Apakah Menikah Itu Wajib?


Apakah Menikah Itu Wajib?

Apa yang akan terjadi apabila seseorang tidak menikah sepanjang hidupnya?. Atau apakah seseorang itu diwajibkan untuk menikah?.

Kedua pertanyaan tersebut menjadi garis besar pada persoalan yang akan kita ulas, seberapa pentingkah pernikahan itu?.

1. Menikah untuk mempunyai keturunan

Banyak orang tua menyuruh anaknya untuk menikah dengan alasan ingin memiliki cucu.

Dan anak muda yang sudah usia dewasa, ingin menikah dengan alasan supaya punya anak.

Ini adalah faktor yang paling dominan diantara faktor lain dalam alasan pernikahan.

Mereka yang menginginkan keturunan ini juga punya harapan besar, supaya ada generasi penerus usaha mereka atau pewaris harta mereka dan yang paling klasik adalah supaya ada yang mengurus mereka kalau sudah tua nanti.

Semua itu mereka pikirkan dengan baik, tetapi mereka lupa terhadap satu hal bahwa ” seorang anak tak meminta untuk di lahirkan “.

2. Menikah untuk terbebas dari stigma masyarakat

Selain karena ingin punya keturunan, sebagian orang memilih menikah dikarenakan faktor eksternal, yaitu supaya terhindar dari gosip dan stigma masyarakat seperti, perawan tua, perjaka tua, tidak laku, dan sebagainya.

Ketika and menikah hanya untuk menghilangkan gosip atau stigma tersebut, maka setelah anda menikah, akan muncul lagi gosip baru atau pertanyaan baru seperti, kapan punya anak, anaknya sekolah dimana, kapan anaknya menikah, dan pola itu terus berulang sampai dunia berakhir. 

3. Menikah untuk mendapatkan seks legal

Menikahlah ketika kamu sudah siap. Siap fisik, mental dan finansial. By: Lamser J.S

Sebagian orang memilih menikah dengan alasan untuk bisa berhubungan intim atau melakukan seks legal.

Masyarakat pada umumnya menolak seks sebelum menikah, dan hal inilah yang membuat orang-orang memilih jalur aman demi terbebas dari penolakan tersebut, tanpa mempertimbangkan atau memikirkan masa depan selanjutnya.

Tetapi, apakah menikah itu hanya tentang kebutuhan biologis saja?

Menikahlah ketika anda sudah siap dengan konsekuensi pernikahan. Pernikahan membutuhkan kematangan fisik, mental dan finansial.

Ketika anda ingin menikah, alangkah baiknya anda membicarakan kepada calon pasangan anda tentang konsep keluarga yang ingin di realisasikan.

Jangan tergoda untuk menikah hanya karena dorongan eksternal. Menikahlah ketika anda sudah siap dengan konsekuensi pernikahan.

Ketika anda telah menikah, maka pastikan tidak akan ada perceraian.