Apakah Ibu Mengalami Kesulitan Dalam Menyusui? Lakukan Tips Ini Supaya Menyusuinya Lancar


Apakah Ibu Mengalami Kesulitan Dalam Menyusui? Lakukan Tips Ini Supaya Menyusuinya Lancar 1

Sebagian besar ibu mengalami kesulitan dalam menyusui. salah satu alasannya ASI tidak keluar. Pada akhirnya anak menangis karena seolah “kekurangan ASI”. Melihat kondisi demikian, ibu yang melihat bayinya menangis dan merasa kasihan sering sekali membrikan alternatif pada bayi.

Hal yang mungkin dilakukan oleh ibu adalah dengan memberikan pengganti ASI. Seperti formula ataupun air putih. Padahal memberikan makanan dan minuman lain pada bayi pada enam bulan pertama kehidupannya akan memberikan risiko pada bayinya. Tapi, mau bagaimana lagi bayi menangis. Dan setiap ibu pasti tidak tega melihat anaknya menangis. Meskipun menangis tidak selalu berarti anak lapar atau haus.

Apabila ibu mengalami kesulitan dalam memberikan ASI pada bayi, lakukan tips berikut yang akan membantu ibu dalam pemberian ASI.

  1. Posisikan dan lekatkan bayi dengan benar didada ibu. Pemberian ASI jangan sampai menyakitkan bagi ibu dan bayi
  2. Apabila puting susu ibu retak, atau luka, olesi dengan ASI. Sebaiknya tidak menggunakan krim apapun kecuali atas saran tenaga Kesehatan.
  3. Perah ASI apabila bayi tidak sempat untuk disusui.
  4. ASI perah anda dapat disimpan selama 4 jam disuhu ruangan 27°C-32°C, dan 6-8 jam pada suhuruang kurang dari 25°C, 2-3 hari dikulkas suhu 4°C, dan 2 minggu pada suhu minus 15°C. Ibu juga dapat menyimpan ASI dalam freezer suhu minus 18°C selama 3 bulan, dan pada suhu minus 20°C selama 6 bulan.
  5. Pemberian ASI Perah beku yang diberikan kepada bayi adalah ASI yang terakhir diperah. Ibu dapat menanyakan kepada Konselor anda tentang Last In First Out (LIFO) bukan lagi First In First Out (FIFO)
  6. Pemberian ASI dengan makanan tambahan pada usia kurang dari enam bulan tidak baik untuk bayi. Pemberian makanan campuran mengurangi jumlah ASI yang dihasilkan ibu, danmembuat bayi mudah sakit  
  7. Jika ibu mengalami kesulitan memberikan ASI Eksklusif pada bayi, bicarakan dengan konselor ASI terlatih. Mereka akan senang hati membantu ibu.  

Perlu diingat, bahwa pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama atau ASI Ekslusif dapat melindungi ibu dari kehamilan sejauh jadwal menstruasi ibu belum kembali. Perhatikan pemberian ASI sesering mungkin dan lamanya proses menyusui dalam sekali menyusu.

Setelah bayi berusia 6 bulan, pastikan untuk memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang seimbang. Sebaiknya memberikan MPASI berbahan lokal dan bukan instan. Selanjutnya, waspada pada anak sakit seperti diare, demam, sulit bernafas atau menolak makanan. Apabila ibu menemukan tanda tersebut pastikan anak segera dibawa kepetugas Kesehatan. K

arena kondisi tersebut perlu segera ditangani. Pantaulah pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin setiap bulan diposyandu atau difasilitas yang ibu percaya.

Tumbuh kembang yang optimal dimulai sejak dini, dan nutrisi yang pertama kali diperlukan oleh bayi adalah ASI. Diperlukan orang-orang yang memiliki kemauan untuk menolong dan memotivasi ibu dalam memberikan makanan emas pada bayi.

Dukungan keluarga, suami mertua, tenaga Kesehatan, masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, swasta pemerintah, siapapun kita, mari dukung bersama-sama ibu memberikan ASI pada bayinya untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat secara holistik. (Sumber: Bagaimana Menyusui Bayi,Kemenkes, 2020)


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Bawang Merah

   

Seorang yang menumpahkan kekesalan, sedih, amarah, bahagia dan rasa syukur dengan menulis. Menulis adalah teman suka duka. Juga seorang Konselor Menyusui, Pegiat Anak, dan peduli dengan seputar anak.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap