yang suka fotografi, koding dan seni kontemporer. Tertarik dengan isu sosial, kreativitas dan teknologi.