Apakah Video Vertikal Akan Merajai Media?


Apakah Video Vertikal Akan Merajai Media? 1

Video vertikal atau biasa kita sebut video portrait, adalah video yang memiliki orientasi tegak, tidak seperti biasanya video yang memiliki orientasi horizontal atau terbaring. Video jenis veritkal ini mulai populer sejak adanya fitur story di aplikasi media sosial Instagram. Meski sebenarnya sudah ada dari saat populernya aplikasi Musical.ly, keberadaannya sempat meredup untuk waktu yang lama.

Setelah populernya fitur story di Instagram, mulai banyak orang yang aktif disana, akhirnya merekam video pun menggunakan orientasi tegak. Memang fitur story di Instagram memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah video yang hanya tampil selama 24 jam, dan berupa video singkat. Jadi, story tidak akan membuat feeds di Instagram penuh.

Selain karena fitur story yang memiliki kelebihan, merekam video dengan orientasi tegak juga memiliki beberapa kelebihan dibandingkan orientasi terbaring. Saat merekam video vertikal, pengguna ponsel tidak perlu memiringkan ponsel alias tinggal langsung klik rekam. Selain itu untuk melihat videonya juga tidak perlu putar-putar layar.

Beberapa orang juga menganggap video vertikal memiliki kelebihan lain yaitu mewakili pandangan atau POV (Point of View) manusia. Namun ini masih banyak diperdebatkan, namun bisa jadi benar karena memang sangat mudah untuk merekamnya.

Selain Instagram, aplikasi TikTok juga mengadopsi sistem yang sama. TikTok adalah aplikasi video singkat (hanya berdurasi sekitar 30 detik sampai 1 menit per video) yang menggunakan video berorientasi tegak atau vertikal. TikTok juga termasuk media sosial, karena fungsinya yang membuat pengguna bisa banyak mengenal orang lain, dan algoritmanya juga terhitung bagus. Penyertaan nama lagu dalam video juga menjadi kelebihan tersendiri dalam aplikasi ini (ada nama lagu yang digunakan terletak di bagian bawah video).

TikTok juga menjadi aplikasi yang sangat populer hingga sekarang. Bahkan di Instagram saja isinya sudah banyak video dari TikTok. Memang awalnya aplikasi ini terkenal dengan kebobrokannya karena menampilkan banyak wanita atau gadis seksi yang berdansa atau berjoget. Hingga lama kelamaan, justru TikTok mulai ‘insyaf’ dan menampilkan banyak konten yang menarik dan bermanfaat seperti tutorial memasak, bermain game, dan lain sebagainya.

Tak kalah dari TikTok, Instagram pun meluncurkan fitur baru bernama Instagram TV (IGTV). Fitur ini memungkinkan pengguna mengunggah video panjang. Umumnya memang video yang ditampilkan di IGTV ini adalah video vertikal, hanya saja durasinya memang lebih panjang bahkan bisa satu jam lebih. Namun disini kita dapat melihat betapa populernya video vertikal saat ini.

Hanya saja saat ini, kita sebagai pengguna aplikasi media sosial tentu bingung. Apakah video vertikal akan merajai media? Apakah film-film panjang akan menggunakan orientasi tegak atau vertikal?

Video vertikal memang biasanya dilihat saat sedang santai. Jika ditilik lebih lanjut, video vertikal lebih cocok untuk orang yang sedang gabut dan ingin mencari sesuatu di gadget-nya. Melihat kelebihan video vertikal tadi, yang untuk melihat tidak perlu putar perangkat, memang sangat cocok untuk yang menonton video hanya sebentar alias membuang rasa bosan.

Sedangkan jika video vertikal dibuat dengan durasi yang sangat panjang, sejauh ini kurang cocok, memang. Misalnya menonton film di ponsel. Rata-rata orang menonton film menggunakan orientasi horizontal karena ponsel disandarkan pada bidang seperti meja atau tembok. Jelas akan aneh rasanya jika disandarkan dengan orientasi vertikal.

Apakah Video Vertikal Akan Merajai Media? 3

Selain itu kebanyakan laptop dan komputer juga memiliki monitor yang layarnya berorientasi horizontal. Bioskop atau sinema juga memiliki orientasi layar yang horizontal. Akan sangat sulit dan melelahkan jika harus mengubah orientasi seluruh layar tadi menjadi vertikal. Jelas ini akan memakan tenaga dan uang yang sangat banyak.

Pada video yang memuat banyak informasi seperti video pembelajaran atau presentasi juga tentu orientasi horizontal jauh lebih cocok karena dapat membuat banyak informasi dan dapat dibagi menjadi beberapa bagian ketimbang ditampilkan memanjang kebawah.

Namun terlepas dari media sosial, salah satu wadah video terbesar YouTube yang kini masih menjadi bank video terbesar juga masih menggunakan video berorientasi horizontal. Seperti kita tahu juga, YouTube memiliki banyak video baik itu dari video pendek hingga video panjang. Jika sampai YouTube pun merubah orientasi videonya menjadi vertikal, tentu akan aneh rasanya.

Apakah Video Vertikal Akan Merajai Media? 4

Jadi dapat disimpulkan bahwa video vertikal akan tetap populer tapi mungkin tidak akan merajai media. Untuk video panjang atau video yang hendak dilihat dalam waktu yang lama tentu orientasi mendatar terasa lebih baik ketimbang orientasi tegak.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

EnamDelapan

   

Sukses hanyalah tentang seberapa beruntung kita. Tuhanlah yang menentukan keberuntungan itu, kita hanya bisa berdoa dan berusaha.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap